-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     




     


     

     



     


     

     



     

    Iklan

    Prof. Unifah Rosyidi KETUM PB PGRI Terpukau Porsenijar VII Sulsel di Sidrap: "Speechless, Saya Membawa Pulang Spirit Kepemimpinan yang Luar Biasa"

    Satry Polang
    Sabtu, 04 Juli 2026, Juli 04, 2026 WIB Last Updated 2026-07-04T12:07:06Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Prof. Unifah Rosyidi KETUM PB PGRI Terpukau Porsenijar VII Sulsel di Sidrap: "Speechless, Saya Membawa Pulang Spirit Kepemimpinan yang Luar Biasa"



    SIDRAP, NarasiRakyat.id – Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) VII PGRI Provinsi Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tidak hanya mencatat sejarah sebagai ajang terbesar yang pernah digelar PGRI Sulawesi Selatan, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd.


    Usai kembali ke Jakarta, Prof. Unifah menyampaikan ungkapan apresiasi yang penuh emosi kepada Bupati Sidenreng Rappang beserta seluruh jajaran pemerintah daerah, panitia, dan keluarga besar PGRI Sulawesi Selatan.


    Ia mengaku terharu melihat keberhasilan Sidrap menyelenggarakan perhelatan yang dihadiri sekitar 74.000 peserta, mulai dari guru, pengurus PGRI, kepala daerah, hingga berbagai tamu undangan dari seluruh Sulawesi Selatan.


    "Ya Allah... itu semua karena leadership Bapak. Saya kagum dan tersentuh. Bapak sehat ya. Untuk Indonesia yang lebih baik dan berkeadilan," ungkap Prof. Unifah.

     

    Pernyataan tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan atas kepemimpinan Bupati Sidrap yang dinilai mampu menyatukan pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, serta seluruh elemen daerah dalam menyukseskan agenda berskala provinsi tersebut.


    Tidak berhenti sampai di situ, Ketua Umum PB PGRI kembali menyampaikan apresiasi secara khusus atas nama pribadi maupun organisasi.

    "Pak Bupati yang super keren. Izin, saya baru tiba di Jakarta. Atas nama pribadi, Pengurus Besar PGRI, PGRI Provinsi Sulsel, kabupaten/kota, cabang, ranting, dan seluruh anggota PGRI se-Sulawesi, saya menghaturkan apresiasi tak mendalam, tak terkatakan atas sukses gelar akbar luar biasa Porsenijar PGRI se-Sulsel. Speechless. Sehat selalu Pak. Maju terus Pak Bupati. Kami bangga dengan Bapak. Super keren," tulis Prof. Unifah.

     

    Ungkapan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan Porsenijar bukan hanya diukur dari besarnya jumlah peserta, tetapi juga dari kualitas pelayanan, kekompakan masyarakat, serta kepemimpinan yang dirasakan langsung oleh tamu-tamu yang hadir.


    Membawa Pulang Kenangan, Bukan Sekadar Oleh-Oleh

    Bagi Prof. Unifah, kunjungan ke Sidrap meninggalkan pengalaman yang sulit dilupakan.

    Ia bahkan menyebut bahwa oleh-oleh yang dibawanya pulang bukan hanya telur asin khas Sidrap, tetapi juga inspirasi kepemimpinan yang menurutnya layak menjadi teladan.


    "Bapak Bupati beserta Ibu dan Wakil Bupati. Saya sudah sampai rumah membawa kenangan indah. Bukan hanya telur asin yang saya bawa, tetapi spirit dan gerak langkah pemimpin yang luar biasa. Keren. Alhamdulillah."

     

    Kalimat sederhana tersebut menggambarkan bahwa kesan paling berharga justru datang dari cara pemerintah daerah memimpin, melayani, dan menggerakkan seluruh masyarakat.


    Defile Kepala Daerah yang Mengundang Decak Kagum

    Salah satu momen yang paling membekas bagi Ketua Umum PB PGRI adalah pembukaan Porsenijar VII.

    Di hadapan puluhan ribu peserta, para kepala daerah dari seluruh Sulawesi Selatan ikut melakukan defile mendampingi para guru.


    Namun perhatian publik tertuju kepada Bupati Sidrap yang tampil berbeda.

    Prof. Unifah menceritakan bagaimana Bupati Sidrap berjalan dalam defile sambil menari dengan penuh semangat bersama Ibu Bupati dan Wakil Bupati.


    Menurutnya, penampilan tersebut memperlihatkan sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat, penuh energi, serta mampu mencairkan suasana.

    "Porsenijar PGRI Provinsi Sulsel dihadiri sekitar 74.000 peserta. Mulai Gubernur, para Bupati, Wali Kota, Wakil Bupati hingga Wakil Wali Kota hadir. Semua kepala daerah melakukan defile mendampingi guru-guru anggota PGRI. Tuan rumah, Bupati Sidenreng Rappang, melakukan defile sambil menari dengan sangat lincah dan kekinian bersama Ibu Bupati dan Wakil Bupati. Keren dan terharu."

     

    Ia pun mengaku baru mengetahui bahwa sosok Bupati Sidrap ternyata sangat dekat dengan masyarakat.

    "Keren banget. Ternyata bapak bupatinya begitu dekat dengan masyarakat dan kekinian. Bukan hanya happy dan bangga, tetapi juga terhibur."

     

    Semangat "Saromase... Awako" Menjadi Simbol Persatuan

    Selain kemeriahan acara, Prof. Unifah juga terkesan dengan kuatnya budaya gotong royong masyarakat Sidrap.

    Rumah-rumah warga dibuka untuk menerima tamu yang menginap.


    Sekolah-sekolah dimanfaatkan sebagai tempat akomodasi peserta.

    Seluruh elemen masyarakat bergerak bersama demi menyukseskan Porsenijar VII.

    Menurutnya, sinergi seperti inilah yang membuat Sidrap berbeda.


    Sorak khas masyarakat Sidrap, "Aromase..." yang langsung dijawab "Awako!", menjadi simbol semangat persatuan, keramahan, dan kebersamaan yang dirasakan seluruh peserta selama berada di Bumi Nene Mallomo.


    Kepemimpinan yang Menggerakkan Semua Elemen

    Keberhasilan Porsenijar VII Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa sebuah kegiatan besar tidak hanya bergantung pada anggaran atau fasilitas.


    Lebih dari itu, keberhasilan lahir dari kepemimpinan yang mampu menggerakkan masyarakat, membangun kolaborasi lintas sektor, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap sebuah agenda bersama.


    Pengakuan langsung dari Ketua Umum PB PGRI menjadi bukti bahwa Sidrap berhasil menghadirkan penyelenggaraan yang bukan sekadar megah, tetapi juga berkesan secara emosional.


    Porsenijar VII tidak hanya menjadi pesta olahraga, seni, dan pembelajaran bagi guru-guru Sulawesi Selatan.


    Ajang ini telah berubah menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dunia pendidikan, dan masyarakat mampu menciptakan sebuah peristiwa yang menginspirasi banyak daerah di Indonesia.


    Lima Fakta Menarik Porsenijar VII PGRI Sulsel di Sidrap

    1. Sekitar 74.000 peserta memadati Kabupaten Sidenreng Rappang selama pelaksanaan Porsenijar VII PGRI Sulawesi Selatan 2026.

    2. Ketua Umum PB PGRI Prof. Unifah Rosyidi mengaku "speechless" dan menyampaikan apresiasi mendalam atas suksesnya penyelenggaraan.

    3. Seluruh kepala daerah se-Sulawesi Selatan ikut melakukan defile bersama para guru anggota PGRI sebagai simbol dukungan terhadap dunia pendidikan.

    4. Rumah warga dan sekolah dibuka sebagai tempat menginap peserta, mencerminkan budaya gotong royong dan keramahan masyarakat Sidrap.

    5. Yel-yel "Aromase... Awako!" menjadi ikon persatuan yang membangun semangat kebersamaan selama perhelatan berlangsung.


    Porsenijar VII PGRI Sulawesi Selatan 2026 telah selesai digelar, tetapi jejaknya akan dikenang sebagai salah satu penyelenggaraan paling monumental dalam sejarah PGRI Sulawesi Selatan.


    Bagi Prof. Unifah Rosyidi, Sidrap bukan sekadar tuan rumah yang sukses menyelenggarakan acara besar.


    Sidrap adalah contoh bagaimana kepemimpinan yang membumi, kolaborasi masyarakat, serta semangat gotong royong mampu menghadirkan pengalaman yang menyentuh hati.


    Ketika seorang Ketua Umum PB PGRI pulang sambil mengatakan dirinya "speechless" dan membawa pulang "spirit kepemimpinan yang luar biasa", maka keberhasilan itu telah melampaui ukuran sebuah seremoni.


    Ia telah menjadi inspirasi tentang bagaimana sebuah daerah dapat menyambut tamu dengan hati, memimpin dengan keteladanan, dan meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan.

    Komentar

    Tampilkan