-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Prof. Dr. Hannani Paparkan Visi–Misi Rektor IAIN Parepare 2026–2030, Tegaskan Keberlanjutan dan Akselerasi Transformasi UIN

    Satry Polang
    Sabtu, 07 Februari 2026, Februari 07, 2026 WIB Last Updated 2026-02-07T15:03:02Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Prof. Dr. Hannani Paparkan Visi–Misi Rektor IAIN Parepare 2026–2030, Tegaskan Keberlanjutan dan Akselerasi Transformasi UIN



    NARASIRAKYAT  — Prof. Dr. Hannani, M.Ag., Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, memaparkan visi, misi, serta program strategis sebagai Calon Rektor IAIN Parepare Periode 2026–2030 dalam forum resmi pemaparan visi–misi di hadapan Senat dan Sivitas Akademika IAIN Parepare. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Gedung Laboratorium Terpadu, Senin (3/2/2026).


    Dalam pemaparannya, Prof. Hannani menegaskan bahwa arah kepemimpinan lima tahun ke depan dirancang dalam kerangka keberlanjutan program, berlandaskan capaian dan fondasi kelembagaan yang telah dibangun selama masa kepemimpinannya sebagai rektor. Pendekatan keberlanjutan tersebut dinilai krusial untuk menjaga konsistensi mutu, stabilitas tata kelola, serta mempercepat transformasi IAIN Parepare menuju Universitas Islam Negeri (UIN).


    Visi yang diusung adalah:

    “Terwujudnya Perguruan Tinggi Rujukan Internasional dalam Pengembangan Studi Akulturasi Budaya dan Keislaman untuk Menciptakan Masyarakat yang Harmonis, Maslahat, dan Cerdas Menuju Indonesia Emas 2045.”

    Visi ini sekaligus menegaskan orientasi jangka menengah transformasi kelembagaan menuju Universitas Islam Negeri yang berdaya saing regional Asia Tenggara pada tahun 2030.



    Sebagai dasar kebijakan, Prof. Hannani memaparkan tujuh pilar kebijakan (7T) yang selama ini menjadi roh pengelolaan institusi, yakni:

    1. Tafaqquh (pendalaman keilmuan),

    2. Tawazun (keseimbangan),

    3. Tawassuth (moderasi),

    4. Tasamuh (toleransi dan apresiasi),

    5. Ta’awun (kolaborasi),

    6. Tathawwur (pengembangan progresif), dan

    7. Tamaddun (orientasi global).

    Pilar-pilar tersebut diarahkan untuk menjaga karakter kampus yang moderat, inovatif, dan unggul di tengah dinamika perubahan pendidikan tinggi.


    Di bidang pendidikan, Prof. Hannani menekankan keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan Islam yang integratif dengan sains dan budaya. Penguatan mutu dilakukan melalui:

    • Implementasi Good University Governance,

    • Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis siklus PPEP,

    • Pengembangan kurikulum Outcome Based Education (OBE), serta

    • Implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

    Sejumlah capaian strategis turut dilaporkan, di antaranya peningkatan signifikan jumlah program studi terakreditasi unggul, penguatan sistem pembelajaran hibrida dan digital, serta terciptanya iklim akademik yang semakin kompetitif dan inklusif.


    Dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kebijakan keberlanjutan difokuskan pada riset strategis yang menjawab persoalan keagamaan dan sosial. Capaian yang diraih meliputi peningkatan peringkat dan kinerja publikasi ilmiah terindeks SINTA, penguatan riset interdisipliner, serta pengabdian berbasis riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.


    Prof. Hannani juga menyoroti capaian signifikan di bidang sumber daya manusia. Selama kepemimpinannya, terjadi peningkatan jumlah guru besar dan dosen bergelar doktor (S3) yang menjadi modal utama penguatan mutu akademik dan riset. Program percepatan guru besar dan peningkatan kualifikasi S3 dosen dirancang berlanjut pada periode 2026–2030 sebagai strategi jangka panjang peningkatan daya saing institusi.


    Sebagai rektor petahana, Prof. Hannani menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang profesional, transparan, dan akuntabel, melalui penguatan tata kelola keuangan, pengembangan sarana prasarana, sistem informasi terintegrasi, serta optimalisasi jejaring kerja sama regional, nasional, dan internasional.


    Pemaparan visi–misi ini menegaskan posisi Prof. Hannani sebagai calon rektor dengan pendekatan keberlanjutan berbasis capaian, sekaligus menjadi bagian penting dalam proses penjaringan calon Rektor IAIN Parepare guna menjamin kesinambungan arah kebijakan, stabilitas kelembagaan, dan percepatan transformasi institusi dalam lima tahun mendatang.


    Profil Singkat Prof. Dr. Hannani, M.Ag.

    Prof. Dr. Hannani, M.Ag., lahir di Pangkajene, 18 Mei 1972. Saat ini menjabat sebagai Rektor IAIN Parepare periode 2022–sekarang. Ia merupakan dosen PNS dengan pangkat Pembina Tingkat I (IV/b) dan jabatan fungsional Lektor Kepala.


    Pendidikan formal ditempuh secara berjenjang di UIN Alauddin Makassar, mulai dari Sarjana Sastra Arab, Magister Studi Islam, hingga Doktor Studi Islam. Sebelum menjabat rektor, Prof. Hannani pernah mengemban amanah sebagai Pembantu Ketua III STAIN Parepare.


    Selain aktif dalam kepemimpinan institusi, Prof. Hannani dikenal produktif dalam bidang akademik dengan berbagai riset dan publikasi ilmiah di jurnal nasional dan internasional, khususnya pada kajian Islam, moderasi beragama, serta relasi Islam, budaya, dan masyarakat. Pengalaman akademik dan manajerial tersebut menjadi modal penting dalam mengawal keberlanjutan dan penguatan transformasi IAIN Parepare ke depan.


    Lima Fakta Menarik

    1. Prof. Hannani adalah rektor petahana yang mengusung pendekatan keberlanjutan berbasis capaian.

    2. Visi kelembagaan diarahkan pada rujukan internasional dan Indonesia Emas 2045.

    3. Mengusung 7 pilar kebijakan (7T) sebagai fondasi karakter kampus moderat dan unggul.

    4. Berhasil meningkatkan jumlah prodi terakreditasi unggul dan penguatan pembelajaran digital.

    5. Menjadikan percepatan guru besar dan dosen S3 sebagai strategi jangka panjang daya saing kampus.


    Dengan visi besar, fondasi capaian yang kuat, dan komitmen terhadap tata kelola yang akuntabel, Prof. Dr. Hannani menghadirkan arah kepemimpinan yang menekankan kesinambungan sekaligus akselerasi perubahan. IAIN Parepare diproyeksikan tidak hanya tumbuh sebagai pusat keilmuan Islam yang moderat, tetapi juga melangkah mantap menuju universitas berdaya saing regional dan berkontribusi nyata bagi peradaban bangsa.

    Komentar

    Tampilkan