![]() |
BDM Sidrap Turun Langsung! Apresiasi Guru Ngaji Kampung yang Menginspirasi |
NARASIRAKYAT — Komitmen membangun generasi Qur’ani terus digaungkan oleh Bangkit Dari Masjid Sidrap (BDM) melalui aksi nyata yang menyentuh hati. Komunitas ini melakukan kunjungan langsung kepada para guru mengaji kampung di wilayah Kecamatan Maritengngae dan Kecamatan Wattang Pulu sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membina generasi muda.
Kegiatan ini tidak sekadar kunjungan, tetapi juga menjadi momentum penghargaan moral bagi para pengajar Al-Qur’an yang selama ini berjuang dalam kesederhanaan, jauh dari sorotan publik.
Dedikasi Tanpa Pamrih, Mengajar dari Rumah ke Rumah
Salah satu sosok inspiratif yang dikunjungi adalah Nani Laengge (56), yang telah mengabdi selama 10 tahun sebagai guru mengaji. Ia mengajar di kediamannya di Jalan Poros Sereang, dengan semangat yang tetap menyala dalam membimbing anak-anak membaca Al-Qur’an.
Kunjungan juga dilakukan kepada Mulyana (46) serta Suriani M (50) yang telah mengajar selama 25 tahun. Meski mengalami keterbatasan fisik akibat kecelakaan yang menyebabkan kelumpuhan pada kakinya, Suriani tetap istiqamah mengajar dalam posisi duduk.
Keteguhan Suriani menjadi simbol bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berbuat kebaikan.
Carawali, Semangat Mengajar Tak Pernah Padam
Perjalanan BDM berlanjut dengan mengunjungi Hj Mu’min (68) di wilayah Carawali, Kecamatan Wattang Pulu. Selama 25 tahun, ia terus aktif membina santri dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, meski usia tak lagi muda.
Apresiasi Warga dan Dukungan Komunitas
Kehadiran BDM disambut hangat oleh masyarakat. Salah satu warga, Nina, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian komunitas terhadap para guru mengaji kampung.
“Sudah lama saya melihat kegiatan BDM di media sosial, ternyata mereka benar-benar turun langsung mengunjungi para guru mengaji tanpa melihat kondisi mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Bendahara BDM, Amran, menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah memberikan informasi terkait para guru mengaji.
“Kami bisa hadir di sini karena informasi dari masyarakat. Ini adalah bentuk kolaborasi kebaikan,” ungkapnya.
Harapan dan Doa Mengalir di Akhir Pertemuan
Di akhir kunjungan, suasana haru tak terhindarkan. Para guru mengaji kampung yang dikunjungi mengaku terkejut sekaligus bahagia atas perhatian yang diberikan.
“Kami tidak menyangka, ini pertama kalinya kami dikunjungi dan diapresiasi seperti ini. Terima kasih,” ungkap mereka dengan penuh haru.
Doa pun mengalir untuk seluruh anggota komunitas BDM dan para donatur yang telah berkontribusi.
5 Fakta Menarik Kegiatan BDM Ini
Sambangi Guru Mengaji Kampung – Dari Maritengngae hingga Wattang Pulu
Kisah Inspiratif – Guru tetap mengajar meski dalam keterbatasan fisik
Pengabdian Puluhan Tahun – Hingga 25 tahun mengajar Al-Qur’an
Dukungan Masyarakat – Informasi berasal dari warga sekitar
Apresiasi Langsung – Memberi semangat dan perhatian nyata
Merawat Cahaya dari Kampung
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di balik kemajuan zaman, masih ada sosok-sosok sederhana yang menjaga cahaya Al-Qur’an tetap menyala di kampung-kampung.
Mereka mungkin tak dikenal luas, tetapi kontribusinya begitu besar dalam membentuk generasi berakhlak.
Dari rumah sederhana, dari suara lirih yang mengajarkan huruf demi huruf, lahir generasi yang kelak akan menerangi masa depan. Para guru mengaji kampung adalah penjaga cahaya yang tak pernah padam. Dan hari itu, BDM hadir—bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa penghargaan yang selama ini mungkin tak pernah mereka rasakan.


















