![]() |
Viral! Muh. Sanusi ASN Kolaka Utara Tulis Pesan Haru untuk Guru-Gurunya di Sidrap |
NARASIRAKYAT — Memperingati Hari Guru Nasional sekaligus HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80, Muh. Sanusi, putra daerah Sidrap yang kini mengabdi sebagai ASN di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, menyampaikan pesan apresiasi yang mendalam dan sarat haru untuk para guru yang telah membentuk perjalanan hidup dan kariernya.
Selain sebagai ASN, Sanusi juga dikenal sebagai akademisi, yang pernah mengabdikan dirinya sebagai guru dan dosen. Pengalamannya di dunia pendidikan membuat refleksi Hari Guru kali ini terasa semakin bermakna.
Dalam pesan resminya, Sanusi menegaskan bahwa apa yang ia capai hari ini tidak lepas dari peran guru yang menjadi pelita, pembimbing, sekaligus pembentuk karakter sejak masa kecil.
“Selamat Hari Guru Nasional ke-80. Kita bisa menulis dan membaca karena guru. Tanpa guru, kita mungkin bukan siapa-siapa. Terima kasih untuk pengabdianmu. Jaya selalu guruku, doa terbaikku menyertaimu,” ungkapnya penuh haru.
Sanusi juga memberikan apresiasi khusus kepada para pendidik di lembaga-lembaga tempat ia menempuh pendidikan, mulai dari SD hingga perguruan tinggi.
Sanusi menuturkan bahwa guru-guru di SDN 4 Pangsid, SMPN 3 Pangsid, dan SMUN 467 Pangsid merupakan figur penting yang membentuk landasan pendidikan dan karakter dirinya. Ia kemudian melanjutkan pendidikan formal di dunia akademis lewat D2 Akta 2 UMI Makassar dan S1 Pendidikan Kewarganegaraan UVRI Makassar, yang semakin mematangkan wawasan dan pengabdian dirinya.
“Terima kasih kepada semua Bapak dan Ibu Guru serta dosen, dari SDN 4 Pangsid hingga UVRI Makassar. Dari tangan mulia Andalah saya belajar arti disiplin, perjuangan, dan masa depan,” ujarnya.
Dalam refleksinya, Sanusi menyampaikan bahwa guru bukan hanya pengajar ilmu akademik, melainkan pembentuk nilai moral, etika, dan tanggung jawab yang menjadi bekal dalam tugasnya sebagai aparat negara.
“Saya adalah bukti kecil bahwa didikan tulus para guru dan dosen mampu membawa seseorang menuju jalan pengabdian,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kehormatan profesi guru dan mendoakan mereka yang bekerja dalam kesunyian, namun memberi dampak sebesar-besarnya bagi masa depan bangsa.
5 FAKTA MENARIK
-
Alumni Tiga Sekolah di Sidrap
SDN 4 Pangsid, SMPN 3 Pangsid, dan SMUN 467 Pangsid menjadi fondasi kuat pembentukan karakter Muh. Sanusi. -
ASN yang Tak Lupa Kampung Halaman
Meski kini mengabdi di Kolaka Utara, kedekatan emosionalnya dengan Sidrap tetap kuat dan ia selalu menyebut daerah asalnya sebagai “tempat pembentukan jiwa.” -
Akademisi Berpengalaman
Pernah menempuh pendidikan di UMI Makassar dan UVRI Makassar, serta aktif mengajar di berbagai sekolah. -
Refleksi PGRI ke-80
Pesan Sanusi menjadi bagian dari momentum nasional untuk menegaskan kembali pentingnya peran guru di era digital. -
Guru Tetap Tak Tergantikan
Ia menegaskan bahwa secanggih apa pun teknologi, kehadiran guru tidak dapat digantikan oleh mesin, aplikasi, atau kecerdasan buatan.
Profil Lengkap Perjalanan Karier Muh. Sanusi
Berikut rekam jejak kariernya di dunia pendidikan dan pemerintahan:
-
Guru SD Sarona (2004–2008)
-
Guru SD Lahabaru (2009–2013)
-
Guru SD Latowu (2013–2014)
-
Staf UPTD Diknas Ngapa–Watunohu (2014–2015)
-
Kasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kel. Lapai (2016–2019)
-
Penjabat (Pj) Desa Padaelo (2016–2018)
-
Kasi Dinas Kebakaran (Kepala Pos 2 Damkar Lapai) (2019–2022)
-
Lurah Lapai (2022–2025)
-
Staf Kecamatan Wawo (2025–sekarang)
Perjalanan panjang ini menunjukkan komitmen Sanusi dalam dua dunia pendidikan dan pengabdian publik.
Hari Guru Nasional adalah pengingat bahwa di balik setiap keberhasilan seseorang, ada sosok guru yang bekerja dengan keikhlasan, kesabaran, dan dedikasi tanpa batas. Melalui apresiasi tulus Muh. Sanusi, kita kembali disadarkan bahwa guru bukan sekadar profesi—melainkan cahaya yang membangun masa depan bangsa.
Selamat Hari Guru Nasional.
Selamat HUT PGRI ke-80.
Hormat setinggi-tingginya untuk seluruh guru Indonesia.










