![]() |
DISKUSI PUBLIK UNISAN SIDRAP SUKSES, GAUNGKAN KEADILAN BAGI PENYINTAS DALAM SEMANGAT KARTINI |
NARASIRAKYAT — Universitas Ichsan Sidenreng Rappang kembali menunjukkan perannya sebagai ruang intelektual yang responsif terhadap isu sosial melalui diskusi publik bertema “Merawat Nyala Kartini: Membasuh Luka Penyintas, Menjemput Keadilan yang Terampas” yang digelar pada Senin, 27 April 2026 di Aula kampus.
Mengangkat semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini, kegiatan ini menjadi refleksi penting dalam memperkuat kesadaran akan keadilan dan perlindungan bagi penyintas kekerasan, khususnya di lingkungan akademik.
Forum Intelektual yang Hidup dan Interaktif
Diskusi berlangsung dinamis dan penuh antusiasme, diikuti oleh mahasiswa dan civitas akademika. Acara dipandu oleh Angelica sebagai moderator yang mampu menghidupkan suasana dialog terbuka dan kritis.
Berbagai perspektif disampaikan oleh narasumber, menjadikan forum ini tidak hanya informatif, tetapi juga reflektif dan menggugah kesadaran peserta.
Sorotan Hukum dan Perlindungan Penyintas
Dalam pemaparannya, Aliyyul Qayyum Nugraha menekankan pentingnya pemahaman hukum dalam melindungi hak-hak penyintas.
Ia mengungkapkan bahwa meskipun regulasi telah tersedia, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan.
“Penegakan hukum harus benar-benar berpihak pada keadilan, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.
Peran Komunitas dalam Pemulihan
Sementara itu, Aryuni Juminarni menyoroti pentingnya dukungan komunitas dalam proses pemulihan penyintas.
Menurutnya, pemulihan tidak bisa dibebankan pada individu semata, tetapi membutuhkan keterlibatan kolektif masyarakat.
“Penyintas butuh ruang aman, empati, dan dukungan nyata dari lingkungan sekitar,” ujarnya.
Mahasiswa Dorong Ruang Aman di Kampus
Presiden Mahasiswa UNISAN Sidrap, Yadha Yanti Lahang, mengajak seluruh elemen kampus untuk lebih peka terhadap isu kekerasan dan berani menyuarakan keadilan.
Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan penyintas.
5 Fakta Menarik Diskusi Publik Ini
Tema Kritis dan Relevan – Fokus pada keadilan bagi penyintas
Narasumber Beragam – Dari akademisi hingga aktivis sosial
Diskusi Interaktif – Peserta aktif bertanya dan berdialog
Semangat Kartini – Menghidupkan nilai perjuangan perempuan
Dorong Perubahan Kampus – Menuju ruang aman dan inklusif
Peran Kampus sebagai Agen Perubahan Sosial
Kegiatan ini menegaskan bahwa kampus bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan.
Melalui diskusi seperti ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga bertindak nyata dalam memperjuangkan keadilan.
Dari ruang diskusi yang sederhana, lahir keberanian untuk menyuarakan kebenaran. Seperti Kartini yang menyalakan cahaya di zamannya, hari ini mahasiswa melanjutkan nyala itu—untuk keadilan, kemanusiaan, dan masa depan yang lebih beradab. Karena keadilan tidak datang dengan sendirinya, tetapi diperjuangkan bersama.


















