![]() |
UPT SMAN 2 Sidenreng Rappang Gelar Sosialisasi Pencegahan Merokok Usia Dini Bersama Dinas Kesehatan Sidrap |
NARASIRAKYAT, 26 November 2025 — UPT SMAN 2 Sidenreng Rappang kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas asap rokok. Pada Senin, 26 November 2025, sekolah ini melaksanakan Sosialisasi Pencegahan Merokok Usia Dini yang digelar oleh Dinas Kesehatan Sidrap Bidang P2P.
Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang bahaya merokok, risiko kesehatan jangka panjang, hingga konsekuensi sosial yang dapat menghambat masa depan mereka.
Dalam sosialisasi ini, tim P2P Dinas Kesehatan menyampaikan berbagai materi penting seperti:
-
Dampak kesehatan akibat paparan nikotin dan zat berbahaya lainnya.
-
Korelasi merokok usia dini dengan penyakit kronis.
-
Pengaruh lingkungan dan pergaulan terhadap perilaku merokok.
-
Pencegahan melalui kontrol diri, peran keluarga, dan lingkungan sekolah.
Penyampaian dilakukan dengan pendekatan interaktif, dilengkapi video edukasi dan sesi tanya jawab yang membuat siswa lebih memahami risiko bahaya rokok.
Kepala UPT SMAN 2 Sidenreng Rappang, Bapak Siswadi, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa sekolah sudah memiliki regulasi dan sanksi berat bagi siswa yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah.
Ia juga menekankan bahwa sekolah berkomitmen menciptakan zona aman dari perilaku merokok, baik di lingkungan belajar maupun kegiatan luar ruang yang melibatkan siswa.
Program ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa merokok usia dini dapat merusak kesehatan, merendahkan prestasi, dan mempengaruhi karakter disiplin siswa. Melalui kegiatan edukasi seperti ini, sekolah berharap siswa mampu menjadi agen perubahan dalam keluarga dan masyarakat.
5 Fakta Menarik tentang Sosialisasi di SMAN 2 Sidenreng Rappang
-
Melibatkan langsung Dinas Kesehatan Sidrap Bidang P2P, lembaga resmi yang menangani pencegahan penyakit dan perilaku berisiko.
-
Diikuti seluruh jenjang siswa SMA, sebagai langkah preventif jangka panjang.
-
Sekolah memiliki regulasi ketat anti-merokok, termasuk sanksi tegas bagi pelanggar.
-
Materi disampaikan secara interaktif, membuat siswa aktif bertanya dan berdiskusi.
-
Kegiatan ini menjadi bagian dari program sekolah sehat, mendukung karakter peserta didik yang disiplin dan berperilaku positif.
Melalui edukasi yang tepat dan konsisten, sekolah tidak hanya membentuk siswa berprestasi, tetapi juga pribadi yang sehat, kuat, dan siap menghadapi masa depan tanpa asap rokok yang mengaburkan cita-cita.










