-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     

     





     


     


     


     

     



     

    Iklan

    DUET SAR–KANAAH, KEMBALIKAN SEMANGAT KEPEMIMPINAN NENE MALLOMO, Catatan Hari Jadi Kabupaten Sidrap ke-682 18 Februari 2026

    Satry Polang
    Senin, 16 Februari 2026, Februari 16, 2026 WIB Last Updated 2026-02-16T16:57:53Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250



    Oleh: Dr. Wahidin Ar-Raffany, M.A
    Pimpinan Pesantren SEHATI – Lapakolongi, Sidrap Sulsel

    NARASIRAKYAT ---- Momentum Hari Jadi Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) ke-682 bukan sekadar perayaan historis, tetapi ruang refleksi atas jati diri dan arah kepemimpinan daerah. Di tanah yang dijuluki Bumi Nene Mallomo ini, pernah hidup seorang tokoh agung yang dikenal sebagai Tau Accana Sidenreng—orang cerdasnya Sidenreng—yakni Nene Mallomo.


    Nama beliau bukan sekadar legenda. Ia adalah simbol moralitas, ketegasan hukum, dan keteladanan kepemimpinan dalam tradisi Bugis. Falsafah kepemimpinannya terangkum dalam syair:

    Nene Mallomo rituona, ri monriwi napampiri, ri tengngai nasiraga-raga, ri yoloi napatiroi

    Maknanya sejalan dengan filosofi Jawa: Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani—di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberi dorongan.


    Tiga Corak Kepemimpinan Nene Mallomo

    Pertama, ketika berada di belakang rakyat, beliau menjadi motivator—ibarat penggembala yang mengarahkan perjalanan gembalaannya.

    Kedua, ketika berada di tengah rakyat, beliau bahu membahu bekerja demi kemaslahatan umat.

    Ketiga, ketika berada di depan, beliau menjadi uswatun hasanah, teladan yang tak hanya memerintah, tetapi memberi contoh nyata.


    Ketegasannya tercermin dalam ungkapan monumental:

    “Ade’ e temmakkiana, temmakkiappo”
    (Hukum tidak mengenal anak maupun cucu)

    Spirit ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:

    “Seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku sendiri yang akan memotong tangannya.”

    Nilai keadilan yang tidak tebang pilih itulah yang menjadikan Nene Mallomo pemimpin melegenda—kuat di depan layar, kokoh pula di belakang layar.


    Refleksi Kepemimpinan SAR–KANAAH

    Dalam satu tahun terakhir, potret kepemimpinan itu dinilai kembali hidup melalui duet Syaharuddin Alrif dan Nur Kanaah, yang dikenal dengan akronim SAR–KANAAH.

    Ketika berada di depan rakyat, SAR–KANAAH menunjukkan etos kerja siang dan malam. Kepemimpinan dimaknai sebagai amanah yang dipertanggungjawabkan, bukan sekadar jabatan administratif.


    Ketika berada di tengah masyarakat, keduanya hadir dengan pendekatan humanis—meraih tangan rakyat, berdialog langsung, membangun kehangatan sosial. Sentuhan ini memperkuat optimisme kolektif menuju Sidrap yang aman, makmur, dan sejahtera.


    Dan ketika berada di belakang layar, kontrol dan pengendalian pemerintahan dijalankan dalam bingkai tagline:

    SARO MASE SIDENRENG RAPPANG
    (Kepedulian dengan semangat saling berbagi)

    Semangat tersebut berpijak pada filosofi Bugis:

    Resopa Temmangingngi Namalomo Naletei Pammase Dewata
    (Usaha yang sungguh-sungguh akan menghadirkan rahmat Allah).


    Satu Tahun, Arah Perubahan

    Dalam satu tahun kepemimpinan, sejumlah capaian strategis mulai terlihat. Sidrap semakin kokoh sebagai lumbung pangan nasional dan menunjukkan potensi sebagai lumbung energi terbarukan. Identitas daerah sebagai sentra pertanian diperkuat dengan inovasi dan kolaborasi lintas sektor.


    Kepemimpinan bukan hanya tentang visi, tetapi keberanian mengambil keputusan dan konsistensi menjalankan komitmen. Dalam konteks itu, duet SAR–KANAAH dinilai menghidupkan kembali semangat kepemimpinan Nene Mallomo: adil, dekat dengan rakyat, dan tegas dalam prinsip.


    Hari Jadi Sidrap ke-682 adalah pengingat bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi kompas moral masa depan.

    Semangat Nene Mallomo mengajarkan bahwa pemimpin harus adil tanpa pandang bulu, hadir di tengah rakyat, dan menjadi teladan dalam tindakan.


    Selamat Hari Jadi Kabupaten Sidrap ke-682.
    Selamat kepada duet SAR–KANAAH atas satu tahun pengabdian memimpin Bumi Nene Mallomo, tanah harapan dengan segudang potensi.

    Semoga Allah SWT senantiasa memberi kesehatan dan kekuatan dalam mewujudkan Sidrap sebagai baldatun thayyibatun warabbun ghafur.


    SARO MASE SIDENRENG RAPPANG
    SALAMAKKI TOPADA SALAMA

    Wallahu a’lam bishshawab.
    Wa ilallahi turja’ul umur.
    Walal aakhiratu khairun laka minal ula.

    Pesantren SEHATI, 15 Maret 2026.

    Komentar

    Tampilkan