![]() |
Dukung Sidrap Lumbung Penghafal Qur’an, Ar Rashikun Latih Imam Tangguh dan Visioner |
NARASIRAKYAT — Pondok Pesantren (Ponpes) Ar Rashikun kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi pemimpin umat melalui kegiatan Daurah Imamah, sebuah program pembinaan yang dirancang sebagai jembatan antara idealisme santri dan realitas sosial yang dinamis.
Daurah ini tidak sekadar membahas teknik membaguskan tajwid atau memperindah irama tilawah. Lebih dari itu, kegiatan ini menekankan pembentukan mentalitas kepemimpinan seorang imam—figur sentral yang menjadi poros barisan dan rujukan umat.
Dalam materi daurah, santri diajarkan bahwa seorang imam harus memiliki thuma’ninah—ketenangan di bawah tekanan. Ketika berdiri di depan saf, imam bukan hanya memimpin bacaan, tetapi menjadi pusat stabilitas jamaah. Jika imam goyah, maka goyahlah barisan di belakangnya.
Konsep ini diperluas: tongkat keimaman tidak berhenti di mihrab. Seorang imam membawa amanah itu ke tengah masyarakat. Ia adalah figur rujukan, baik dalam ibadah maupun dalam sikap sosial.
Santri ditanamkan dua prinsip utama:
Integritas adalah pakaian utama.
Adab mendahului ilmu.
Nilai-nilai ini menjadi fondasi dalam membangun karakter santri agar mampu menjadi pemimpin yang kokoh secara spiritual dan sosial.
Pimpinan Ponpes Ar Rashikun, Ust. Hamzah, memberikan motivasi dan apresiasi kepada para ustaz pembina yang telah konsisten mendampingi santri.
Kegiatan ini juga selaras dengan dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang dalam mewujudkan Sidrap sebagai lumbung penghafal Al-Qur’an, sebuah visi besar yang menempatkan pendidikan Qur’ani sebagai prioritas pembangunan sumber daya manusia.
Lima Fakta Menarik Daurah Imamah
Fokus pada Mentalitas, Bukan Sekadar Tajwid – Menekankan ketenangan dan kepemimpinan di bawah tekanan.
Konsep Imam sebagai Rujukan Sosial – Keimaman dibawa ke ranah masyarakat, bukan hanya masjid.
Prinsip Adab dan Integritas – Menjadi kurikulum karakter utama santri.
Motivasi Langsung dari Pimpinan Pesantren – Penguatan visi dan semangat pembinaan.
Selaras dengan Program Daerah – Mendukung visi Sidrap sebagai lumbung penghafal Al-Qur’an.
Daurah Imamah di Ponpes Ar Rashikun menjadi bukti bahwa membentuk imam bukan hanya tentang suara yang merdu atau bacaan yang fasih. Ia adalah proses panjang membangun jiwa yang tenang, integritas yang kokoh, dan adab yang luhur.
Dari mihrab kecil di pesantren, lahir harapan besar bagi masyarakat. Sebab ketika imam berdiri dengan teguh, barisan akan tetap lurus. Dan ketika santri tumbuh dengan integritas, masa depan umat akan lebih terarah.






.jpeg)











