![]() |
Ponpes Ar Rashikun Lepas Para Imam Muda “Membawa Cahaya ke Penjuru Mihra |
NARASIRAKYAT — Pondok Pesantren Ar Rashikun kembali menorehkan langkah strategis dalam pembinaan generasi Qur’ani melalui pelepasan para imam muda yang siap mengabdi di tengah masyarakat. Momentum ini mengusung pesan kuat: “Membawa Cahaya ke Penjuru Mihrab.”
Dalam suasana penuh haru dan doa, para santri yang telah menyelesaikan pembinaan tahfiz dan imamah dilepas dengan amanah besar—bukan sekadar membawa hafalan di lisan, tetapi tanggung jawab moral dan spiritual di pundak.
Setiap rakaat yang dipimpin kelak, terdapat harapan jamaah yang merindukan kesejukan kalam Ilahi. Imam bukan sekadar pembaca ayat, tetapi penjaga suasana khusyuk dan penuntun ruhani.
Santri dibekali tiga prinsip utama dalam pengabdian:
Jadilah Pelayan – Mudahkan urusan jamaah dengan bacaan yang bijak dan penuh pertimbangan.
Jadilah Teladan – Tunjukkan adab santri dalam tutur kata dan perilaku sehari-hari.
Jadilah Penyejuk – Hadirkan kedamaian di tengah perbedaan yang mungkin ditemui di masyarakat.
Pesan tersebut menegaskan bahwa khidmah (pelayanan) kepada umat adalah bentuk tertinggi dari kepemimpinan.
Pimpinan Ponpes Ar Rashikun, Ust. Hamzah, memberikan motivasi sekaligus apresiasi kepada para ustaz pembina yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan keikhlasan dalam membimbing para santri.
Ia menegaskan bahwa lahirnya imam muda adalah hasil kolaborasi pembinaan yang konsisten dan terarah. Para ustaz bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi menanamkan ruh tanggung jawab dan keikhlasan.
Program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap visi Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang untuk menjadikan Sidrap sebagai lumbung penghafal Al-Qur’an, sebuah gerakan yang memperkuat identitas daerah sebagai pusat pendidikan Qur’ani.
Lima Fakta Menarik Pelepasan Imam Muda
Berbasis Tahfiz dan Imamah – Santri tidak hanya hafal, tetapi terlatih memimpin shalat.
Fokus pada Karakter dan Adab – Pembinaan menempatkan akhlak sebagai prioritas utama.
Konsep Khidmah sebagai Kepemimpinan – Imam diposisikan sebagai pelayan umat.
Apresiasi untuk Para Pembina – Ustaz mendapat pengakuan atas peran strategisnya.
Selaras dengan Program Daerah – Mendukung visi Sidrap lumbung penghafal Al-Qur’an.
Selamat bertugas, wahai para penjaga wahyu. Biarlah setiap ayat yang kalian lantunkan menjadi saksi di akhirat, dan setiap sujud yang kalian pimpin menjadi penggugur dosa bagi umat.
Dari mihrab kecil pesantren, cahaya itu kini menyebar ke penjuru. Sebab ketika imam berdiri dengan tulus, jamaah akan merasa teduh. Dan ketika kepemimpinan dilandasi khidmah, maka keberkahan akan menyertai setiap langkah.






.jpeg)











