-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     

     



     


     


     


     


     


     

     





     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Mahasiswa IAIN Bone dan PMII Turun ke Jalan, Soroti Narkotika dan Program MBG

    Satry Polang
    Kamis, 12 Maret 2026, Maret 12, 2026 WIB Last Updated 2026-03-13T01:57:18Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Mahasiswa IAIN Bone dan PMII Turun ke Jalan, Soroti Narkotika dan Program MBG



    NARASIRAKYAT  — Gelombang kritik terhadap kinerja lembaga negara kembali disuarakan kalangan mahasiswa. Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dari IAIN Bone bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Bone menggelar aksi demonstrasi di sejumlah lembaga pemerintahan di Kabupaten Bone sebagai bentuk kritik terhadap lemahnya pengawasan publik serta respons lembaga negara terhadap persoalan yang dinilai meresahkan masyarakat.


    Aksi tersebut digelar di tiga titik strategis pemerintahan, yakni Polres Bone, DPRD Kabupaten Bone, dan Pemerintah Kabupaten Bone.


    Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti dua isu utama yang dianggap mendesak, yakni maraknya peredaran narkotika di Kabupaten Bone serta pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang dinilai perlu diawasi lebih ketat dan transparan.


    Ultimatum Mahasiswa soal Peredaran Narkotika

    Presiden Mahasiswa IAIN Bone, Muhammad Farhan, dalam orasinya menyampaikan peringatan keras kepada aparat penegak hukum agar lebih serius dalam menangani persoalan narkotika di daerah tersebut.


    Menurutnya, situasi peredaran narkoba di Kabupaten Bone sudah berada pada level yang mengkhawatirkan dan membutuhkan langkah tegas dari aparat penegak hukum.

    “Kami memberikan ultimatum kepada aparat penegak hukum di Kabupaten Bone agar tidak menutup mata terhadap maraknya peredaran narkotika. Jika penanganannya tidak dilakukan secara serius dan transparan, maka kami akan terus kembali turun ke jalan untuk memastikan hukum benar-benar berpihak kepada masyarakat,” tegas Farhan dalam orasinya.

     

    Ia juga menyinggung kondisi lembaga pemasyarakatan yang menurutnya menunjukkan tingkat seriusnya persoalan narkotika di daerah tersebut. Farhan menyebut bahwa sebagian besar penghuni lapas berkaitan dengan kasus narkoba, sehingga kondisi tersebut menjadi indikator bahwa Bone tengah menghadapi persoalan serius yang memerlukan perhatian semua pihak.





    Ketegangan di Gedung DPRD Bone

    Setelah menyampaikan aspirasi di Polres Bone, massa aksi bergerak menuju gedung DPRD Kabupaten Bone.


    Namun di lokasi tersebut mahasiswa mengaku kecewa karena tidak ada satu pun anggota DPRD yang hadir sejak awal untuk menerima aspirasi mereka.


    Mahasiswa menyebut telah menunggu cukup lama di depan gedung DPRD hingga akhirnya terjadi ketegangan antara massa aksi dengan aparat kepolisian yang berjaga.


    Situasi sempat memanas hingga terjadi aksi saling dorong di lokasi demonstrasi.

    Dalam insiden tersebut, Presiden Mahasiswa IAIN Bone dilaporkan mengalami luka di bagian tangan saat massa berusaha menyampaikan aspirasi mereka.

    “Sangat disayangkan, dari 45 anggota DPRD Kabupaten Bone yang seharusnya menjadi wakil rakyat, tidak ada yang hadir sejak awal untuk menemui massa aksi. Padahal kami datang membawa aspirasi masyarakat,” kata Farhan.

     

    Mahasiswa menyebut bahwa mereka menunggu sekitar dua jam sebelum akhirnya ada perwakilan yang muncul untuk merespons aspirasi massa.


    Soroti Pengawasan Program Makanan Bergizi Gratis

    Aksi demonstrasi kemudian dilanjutkan ke kantor Pemerintah Kabupaten Bone.

    Di lokasi tersebut mahasiswa kembali menyampaikan kekecewaan karena pejabat yang memiliki kewenangan langsung tidak hadir menemui massa aksi.


    Pihak yang datang kemudian adalah perwakilan dari Satgas Percepatan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menurut mahasiswa baru hadir menjelang sore hari.


    Program Makanan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi pelajar di berbagai daerah.


    Namun mahasiswa menilai program tersebut perlu diawasi secara lebih transparan agar implementasinya benar-benar tepat sasaran.

    “Kami sangat menyayangkan lambatnya respons dari pihak Satgas Percepatan MBG yang baru hadir menjelang sore. Padahal sebagai pejabat publik, mereka memiliki tanggung jawab untuk segera merespons aspirasi masyarakat,” ujar Farhan.


    Lima Fakta Penting Aksi Mahasiswa di Bone

    1. Digelar di Tiga Lembaga Pemerintahan
    Aksi berlangsung di Polres Bone, DPRD Bone, dan Kantor Pemerintah Daerah Bone.

    2. Dua Isu Utama Disorot Mahasiswa
    Peredaran narkotika dan pengawasan program Makanan Bergizi Gratis menjadi fokus utama demonstrasi.

    3. Ketegangan Terjadi di DPRD Bone
    Massa aksi sempat terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian setelah menunggu lama tanpa kepastian.

    4. Presiden Mahasiswa Mengalami Luka
    Muhammad Farhan dilaporkan mengalami luka di bagian tangan saat terjadi dorongan di lokasi aksi.

    5. Mahasiswa Soroti Respons Pejabat Publik
    Mahasiswa menilai respons lembaga negara terhadap aspirasi masyarakat masih lambat dan kurang terbuka.


    Aksi mahasiswa di Kabupaten Bone kembali menegaskan bahwa peran mahasiswa sebagai penjaga moral dan kontrol sosial masih sangat relevan dalam kehidupan demokrasi.


    Melalui suara kritis yang disampaikan secara terbuka, mahasiswa berharap lembaga negara dapat lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.


    Bagi mereka, menyampaikan kritik bukan sekadar bentuk protes, melainkan bagian dari tanggung jawab akademik dan moral untuk memastikan bahwa setiap kebijakan publik benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat serta dijalankan secara transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

    Komentar

    Tampilkan