-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     




     


     

     



     


     

     



     

    Iklan

    Porsenijar PGRI Sulsel 2026 Cetak Sejarah di Sidrap, 75 Ribu Pengunjung Dongkrak Ekonomi hingga Rp4,26 Miliar

    Satry Polang
    Senin, 06 Juli 2026, Juli 06, 2026 WIB Last Updated 2026-07-06T18:35:15Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Porsenijar PGRI Sulsel 2026 Cetak Sejarah di Sidrap, 75 Ribu Pengunjung Dongkrak Ekonomi hingga Rp4,26 Miliar



    SIDENRENG RAPPANG, NarasiRakyat.id – Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) VII PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 resmi ditutup dengan catatan yang melampaui ekspektasi. Tidak hanya sukses sebagai ajang silaturahmi, olahraga, seni, dan penguatan pendidikan, perhelatan yang berlangsung selama enam hari, 2–6 Juli 2026, juga menghadirkan dampak ekonomi yang luar biasa bagi Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).


    Di bawah kepemimpinan Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, Kabupaten Sidrap berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai tuan rumah event berskala provinsi yang mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, perhotelan, kuliner, transportasi, hingga jasa lainnya.


    Data yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Sidrap pada acara penutupan di Pelataran Masjid Agung Sidrap, Senin (6/7/2026), menunjukkan besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan selama penyelenggaraan Porsenijar.

    "Selama enam hari, pelaku UMKM yang berada di lingkungan kegiatan ini meraup omzet kurang lebih Rp4,26 miliar. Itu baru yang berada di dalam lokasi kegiatan, belum termasuk transaksi di luar seperti rumah makan Palekko, penginapan, transportasi, hingga usaha masyarakat lainnya," ungkap Bupati Syaharuddin Alrif.

     

    Pernyataan tersebut menjadi indikator nyata bahwa sebuah event pendidikan mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap perekonomian daerah.


    Sidrap Berubah Menjadi Kota Event Terbesar di Sulawesi Selatan

    Selama pelaksanaan Porsenijar VII PGRI Sulsel, Kabupaten Sidrap seolah berubah menjadi pusat aktivitas masyarakat Sulawesi Selatan.

    Sekitar 75.000 orang hadir di Bumi Nene Mallomo untuk mengikuti maupun menyaksikan berbagai cabang olahraga, seni, dan kegiatan pendidikan.


    Besarnya antusiasme tersebut turut diikuti oleh lonjakan arus kendaraan.

    Data Pemerintah Kabupaten Sidrap mencatat sekitar 12.500 kendaraan memasuki wilayah Sidrap selama kegiatan berlangsung.


    Lima ruas jalan utama, baik jalan nasional maupun jalan provinsi, mengalami kepadatan lalu lintas akibat tingginya mobilitas peserta dan pengunjung.

    Namun kondisi tersebut justru menjadi indikator tingginya aktivitas ekonomi yang terjadi hampir di seluruh wilayah perkotaan.


    Hotel, rumah makan, kafe, warung, toko oleh-oleh, hingga pedagang kaki lima merasakan peningkatan pendapatan yang signifikan.


    UMKM Menjadi Pemenang Sesungguhnya

    Kesuksesan penyelenggaraan Porsenijar tidak hanya dirasakan oleh para atlet dan peserta lomba.

    Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) justru menjadi salah satu pihak yang paling merasakan manfaat ekonomi.


    Omzet sebesar Rp4,26 miliar yang tercatat di area kegiatan menjadi bukti nyata bahwa event olahraga dan pendidikan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.


    Angka tersebut bahkan belum menghitung transaksi yang terjadi di luar arena kegiatan, termasuk restoran khas Palekko, rumah makan, pusat kuliner, minimarket, penginapan, jasa transportasi, hingga berbagai usaha masyarakat lainnya.

    Hal ini menunjukkan bahwa dampak ekonomi Porsenijar jauh lebih besar daripada angka yang tercatat secara resmi.


    Keramahan Masyarakat Sidrap Jadi Sorotan

    Selain sukses dari sisi ekonomi, Bupati Syaharuddin Alrif memberikan apresiasi terhadap karakter masyarakat Sidrap yang dinilai menjadi faktor penting keberhasilan penyelenggaraan Porsenijar.

    Ia mengungkapkan kisah inspiratif dari warga Kelurahan Wala yang secara sukarela mengeluarkan dana pribadi hingga Rp8 juta untuk menjamu para tamu dari berbagai daerah.


    Menurut Bupati, sikap tersebut mencerminkan budaya masyarakat Sidrap yang menjunjung tinggi nilai Manessa (teguh dan konsisten), Macca (cerdas), serta semangat Massaromase atau saling menyayangi.

    "Inilah karakter masyarakat Sidrap. Mereka rela berbagi demi menghormati tamu. Mereka berlomba-lomba dalam kebaikan dan menjadikan keramahan sebagai identitas daerah," ujar Syaharuddin.

     

    Nilai-nilai budaya tersebut menjadi modal sosial yang memperkuat citra Kabupaten Sidrap sebagai daerah yang aman, nyaman, religius, dan ramah bagi setiap tamu.


    Tonggak Baru Event Nasional di Masa Depan

    Keberhasilan Porsenijar VII PGRI Sulawesi Selatan 2026 menjadi bukti bahwa Kabupaten Sidrap memiliki kapasitas sebagai penyelenggara berbagai event berskala besar.


    Mulai dari kesiapan infrastruktur, koordinasi lintas sektor, dukungan aparat keamanan, keterlibatan masyarakat, hingga kesiapan pelaku usaha lokal menunjukkan bahwa Sidrap mampu menjadi salah satu destinasi penyelenggaraan kegiatan tingkat provinsi bahkan nasional.


    Acara penutupan berlangsung khidmat di Pelataran Masjid Agung Sidrap dengan dihadiri unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, pengurus PGRI, tamu undangan, serta ribuan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.


    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Sidrap, panitia, aparat keamanan, relawan, dan semua pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan Porsenijar.


    Lima Fakta Menarik Porsenijar PGRI Sulsel 2026

    1. UMKM Raup Omzet Rp4,26 Miliar

    Hanya dari transaksi di dalam area kegiatan, omzet pelaku UMKM mencapai sekitar Rp4,26 miliar dalam enam hari.

    2. Sekitar 75 Ribu Orang Padati Sidrap

    Peserta, guru, atlet, ofisial, dan masyarakat dari seluruh Sulawesi Selatan memadati Kabupaten Sidrap selama pelaksanaan Porsenijar.

    3. Sebanyak 12.500 Kendaraan Masuk Sidrap

    Lonjakan kendaraan menyebabkan lima ruas jalan utama mengalami kepadatan sebagai dampak tingginya mobilitas pengunjung.

    4. Dampak Ekonomi Jauh Lebih Besar

    Selain UMKM di lokasi kegiatan, rumah makan, hotel, penginapan, transportasi, hingga pusat kuliner turut menikmati peningkatan pendapatan yang signifikan.

    5. Keramahan Warga Jadi Perbincangan

    Seorang warga Kelurahan Wala bahkan rela mengeluarkan dana pribadi hingga Rp8 juta demi menjamu tamu Porsenijar sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu.


    Sidrap Tidak Sekadar Menjadi Tuan Rumah, Tetapi Menjadi Inspirasi

    Porsenijar VII PGRI Sulawesi Selatan 2026 telah membuktikan bahwa sebuah ajang olahraga, seni, dan pendidikan mampu menjadi instrumen pembangunan daerah yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.


    Di balik kemeriahan perlombaan, tersimpan kisah tentang kebangkitan ekonomi lokal, semangat gotong royong, keramahan masyarakat, dan kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh elemen daerah menuju satu tujuan bersama.


    Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain bahwa investasi pada penyelenggaraan event berkualitas mampu menghasilkan dampak ekonomi, sosial, budaya, dan promosi daerah yang berkelanjutan.


    Porsenijar 2026 telah usai, namun jejak keberhasilannya akan dikenang sebagai salah satu tonggak penting yang mempertegas posisi Sidrap sebagai daerah yang siap menjadi pusat penyelenggaraan event besar di Sulawesi Selatan dan Indonesia.

    Komentar

    Tampilkan