![]() |
Komunitas Bangkit dari Masjid Sidrap Berduka, Guru Mengaji Kampung Ustadz Ismail Bin Lanang Wafat di Hari Mulia |
NARASIRAKYAT — Suasana duka menyelimuti keluarga besar Komunitas Bangkit dari Masjid (BDM) Sidrap atas berpulangnya salah satu sosok guru mengaji kampung yang penuh keteladanan, Ustadz Ismail Bin Lanang, pada hari Jumat di bulan mulia Syaban. Kepergian beliau meninggalkan jejak pengabdian mendalam bagi dunia pendidikan Al-Qur’an dan dakwah masjid di wilayah Pangkajene dan sekitarnya.
Almarhum dikenal luas sebagai guru tilawah, pengajar mappangaji, sekaligus imam Masjid Islamiyah Pangkajene. Bagi BDM Sidrap, Ustadz Ismail bukan sekadar pendidik, melainkan figur penggerak masjid yang kehadirannya selalu menyejukkan dan mempersatukan umat.
Anggota BDM Sidrap mengenang almarhum sejak masa kebersamaan belajar tilawah di Masjid Raya Pangkajene. Dari sana, Ustadz Ismail terus mendedikasikan hidupnya untuk membina anak-anak mengaji di sekitar rumah dan masjid. Ia dikenal tidak pernah membatasi waktu untuk dakwah, bahkan rela mengorbankan waktu bersama keluarga demi mendampingi santri-santrinya mengikuti berbagai lomba, mulai tingkat antar masjid hingga tingkat kota.
Sebagai guru mengaji kampung, Ustadz Ismail tidak hanya mengajarkan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan adab, kecintaan terhadap masjid, dan semangat belajar kepada anak-anak. Metode pengajarannya sederhana namun penuh keteladanan, membuat anak-anak merasa dekat dan nyaman dalam proses belajar agama.
Peran almarhum sebagai imam Masjid Islamiyah Pangkajene menegaskan wibawanya sebagai figur panutan umat. Konsistensi beliau hadir dalam kegiatan pengajian, lomba tilawah, dan pembinaan generasi muda menjadikan Ustadz Ismail sebagai rujukan keagamaan yang dipercaya masyarakat.
Atas nama keluarga besar BDM Sidrap, disampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya guru yang telah menjadi saksi hidup perjuangan dakwah berbasis masjid. BDM Sidrap menegaskan kesaksiannya atas kebaikan almarhum. Keikhlasan, keramahan, dan kecintaannya kepada Al-Qur’an menjadi nilai yang terus hidup dalam ingatan para murid dan jamaah.
Lima Fakta Menarik tentang Almarhum Ustadz Ismail Bin Lanang
Guru mengaji kampung sekaligus imam masjid yang aktif di Masjid Islamiyah Pangkajene.
Penggerak pendidikan Al-Qur’an anak-anak melalui mappangaji dan pembinaan tilawah.
Rela mengorbankan waktu keluarga demi mendampingi santri lomba hingga tingkat kota.
Selalu hadir dalam pengajian masjid, menjadi simbol dedikasi tanpa pamrih.
Wafat di hari Jumat, bulan Syaban, waktu yang diyakini penuh kemuliaan.
Kepergian Ustadz Ismail Bin Lanang bukanlah akhir dari perjuangan dakwahnya. Nilai keikhlasan, kecintaan pada Al-Qur’an, dan semangat memakmurkan masjid yang beliau tanamkan akan terus hidup dalam langkah para murid dan jamaah. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni dosa-dosanya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Innalillahi wa innailaihi raji’un.








