-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    DISKUSI PUBLIK UNISAN SIDRAP SUKSES, GAUNGKAN KEADILAN BAGI PENYINTAS DALAM SEMANGAT KARTINI

    Satry Polang
    Senin, 27 April 2026, April 27, 2026 WIB Last Updated 2026-04-27T12:30:16Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    DISKUSI PUBLIK UNISAN SIDRAP SUKSES, GAUNGKAN KEADILAN BAGI PENYINTAS DALAM SEMANGAT KARTINI



    NARASIRAKYAT  — Universitas Ichsan Sidenreng Rappang kembali menunjukkan perannya sebagai ruang intelektual yang responsif terhadap isu sosial melalui diskusi publik bertema “Merawat Nyala Kartini: Membasuh Luka Penyintas, Menjemput Keadilan yang Terampas” yang digelar pada Senin, 27 April 2026 di Aula kampus.


    Mengangkat semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini, kegiatan ini menjadi refleksi penting dalam memperkuat kesadaran akan keadilan dan perlindungan bagi penyintas kekerasan, khususnya di lingkungan akademik.


    Forum Intelektual yang Hidup dan Interaktif

    Diskusi berlangsung dinamis dan penuh antusiasme, diikuti oleh mahasiswa dan civitas akademika. Acara dipandu oleh Angelica sebagai moderator yang mampu menghidupkan suasana dialog terbuka dan kritis.


    Berbagai perspektif disampaikan oleh narasumber, menjadikan forum ini tidak hanya informatif, tetapi juga reflektif dan menggugah kesadaran peserta.


    Sorotan Hukum dan Perlindungan Penyintas

    Dalam pemaparannya, Aliyyul Qayyum Nugraha menekankan pentingnya pemahaman hukum dalam melindungi hak-hak penyintas.


    Ia mengungkapkan bahwa meskipun regulasi telah tersedia, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan.


    “Penegakan hukum harus benar-benar berpihak pada keadilan, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.


    Peran Komunitas dalam Pemulihan

    Sementara itu, Aryuni Juminarni menyoroti pentingnya dukungan komunitas dalam proses pemulihan penyintas.


    Menurutnya, pemulihan tidak bisa dibebankan pada individu semata, tetapi membutuhkan keterlibatan kolektif masyarakat.


    “Penyintas butuh ruang aman, empati, dan dukungan nyata dari lingkungan sekitar,” ujarnya.


    Mahasiswa Dorong Ruang Aman di Kampus

    Presiden Mahasiswa UNISAN Sidrap, Yadha Yanti Lahang, mengajak seluruh elemen kampus untuk lebih peka terhadap isu kekerasan dan berani menyuarakan keadilan.


    Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan penyintas.


    5 Fakta Menarik Diskusi Publik Ini

    1. Tema Kritis dan Relevan – Fokus pada keadilan bagi penyintas

    2. Narasumber Beragam – Dari akademisi hingga aktivis sosial

    3. Diskusi Interaktif – Peserta aktif bertanya dan berdialog

    4. Semangat Kartini – Menghidupkan nilai perjuangan perempuan

    5. Dorong Perubahan Kampus – Menuju ruang aman dan inklusif


    Peran Kampus sebagai Agen Perubahan Sosial

    Kegiatan ini menegaskan bahwa kampus bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan.


    Melalui diskusi seperti ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga bertindak nyata dalam memperjuangkan keadilan.


    Dari ruang diskusi yang sederhana, lahir keberanian untuk menyuarakan kebenaran. Seperti Kartini yang menyalakan cahaya di zamannya, hari ini mahasiswa melanjutkan nyala itu—untuk keadilan, kemanusiaan, dan masa depan yang lebih beradab. Karena keadilan tidak datang dengan sendirinya, tetapi diperjuangkan bersama.

    Komentar

    Tampilkan