![]() |
Kolaborasi Pemkab Sidrap Bersama Cahaya Mario dan BAZNAS, Dorong Warga Miskin Jadi Pelaku Usaha Mandiri |
NARASIRAKYAT — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersama Yayasan Cahaya Mario dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan paket bantuan modal usaha kepada masyarakat prasejahtera, Jumat (27/2/2026).
Penyaluran bantuan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama di pekarangan Masjid Agung Pangkajene, menghadirkan suasana kebersamaan antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat penerima manfaat.
Program ini menyasar warga dengan kondisi ekonomi rentan, khususnya pekerja sektor informal yang memiliki penghasilan tidak tetap dan terdampak potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan.
Perwakilan Keluarga Besar Yayasan Cahaya Mario, H. Bahrul Appas, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat kecil yang menghadapi tekanan ekonomi musiman.
“Ini adalah respons atas potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang bulan puasa, agar masyarakat tetap memiliki daya beli dan kesempatan berusaha,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mengapresiasi kontribusi para pengusaha dermawan yang turut membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat bawah.
“Kami sangat mengapresiasi adanya pengusaha dermawan yang membantu pemerintah, seperti Cahaya Mario ini. Bantuan seperti ini sangat membantu masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, bantuan modal usaha memiliki dampak jangka panjang dibandingkan bantuan konsumtif.
“Paket bantuan modal usaha ini bukan sembako yang habis dalam tiga bulan, tetapi bagian dari ikhtiar pemerintah dan Cahaya Mario untuk menjaga ekonomi keluarga prasejahtera agar dapat menjalankan usaha sendiri,” tegasnya.
Berbeda dari bantuan sosial konvensional, program ini dirancang untuk mendorong penerima manfaat agar memiliki sumber penghasilan mandiri. Modal usaha yang diberikan diharapkan menjadi pemicu lahirnya usaha kecil baru maupun penguatan usaha mikro yang telah berjalan.
Pendekatan ini sejalan dengan strategi pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan, di mana bantuan tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi membangun ketahanan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.
Lima Fakta Menarik Program Bantuan Modal Usaha Ini
Disalurkan bertepatan dengan momentum buka puasa bersama, memperkuat nilai kebersamaan Ramadan.
Menyasar pekerja sektor informal dengan penghasilan tidak menentu.
Difokuskan pada bantuan produktif, bukan sekadar bantuan konsumtif.
Melibatkan kolaborasi pemerintah, lembaga zakat nasional, dan yayasan sosial.
Bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi keluarga prasejahtera dalam jangka panjang.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif sektor swasta dan lembaga sosial. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan solusi konkret bagi masyarakat rentan.
Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mendorong ekonomi inklusif yang memberikan ruang tumbuh bagi seluruh lapisan masyarakat.
Di tengah tantangan ekonomi dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, hadirnya bantuan modal usaha menjadi harapan baru bagi keluarga prasejahtera.
Ramadan bukan hanya tentang berbagi konsumsi, tetapi juga berbagi peluang dan masa depan. Dari pelataran Masjid Agung Pangkajene, tumbuh optimisme bahwa kemandirian ekonomi rakyat dapat dibangun melalui kolaborasi dan kepedulian.







.jpeg)











