![]() |
Kisah Inspiratif Muh. Idham Khalik Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Perubahan |
Penulis:
Nama: Husnul Alim
NIM: 50700123113
Kelas: 5 IKOM C
NARASIRAKYAT --- Tidak semua anak terlahir dengan kemudahan. Sebagian justru tumbuh dalam keterbatasan yang menuntut keteguhan sejak dini. Dari ruang hidup seperti itulah tekad Muh. Idham Khalik terbentuk—tekad untuk tidak menyerah pada keadaan dan menjadikan pendidikan sebagai jalan keluar menuju masa depan yang lebih baik.
Muh. Idham Khalik lahir di Sinjai pada 1 September 2005, di tengah keluarga sederhana yang mungkin tidak selalu memiliki kelimpahan materi, tetapi tidak pernah kehilangan harapan. Sejak kecil, ia terbiasa melihat bagaimana keterbatasan bukan untuk diratapi, melainkan dihadapi. Nilai itulah yang perlahan membentuk cara pandangnya terhadap hidup: bahwa keadaan boleh membatasi, tetapi mimpi tidak.
Masa SMA/MA menjadi fase awal pembuktian diri bagi Idham. Ia tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga belajar memikul tanggung jawab ketika dipercaya menjadi Ketua OSIM/OSIS. Posisi tersebut mengajarkannya banyak hal—mulai dari mengatur kegiatan, menyatukan perbedaan pendapat, hingga mengambil keputusan dalam situasi yang tidak selalu mudah.
Dari pengalaman itu, Idham memahami bahwa kepemimpinan tidak lahir dari kemewahan fasilitas, melainkan dari kemauan untuk belajar, mendengar, dan bertanggung jawab. Keterbatasan justru menjadi ruang latihan untuk menempa karakter dan keteguhan sikap.
Tekad Idham kembali diuji saat ia melangkah menuju jenjang pendidikan tinggi. Keterbatasan ekonomi menjadi tantangan nyata yang tidak bisa diabaikan. Namun, berhenti bukanlah pilihan. Dengan kerja keras dan ketekunan, ia terus berusaha mencari peluang.
Usaha itu berbuah ketika ia berhasil meraih Beasiswa Etos ID—sebuah capaian yang menjadi bukti bahwa tekad yang dijaga dengan kesungguhan mampu membuka jalan yang sebelumnya terasa tertutup. Beasiswa tersebut bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga penguat keyakinan bahwa perjuangan yang konsisten tidak pernah sia-sia.
Kini, Muh. Idham Khalik melanjutkan studinya sebagai mahasiswa S1 Ilmu Pemerintahan di Universitas Hasanuddin, Makassar. Di lingkungan kampus, ia membawa semangat yang sama: aktif, belajar, dan terus bertumbuh. Ia terlibat dalam berbagai organisasi dan kegiatan kemahasiswaan, menjadikan setiap ruang sebagai tempat menempa diri.
Bagi Idham, organisasi bukan sekadar aktivitas tambahan, melainkan proses pembelajaran untuk menghadapi realitas masyarakat yang kompleks. Ia percaya bahwa ilmu pemerintahan tidak cukup berhenti pada teori, tetapi harus hadir dalam aksi nyata.
Melalui keterlibatannya dalam kegiatan literasi, pengabdian, dan proyek sosial, Idham berusaha menjawab kegelisahannya terhadap kondisi pendidikan, khususnya di daerah-daerah yang masih mengalami keterbatasan. Ia meyakini bahwa setiap langkah kecil—sekecil apa pun—adalah bagian dari proses menghadirkan perubahan.
Kisah Muh. Idham Khalik adalah cerita tentang keberanian untuk terus melangkah meski keadaan tidak selalu mendukung. Dari Sinjai hingga Makassar, dari ruang kelas hingga ruang pengabdian, tekad itulah yang terus mengalahkan keterbatasan. Sebuah pengingat bahwa ketika kemauan dijaga dan diperjuangkan, keterbatasan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih bermakna.






