-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Tradisi Menjaga Kebersihan dan Gotong Royong Warga Kadidi Berbuah Prestasi hingga Tingkat Provinsi Sulsel

    Satry Polang
    Selasa, 25 Agustus 2026, Agustus 25, 2026 WIB Last Updated 2026-08-26T06:41:45Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Tradisi Menjaga Kebersihan dan Gotong Royong Warga Kadidi Berbuah Prestasi hingga Tingkat Provinsi Sulsel


    SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Prestasi Kelurahan Kadidi, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), sebagai Juara II Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, tidak lahir secara instan.


    Di balik penghargaan tersebut, terdapat kebiasaan sederhana yang terus dirawat masyarakat: gotong royong menjaga kebersihan lingkungan secara rutin setiap Jumat.


    Tradisi Jumat Bersih menjadi salah satu kekuatan Kelurahan Kadidi dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman.


    Kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat di Kelurahan Kadidi. Warga secara bersama-sama membersihkan lingkungan, fasilitas umum dan kawasan permukiman.


    Bagi masyarakat Kadidi, kebersihan bukan sekadar kegiatan seremonial menjelang penilaian lomba. Kebiasaan itu telah diarahkan menjadi bagian dari budaya hidup sehari-hari.


    Dari Kerja Bakti Menjadi Kesadaran Kolektif


    Ada hal menarik dari cara Kelurahan Kadidi membangun kebersihan lingkungan.


    Kegiatan kerja bakti tidak hanya mengandalkan aparatur kelurahan. Partisipasi masyarakat menjadi bagian utama.


    Setiap Jumat, warga bersama berbagai elemen masyarakat turun langsung membersihkan lingkungan masing-masing.


    Kebiasaan yang dilakukan secara konsisten tersebut perlahan membentuk kesadaran kolektif. Warga tidak lagi hanya menunggu instruksi ketika ada program kebersihan, tetapi mulai memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.


    Inilah yang kemudian menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.


    Kebersihan lingkungan akhirnya tidak berdiri sendiri. Ia menjadi cermin dari partisipasi masyarakat, kepedulian sosial dan kekuatan gotong royong yang tumbuh di tengah warga.


    Lurah Rusmin: Prestasi Adalah Hasil Keterlibatan Semua Pihak


    Lurah Kadidi, Rusmin, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.


    Menurutnya, keberhasilan Kelurahan Kadidi meraih Juara II tingkat provinsi tidak dapat dilekatkan kepada satu pihak saja.


    Prestasi itu merupakan hasil keterlibatan berbagai unsur masyarakat dan seluruh elemen yang selama ini bersama-sama membangun Kelurahan Kadidi.


    Dukungan masyarakat, menurutnya, menjadi energi penting dalam menjaga kebersihan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan lingkungan.


    Sikap tersebut juga menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah kelurahan tidak hanya diukur dari kualitas aparatur pemerintahannya, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat ikut mengambil peran dalam pembangunan.


    Kebersihan Menjadi Modal dalam Lomba Kelurahan


    Dalam konteks Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi, kebersihan lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penilaian secara menyeluruh.


    Kelurahan yang mampu menjaga lingkungannya secara konsisten menunjukkan adanya tata kelola sosial yang berjalan.


    Di Kadidi, indikator tersebut terlihat melalui kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan secara rutin.


    Kegiatan Jumat Bersih memperlihatkan tiga kekuatan sekaligus: kepedulian masyarakat, konsistensi kegiatan dan partisipasi lintas elemen.


    Ketiganya menjadi modal sosial yang memperkuat posisi Kelurahan Kadidi ketika tampil mewakili Kabupaten Sidenreng Rappang di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.


    Bersih, Kompak dan Berkelanjutan


    Jika ditarik lebih jauh, tradisi Jumat Bersih sebenarnya menyimpan pesan pembangunan yang lebih besar.


    Kebersihan lingkungan tidak akan bertahan hanya karena adanya lomba atau penilaian. Ia membutuhkan kebiasaan yang dilakukan terus-menerus.


    Karena itu, keberhasilan Kadidi bukan hanya tentang bagaimana kelurahan terlihat bersih ketika tim penilai datang.


    Yang lebih penting adalah bagaimana kesadaran tersebut tetap hidup ketika tidak ada penilaian.


    Di sinilah kekuatan pengalaman masyarakat Kadidi terlihat. Gotong royong yang dilakukan berulang kali telah berubah menjadi kebiasaan, dan kebiasaan perlahan berubah menjadi budaya.


    Lima Fakta Menarik di Balik Juara II Kelurahan Kadidi


    1. Mewakili Kabupaten Sidrap di tingkat provinsi

    Kelurahan Kadidi dipercaya menjadi perwakilan Kabupaten Sidenreng Rappang dalam Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.


    2. Berhasil meraih Juara II tingkat Sulsel

    Konsistensi pembangunan dan partisipasi masyarakat mengantarkan Kadidi meraih posisi Juara II tingkat provinsi.


    3. Jumat Bersih dilaksanakan secara rutin

    Kegiatan kerja bakti bersama dilaksanakan setiap Jumat dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.


    4. Kesadaran kebersihan mulai menjadi budaya warga

    Kegiatan rutin membuat masyarakat semakin sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing, bukan hanya saat ada kegiatan lomba.


    5. Prestasi lahir dari kolaborasi

    Lurah Rusmin menegaskan bahwa capaian Kadidi merupakan hasil keterlibatan dan dukungan semua pihak, terutama masyarakat.


    Bukan Sekadar Juara, tetapi Warisan Kebiasaan Baik


    Juara II tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tentu menjadi kebanggaan bagi Kelurahan Kadidi dan Kabupaten Sidenreng Rappang.


    Namun, nilai terbesar dari capaian tersebut justru berada di balik piala dan penghargaan.


    Ada kebiasaan yang telah tumbuh. Ada masyarakat yang semakin peduli. Ada semangat gotong royong yang terus dijaga.


    Karena pada akhirnya, kelurahan yang hebat bukan hanya kelurahan yang mampu meraih penghargaan, tetapi kelurahan yang mampu menjadikan penghargaan sebagai motivasi untuk mempertahankan kebiasaan baik.


    Dari Jumat Bersih, Kadidi belajar bahwa perubahan besar dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan bersama dan secara konsisten.


    Ketika warga bergerak bersama, lingkungan menjadi bersih. Ketika kesadaran tumbuh bersama, prestasi pun mengikuti.


    Kelurahan Kadidi membuktikan, gotong royong bukan sekadar tradisi—ia adalah kekuatan pembangunan.

    Komentar

    Tampilkan