-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     

     


     



     

    Iklan

    Nasrullah: Sebuah Perjalanan dalam Dedikasi dan Ketekunan

    Satry Polang
    Senin, 05 Januari 2026, Januari 05, 2026 WIB Last Updated 2026-01-05T15:53:01Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Nasrullah: Sebuah Perjalanan dalam Dedikasi dan Ketekunan


    Penulis : Nurhikmah, Mahasiswa Ilmu komunikasi  UIN Alauddin Makassar

    NARASIRAKYAT --- Setiap orang memiliki figur yang memberi makna dalam perjalanan hidupnya. Sosok itu tidak selalu hadir sebagai tokoh besar di panggung nasional, tetapi sering kali tumbuh dari lingkungan terdekat—melalui keteladanan, konsistensi, dan kerja nyata. Bagi penulis, sosok tersebut adalah Nasrullah, seorang pendidik yang menapaki hidup dengan dedikasi, kepemimpinan, dan ketekunan yang teruji oleh waktu.

    Perjalanan Nasrullah bukan kisah instan tentang keberhasilan, melainkan rangkaian proses panjang yang dibangun sejak usia muda. Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), jiwa kepemimpinannya telah tampak. Ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS, sebuah amanah yang mengajarkannya arti tanggung jawab, kerja tim, serta keberanian mengambil peran di tengah komunitas.

    Memasuki jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), kepercayaan itu semakin besar. Nasrullah terpilih sebagai Ketua OSIS, dan di masa kepemimpinannya ia tidak hanya menjalankan roda organisasi, tetapi juga meninggalkan karya yang hingga kini tetap hidup. Ia menciptakan “Mars Kampus Cemara”, lagu yang masih dinyanyikan setiap akhir upacara hari Senin. Karya tersebut bukan sekadar lagu, melainkan simbol semangat, identitas, dan kebanggaan warga sekolah.

    Di luar organisasi sekolah, Nasrullah juga aktif mengembangkan diri melalui kegiatan non-akademik. Di bidang kepramukaan, ia berhasil meraih Pramuka Garuda Penegak, sebuah pencapaian tertinggi yang menuntut disiplin, ketangguhan, dan integritas. Sementara di bidang seni dan keagamaan, ia pernah mewakili Kabupaten Wajo dalam lomba Nasyid antarprovinsi, memperkaya pengalamannya dalam kerja tim dan kepercayaan diri tampil di ruang publik.

    Usai menyelesaikan pendidikan sarjana, Nasrullah memulai pengabdiannya di dunia pendidikan dengan bergabung di Bosowa School Makassar. Dari ruang kelas inilah ia belajar bahwa mendidik bukan sekadar profesi, melainkan panggilan. Dengan penghasilan yang ia kumpulkan dari hasil mengajar, Nasrullah melanjutkan studi ke jenjang Magister (S2). Berkat manajemen waktu yang disiplin dan semangat belajar yang konsisten, ia menuntaskan pendidikan S2 hanya dalam waktu 1 tahun 6 bulan, dan lulus pada tahun 2017.

    Perjalanan tersebut menjadi fondasi kuat ketika pada tahun 2018, Nasrullah mengikuti seleksi dosen di Universitas Islam Negeri (UIN). Dari 13 pendaftar, ia berhasil lolos dan diterima sebagai dosen. Pencapaian ini menjadi titik penting dalam hidupnya—bukan sekadar keberhasilan personal, tetapi bukti bahwa kerja keras yang dijalani dengan sabar dan doa yang terus dirawat tidak pernah sia-sia.

    Komitmennya pada dunia akademik tidak berhenti di situ. Nasrullah terus mengembangkan kapasitas keilmuannya hingga akhirnya, pada 18 Desember 2025 pukul 10.00 WITA, ia secara resmi meraih gelar Doktor di usia 33 tahun. Capaian ini menjadi penegasan bahwa konsistensi, ketekunan, dan visi jangka panjang mampu membawa seseorang melampaui batas-batas yang tampak mustahil.

    Dari perjalanan hidup Nasrullah, tersimpan banyak nilai yang patut diteladani: pantang menyerah, disiplin, tanggung jawab, kreativitas, serta komitmen terhadap pendidikan. Ia membuktikan bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari jabatan semata, tetapi dari kontribusi nyata dan jejak kebaikan yang ditinggalkan.

    Sebagai pendidik, Nasrullah tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan. Sikap rendah hati, kepedulian terhadap generasi muda, serta konsistensinya dalam berkarya menjadikannya figur yang dihormati dan menginspirasi. Karya seperti Mars Kampus Cemara menjadi bukti bahwa setiap usaha yang dilandasi niat tulus akan meninggalkan makna yang panjang.

    Kisah Nasrullah mengajarkan bahwa kesuksesan bukanlah hasil dari kecepatan, melainkan keteguhan dalam proses. Dari organisasi sekolah, ruang kelas, hingga dunia akademik tertinggi, ia melangkah dengan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan pengabdian. Sebuah perjalanan yang membuktikan: ketika dedikasi dan ketekunan dijaga, maka waktu akan berpihak pada mereka yang tidak berhenti berusaha.

    Komentar

    Tampilkan