-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     




     


     

     



     


     

     



     

    Iklan

    Petani dan Peternak Sidrap Sumbang 310 Kg Beras dan 20 Rak Telur untuk Kontingen Porsenijar

    Satry Polang
    Sabtu, 04 Juli 2026, Juli 04, 2026 WIB Last Updated 2026-07-04T12:10:08Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Petani dan Peternak Sidrap Sumbang 310 Kg Beras dan 20 Rak Telur untuk Kontingen Porsenijar



    SIDRAP, NarasiRakyat.id – Di balik gegap gempita Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) VII PGRI Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), tersimpan kisah yang menyentuh hati. Bukan tentang medali, kemenangan, atau kemeriahan panggung, melainkan tentang semangat gotong royong yang lahir dari masyarakat.


    Ketika ribuan guru dari berbagai kabupaten dan kota berkumpul di Bumi Nene Mallomo, para petani dan peternak Sidrap memilih mengambil peran dengan cara yang sederhana namun bermakna. Mereka menyumbangkan hasil panennya untuk para tamu yang datang mengikuti Porsenijar.


    Melalui koordinasi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Sidrap, para penyuluh pertanian lapangan (PPL), petani, dan peternak menghimpun bantuan berupa 310 kilogram beras dan 20 rak telur untuk Kontingen Kabupaten Jeneponto.


    Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Ketua PGRI Jeneponto, Zaidil Amin, di Kantor Dinas TPHPKP Sidrap, Kompleks SKPD, Jalan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Jumat (3/7/2026).


    Namun bantuan itu tidak berhenti di Jeneponto. Semangat berbagi juga diperuntukkan bagi sejumlah kontingen kabupaten lain yang hadir di Sidrap, sebagai bentuk kepedulian masyarakat tuan rumah terhadap seluruh peserta Porsenijar VII PGRI Sulawesi Selatan.


    Bukan Sekadar Beras dan Telur, Tetapi Wujud Kepedulian Masyarakat

    Di tengah padatnya agenda Porsenijar yang berlangsung pada 2–6 Juli 2026, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Sidrap mendapat tugas mendampingi kontingen dari berbagai daerah.

    Pendampingan tersebut tidak hanya sebatas koordinasi kegiatan, tetapi juga memastikan para tamu merasa nyaman selama berada di Sidrap.


    Salah satu bentuk kepedulian itu diwujudkan melalui penyerahan beras dan telur hasil sumbangan sukarela petani serta peternak lokal.

    Sekretaris Dinas TPHPKP Sidrap, Suriyanto, menjelaskan bahwa bantuan tersebut lahir dari semangat gotong royong masyarakat.


    "Kami berkoordinasi dengan para penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan para petani. Alhamdulillah mereka sangat antusias memberikan sumbangsih berupa beras dan telur. Semoga bantuan ini berguna untuk dikonsumsi kontingen di Posko Induk Jeneponto," ujarnya.

     

    Menurut Suriyanto, antusiasme para petani menunjukkan bahwa Porsenijar bukan hanya menjadi agenda pemerintah atau organisasi profesi guru, melainkan telah menjadi hajatan seluruh masyarakat Sidrap.


    Keramahan Sidrap Tinggalkan Kesan Mendalam

    Bagi Kontingen Kabupaten Jeneponto, perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sidrap beserta masyarakat menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.


    Ketua PGRI Jeneponto, Zaidil Amin, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas sambutan hangat yang mereka terima sejak tiba di Sidrap.


    "Kami sangat berterima kasih atas keramahan dan perhatian Dinas TPHPKP, petani Sidrap, serta Pemerintah Kabupaten Sidrap. Berkah selalu Pak Bupati Sidrap," ucapnya.

     

    Ucapan tersebut menjadi cerminan bahwa keberhasilan sebuah perhelatan tidak hanya diukur dari megahnya acara pembukaan atau jumlah peserta, tetapi juga dari bagaimana para tamu diperlakukan selama berada di daerah penyelenggara.


    Semangat "Sidrap Siap dan Ramah" Terlihat Nyata

    Porsenijar VII PGRI Sulawesi Selatan 2026 memang mengusung semangat "Sidrap Siap dan Ramah."

    Slogan tersebut tidak berhenti menjadi kata-kata, melainkan hadir dalam tindakan nyata masyarakat.


    Rumah-rumah warga dibuka sebagai tempat menginap peserta.

    Sekolah dimanfaatkan sebagai posko kontingen.

    Berbagai OPD aktif mendampingi tamu dari kabupaten dan kota.


    Sementara petani serta peternak menyumbangkan hasil panennya agar para peserta merasa seperti berada di rumah sendiri.


    Inilah wajah lain Porsenijar VII yang mungkin tidak terlihat di atas panggung, tetapi justru menjadi cerita yang paling membekas bagi para tamu.


    Kolaborasi yang Menghidupkan Nilai Gotong Royong

    Keberhasilan Sidrap menjadi tuan rumah Porsenijar VII Sulawesi Selatan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan infrastruktur maupun penyelenggaraan pertandingan.


    Lebih dari itu, sukses tersebut lahir dari kolaborasi antara pemerintah daerah, OPD, masyarakat, petani, peternak, dunia pendidikan, hingga organisasi profesi guru.


    Keterlibatan masyarakat dalam menyediakan kebutuhan pangan bagi para peserta menjadi contoh nyata bahwa pembangunan daerah juga dapat diwujudkan melalui budaya saling membantu.


    Semangat inilah yang menjadikan Porsenijar VII bukan sekadar ajang olahraga, seni, dan pembelajaran, tetapi juga ruang memperkuat nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan gotong royong.


    Lima Fakta Menarik

    1. Petani dan peternak Sidrap menyumbangkan 310 kilogram beras dan 20 rak telur untuk Kontingen Kabupaten Jeneponto sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya Porsenijar VII PGRI Sulawesi Selatan.

    2. Bantuan dihimpun melalui koordinasi Dinas TPHPKP Sidrap bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang melibatkan partisipasi sukarela para petani dan peternak.

    3. Setiap OPD di Kabupaten Sidrap mendapat tugas mendampingi kontingen dari berbagai kabupaten/kota, memastikan tamu memperoleh pelayanan terbaik selama mengikuti Porsenijar.

    4. Bantuan pangan tidak hanya diperuntukkan bagi Kontingen Jeneponto, tetapi juga disiapkan untuk membantu sejumlah kontingen lain yang hadir di Sidrap sesuai kebutuhan.

    5. Kisah gotong royong masyarakat menjadi salah satu warna tersendiri dalam Porsenijar VII, memperkuat citra Sidrap sebagai tuan rumah yang ramah, peduli, dan mampu melibatkan seluruh elemen masyarakat.


    Di tengah semarak puluhan ribu peserta yang memadati Sidrap, ada cerita-cerita kecil yang justru memiliki makna besar.


    Sebungkus beras, sebutir telur, dan uluran tangan para petani mungkin tampak sederhana. Namun di baliknya tersimpan nilai persaudaraan yang tidak dapat diukur dengan angka.


    Ketika masyarakat rela berbagi hasil panennya demi menjamu tamu dari berbagai daerah, Porsenijar VII telah melampaui makna sebuah kompetisi.


    Ia menjelma menjadi perayaan gotong royong, kepedulian sosial, dan persatuan yang memperlihatkan wajah asli Kabupaten Sidenreng Rappang—daerah yang tidak hanya sukses menjadi tuan rumah, tetapi juga berhasil membuat para tamunya merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar Sidrap.

    Komentar

    Tampilkan