![]() |
Angin Kencang Terjang Dua Desa di Sidrap, BPBD Bergerak Cepat Lakukan Penanganan |
NARASIRAKYAT — Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada Selasa, 20 Januari 2026, sekitar pukul 15.10 WITA. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan ringan pada dua unit rumah warga di Desa Bola Bulu, Kecamatan Pitu Riase, dan Desa Sumpang Mango, Kecamatan Pitu Riawa.
Berdasarkan laporan resmi Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS) BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang, kejadian ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba. Meski menimbulkan kerusakan pada rumah warga, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Sidrap sejak sore hari disertai hembusan angin kencang menyebabkan bagian atap dan struktur ringan rumah warga mengalami kerusakan. Di Desa Bola Bulu, satu kepala keluarga terdampak, yakni KK Amri T (68), bersama istri, anak-anak, serta satu anggota keluarga lanjut usia. Sementara di Desa Sumpang Mango, satu rumah milik KK Isadi (66) juga mengalami kerusakan ringan.
Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sidrap bersama aparat desa setempat segera turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan, asesmen, serta pendataan dampak kejadian.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen dalam penanggulangan bencana, BPBD Sidrap langsung melakukan serangkaian upaya penanganan, mulai dari koordinasi lintas sektor, asesmen lapangan, hingga dokumentasi dan pelaporan resmi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti sesuai prosedur kebencanaan.
BPBD Sidrap juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat kondisi cuaca yang masih dinamis dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi lanjutan.
Lima Fakta Penting Kejadian Angin Kencang di Sidrap
Terjadi pada Selasa, 20 Januari 2026, pukul 15.10 WITA.
Melanda dua desa di dua kecamatan: Bola Bulu (Pitu Riase) dan Sumpang Mango (Pitu Riawa).
Menyebabkan 2 unit rumah rusak ringan.
Tidak ada korban jiwa, namun sejumlah warga terdampak langsung.
Penanganan dilakukan cepat oleh TRC BPBD Sidrap bersama aparat desa.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan dan respons cepat merupakan kunci utama dalam menghadapi bencana. Kehadiran BPBD Sidrap di lapangan menunjukkan komitmen negara dalam melindungi masyarakat, sekaligus menguatkan semangat gotong royong antara pemerintah dan warga. Dengan kewaspadaan bersama dan koordinasi yang solid, dampak bencana dapat diminimalkan, dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.








