![]() |
IPIM Pancarijang Resmi Dilantik, Teguhkan Peran Imam Masjid dan Petugas Syara’ |
NARASIRAKYAT — Pelantikan Pimpinan Cabang Ikatan Persaudaraan Imam Masjid Indonesia (IPIM) Kecamatan Pancarijang Periode 2025–2026 berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 H, pembagian kartu BPJS Ketenagakerjaan, serta buku khutbah berbahasa Bugis bagi para imam dan petugas syara’.
Acara digelar di Masjid An-Nur Lake Bata, Rappang, pada Jumat, 16 Januari 2026, dan dihadiri oleh para imam masjid, petugas syara’, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah dan organisasi keagamaan se-Kecamatan Pancarijang.
Pelantikan ini menjadi bagian dari pemenuhan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IPIM, sekaligus wujud implementasi program kerja organisasi untuk memastikan kelangsungan kaderisasi imam masjid dan petugas syara’ di tengah masyarakat.
Selain penguatan kelembagaan, kegiatan ini juga membawa pesan besar tentang harapan masa depan Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai lumbung beras Indonesia, lumbung telur, dan lumbung penghafal Al-Qur’an, dengan masjid sebagai pusat pembinaan umat.
Ketua IPIM Kabupaten Sidrap yang juga pembawa hikmah Isra’ Mi’raj, Ustadz K. H. Bakhtiar, S.HI., M.Si., menegaskan pentingnya istiqamah dalam profesi keumatan.
Ia berharap IPIM Pancarijang tetap konsisten mengurus masjid dan umat, meskipun insentif atau gaji dari pemerintah masih terbatas.
“Mengurus masjid dan umat adalah amanah besar. Jangan pernah mengukur pengabdian dengan materi semata, tetapi dengan keberkahan dan kemaslahatan umat,” pesannya.
Sekretaris MUI Pancarijang Periode 2025–2026, Jamaluddin Suhufi, M.Pd.I, yang juga Imam Desa Timoreng Panua, mengungkapkan rasa syukur atas keterlibatan kader-kader muda dalam lembaga profesi ini.
Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 73 imam dan petugas syara’ yang aktif bertugas di masjid dan mushalla se-Kecamatan Pancarijang.
“Ini menjadi harapan besar bahwa regenerasi imam dan petugas syara’ berjalan dengan baik, dan masjid tetap hidup sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua MUI Pancarijang, Kepala KUA Pancarijang, Lurah Lalebata, para imam dan petugas syara’, tokoh masyarakat, serta tokoh perempuan Pancarijang, menandakan kuatnya sinergi lintas elemen dalam membangun kehidupan keagamaan.
Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin Ketua MUI Pancarijang, Agh. Sri Kasman, Lc, dilanjutkan makan malam bersama sebagai simbol kebersamaan dan ukhuwah.
Lima Fakta Menarik
Pelantikan IPIM dirangkaikan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H.
Imam dan petugas syara’ menerima kartu BPJS Ketenagakerjaan.
Dibagikan buku khutbah berbahasa Bugis untuk pelestarian dakwah lokal.
Tercatat sekitar 73 imam dan petugas syara’ aktif di Pancarijang.
Kegiatan dihadiri ulama, pemerintah, dan tokoh masyarakat secara lengkap.
Pelantikan IPIM Pancarijang bukan sekadar seremonial organisasi, melainkan peneguhan peran masjid sebagai pusat peradaban umat. Dengan semangat Isra’ Mi’raj, para imam dan petugas syara’ diharapkan terus menjaga nilai keikhlasan, istiqamah, dan pengabdian, demi terwujudnya Sidrap yang religius, mandiri, dan berkemajuan.







