-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Mahasiswa UIN Alauddin Serukan Persatuan Nasional, Dukungan untuk Ajakan Sufmi Dasco di Tengah Dinamika Demokrasi

    Satry Polang
    Sabtu, 07 Maret 2026, Maret 07, 2026 WIB Last Updated 2026-03-08T04:10:58Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

     


    Mahasiswa UIN Alauddin Serukan Persatuan Nasional, Dukungan untuk Ajakan Sufmi Dasco di Tengah Dinamika Demokrasi


    NARASIRAKYAT — Di tengah dinamika politik nasional yang semakin intens di ruang publik dan media sosial, suara dari kalangan mahasiswa kembali mengingatkan pentingnya menjaga persatuan bangsa. Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Muh. Zulhamdi Suhafid, menyatakan dukungan terhadap ajakan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad untuk memperkuat persatuan nasional dalam mendukung jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.


    Pernyataan tersebut merespons pesan yang disampaikan Dasco saat menghadiri peluncuran buku di lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), Kota Bandung, pada 5 Maret 2026. Dalam kesempatan itu, Dasco menekankan bahwa masyarakat sipil memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional, terutama di tengah derasnya arus informasi dan opini di ruang digital.


    Bagi Zulhamdi, pesan tersebut bukan sekadar seruan politik, tetapi juga refleksi atas kondisi sosial yang sedang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini.

    “Sebagai bagian dari masyarakat sipil, kami memandang stabilitas nasional dan persatuan bangsa merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan pemerintahan serta pembangunan negara. Apa yang disampaikan oleh Bapak Sufmi Dasco Ahmad adalah ajakan yang patut diapresiasi,” ujar Zulhamdi dalam keterangan tertulisnya.

     

    Ruang Digital dan Tantangan Polarisasi

    Dalam pandangan Zulhamdi, perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak besar terhadap cara masyarakat berinteraksi dalam kehidupan politik. Media sosial, yang semestinya menjadi ruang diskusi terbuka, sering kali justru berubah menjadi arena perdebatan yang tidak sehat.


    Ia menilai fenomena polarisasi digital menjadi tantangan serius bagi demokrasi Indonesia. Narasi saling serang, hoaks, dan provokasi yang beredar di berbagai platform kerap memperuncing perbedaan pandangan politik di tengah masyarakat.


    Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kedewasaan kolektif agar demokrasi tetap berjalan sehat tanpa mengorbankan persatuan bangsa.

    “Dalam demokrasi, kritik terhadap pemerintah tentu memiliki tempat yang sangat penting sebagai mekanisme kontrol terhadap kekuasaan. Namun kritik harus disampaikan secara konstruktif, argumentatif, dan dilandasi semangat kebangsaan,” jelasnya.

     

    Peran Mahasiswa sebagai Penjaga Keseimbangan Demokrasi

    Sebagai kelompok intelektual, mahasiswa memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga keseimbangan antara sikap kritis dan tanggung jawab kebangsaan. Bagi Zulhamdi, mahasiswa tidak boleh terjebak pada polarisasi yang memperkeruh situasi, tetapi harus mampu menghadirkan diskursus yang sehat dan produktif.


    Dalam sejarah perjalanan bangsa, mahasiswa kerap menjadi motor perubahan sekaligus penjaga nilai-nilai demokrasi. Peran tersebut, menurutnya, harus terus dipertahankan dengan pendekatan yang lebih matang dan berbasis gagasan.


    Mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan dialog di tengah perbedaan pandangan politik yang berkembang di masyarakat.

    “Mahasiswa harus menghadirkan kritik yang solutif, berbasis data dan analisis, sekaligus menjaga ruang diskursus publik tetap sehat dan produktif,” ujarnya.

     

    Persatuan Nasional sebagai Modal Pembangunan

    Lebih jauh, Zulhamdi menegaskan bahwa persatuan nasional merupakan modal utama bagi kemajuan Indonesia. Tanpa stabilitas sosial dan politik, pembangunan nasional akan sulit berjalan secara optimal.


    Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berperan aktif menjaga semangat kebangsaan di tengah dinamika politik yang terus berkembang.


    Menurutnya, mendukung jalannya pemerintahan tidak berarti menghilangkan sikap kritis, tetapi justru memastikan bahwa kritik yang disampaikan mampu memperbaiki kebijakan dan memperkuat demokrasi.

    “Seluruh elemen masyarakat sipil harus mampu menjaga semangat kebangsaan sambil tetap memberikan kritik yang membangun demi kemajuan negara,” tegasnya.


    Lima Fakta Penting dari Pernyataan Presiden Mahasiswa BEM UIN Alauddin

    1. Dukungan terhadap Ajakan Persatuan Nasional
    Presiden Mahasiswa BEM UIN Alauddin Makassar mendukung ajakan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad untuk memperkuat persatuan nasional.

    2. Pernyataan Dasco Disampaikan di ITB
    Ajakan tersebut disampaikan Dasco dalam acara peluncuran buku di Institut Teknologi Bandung pada 5 Maret 2026.

    3. Mahasiswa Menilai Polarisasi Digital Perlu Diwaspadai
    Ruang digital yang dipenuhi narasi saling serang dinilai dapat memperdalam polarisasi di tengah masyarakat.

    4. Kritik Tetap Penting dalam Demokrasi
    Zulhamdi menegaskan kritik tetap diperlukan, tetapi harus bersifat konstruktif, argumentatif, dan bertanggung jawab.

    5. Mahasiswa Dianggap Punya Peran Strategis
    Mahasiswa diharapkan menjadi penjaga keseimbangan antara sikap kritis dan semangat menjaga persatuan bangsa.


    Menjaga Indonesia Tetap Bersatu

    Sejarah bangsa Indonesia menunjukkan bahwa perbedaan pandangan politik adalah bagian tak terpisahkan dari demokrasi. Namun perbedaan tersebut tidak boleh mengikis semangat persatuan yang menjadi fondasi berdirinya negara ini.


    Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika politik digital, suara dari kalangan mahasiswa menjadi pengingat bahwa demokrasi tidak hanya membutuhkan kritik yang tajam, tetapi juga kebijaksanaan dalam menjaga persatuan.


    Jika kritik adalah bahan bakar perbaikan, maka persatuan adalah mesin yang memastikan perjalanan bangsa tetap berjalan menuju masa depan yang lebih baik.

    Komentar

    Tampilkan