![]() |
Mahasiswa UNISAN Sidrap Uji Integritas Kepolisian dalam Diskusi Terbuka Bersama Polres Sidrap |
NARASIRAKYAT — Budaya akademik yang kritis kembali ditunjukkan mahasiswa Universitas Ichsan Sidenreng Rappang melalui kegiatan diskusi publik yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Ichsan Sidenreng Rappang bersama BEM Fakultas Ilmu Komputer Universitas Ichsan Sidenreng Rappang.
Kegiatan bertajuk “Kepolisian dalam Ujian Publik: Transparansi, Integritas, dan Masa Depan Keadilan” tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 14 Maret 2026 mulai pukul 16.00 WITA hingga selesai.
Forum diskusi ini menjadi ruang dialog terbuka antara mahasiswa dan aparat penegak hukum untuk membahas isu penting mengenai transparansi, integritas, serta masa depan sistem keadilan di Indonesia.
Dialog Terbuka antara Mahasiswa dan Kepolisian
Diskusi publik ini menghadirkan IPTU Andi Aswan, Kepala Satuan Intelijen Polres Sidenreng Rappang, sebagai pembicara utama.
Dalam pemaparannya, IPTU Andi Aswan menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi institusi kepolisian di era keterbukaan informasi, terutama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
Menurutnya, transparansi dan integritas merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun institusi kepolisian yang profesional dan akuntabel.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat, termasuk dengan kalangan mahasiswa sebagai bagian dari kontrol sosial yang konstruktif.
Suara Kritis Mahasiswa dalam Mengawal Demokrasi
Perspektif kritis dari kalangan mahasiswa disampaikan oleh Umair, Ketua BEM Fakultas Ilmu Komputer Universitas Ichsan Sidenreng Rappang.
Dalam pandangannya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal praktik demokrasi dan keadilan sosial melalui ruang-ruang diskusi akademik.
Menurutnya, kegiatan diskusi publik seperti ini menjadi sarana strategis untuk membangun kesadaran intelektual mahasiswa agar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga peka terhadap dinamika sosial dan kebijakan publik.
“Mahasiswa harus hadir sebagai kekuatan intelektual yang mampu mengkritisi sekaligus memberikan gagasan konstruktif bagi masa depan demokrasi dan keadilan,” ungkap Umair.
Diskusi Dinamis dan Partisipatif
Jalannya diskusi dipandu oleh M. Akram yang berperan sebagai moderator.
Dengan pendekatan dialogis, forum berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan, kritik, serta gagasan mengenai berbagai isu terkait transparansi institusi dan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.
Atmosfer diskusi yang terbuka tersebut mencerminkan semangat kebebasan akademik yang sehat dalam lingkungan kampus.
Kampus sebagai Ruang Tumbuhnya Pemikiran Kritis
Kegiatan ini menunjukkan bahwa Universitas Ichsan Sidenreng Rappang tidak hanya fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya berpikir kritis, dialogis, dan partisipatif di kalangan mahasiswa.
Melalui forum-forum intelektual seperti diskusi publik, mahasiswa diajak untuk memahami berbagai persoalan sosial secara lebih mendalam sekaligus mengasah kemampuan berpikir analitis dan argumentatif.
Atmosfer akademik seperti ini menjadikan kampus sebagai ruang pembelajaran yang hidup, inklusif, dan relevan dengan dinamika masyarakat.
Lima Fakta Menarik Diskusi Publik di UNISAN Sidrap
1. Kolaborasi Dua Organisasi Mahasiswa
Diskusi diselenggarakan oleh BEM Universitas bersama BEM Fakultas Ilmu Komputer.
2. Angkat Tema Transparansi Kepolisian
Topik diskusi menyoroti integritas, transparansi, dan masa depan sistem keadilan.
3. Hadirkan Narasumber dari Kepolisian
Kasat Intel Polres Sidrap menjadi pembicara utama dalam forum tersebut.
4. Mahasiswa Sampaikan Perspektif Kritis
Ketua BEM FIKOM menyampaikan pandangan mengenai peran mahasiswa dalam demokrasi.
5. Forum Diskusi Interaktif
Peserta aktif menyampaikan pertanyaan, kritik, dan gagasan dalam dialog terbuka.
Diskusi publik yang digelar mahasiswa Universitas Ichsan Sidenreng Rappang menjadi bukti bahwa kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang lahirnya gagasan dan kesadaran sosial.
Ketika mahasiswa berani berdialog dengan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum, maka lahirlah ruang demokrasi yang sehat dan konstruktif.
Melalui kegiatan intelektual seperti ini, UNISAN Sidrap terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang kritis, berintegritas, dan peduli terhadap masa depan keadilan serta pembangunan bangsa.







.jpeg)











