![]() |
| Bedah Buku “Sidenreng Rappang yang Berlalu dan Masih Lestari” Hidupkan Literasi dan Cinta Sejarah Lokal di Kalangan Pelajar |
NARASIRAKYAT, 20 April 2026 — Upaya menumbuhkan kesadaran literasi dan kecintaan terhadap sejarah lokal terus digalakkan di kalangan pelajar. Hal ini tercermin dalam kegiatan bedah buku bertajuk “Sidenreng Rappang yang Berlalu dan Masih Lestari” yang digelar di SMAN 2 Sidrap.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Alumni ini diikuti oleh sekitar 60 peserta yang terdiri dari siswa-siswi dengan antusiasme tinggi. Mereka hadir untuk menggali lebih dalam nilai-nilai budaya serta perjalanan sejarah daerah yang menjadi identitas mereka.
Literasi sebagai Jembatan Identitas Lokal
Di tengah arus globalisasi yang kian cepat, pemahaman terhadap sejarah lokal menjadi fondasi penting dalam membangun jati diri generasi muda. Bedah buku ini tidak hanya menjadi ruang membaca, tetapi juga wadah refleksi kolektif tentang bagaimana warisan budaya tetap relevan di masa kini.
Diselenggarakan oleh Komunitas Gotong Royong bersama IPMI Sidrap Cabang Maritengngae dan Padi Menguning, kegiatan ini menghadirkan suasana diskusi yang interaktif dan partisipatif.
Peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga aktif terlibat dalam sesi tanya jawab, menyampaikan pandangan, serta mengaitkan isi buku dengan realitas sosial yang mereka hadapi. Diskusi berlangsung kritis namun tetap hangat, mencerminkan semangat belajar yang kolaboratif.
Melalui pendekatan ini, literasi tidak lagi dipandang sebagai aktivitas pasif, melainkan sebagai proses dialog yang hidup antara masa lalu dan masa kini.
Lima Fakta Menarik Bedah Buku di SMAN 2 Sidrap
Diikuti 60 Pelajar Aktif
Antusiasme tinggi terlihat dari partisipasi siswa dalam diskusi dan tanya jawab.Kolaborasi Tiga Komunitas
Kegiatan digagas oleh Komunitas Gotong Royong, IPMI, dan Padi Menguning.Mengangkat Sejarah Lokal Sidrap
Buku yang dibahas fokus pada perjalanan dan budaya Sidenreng Rappang.Diskusi Interaktif dan Reflektif
Peserta terlibat aktif dalam mengkritisi dan memahami isi buku.Mendorong Literasi Berbasis Identitas
Literasi dijadikan alat untuk memperkuat jati diri generasi muda.
Bedah buku ini menjadi bukti bahwa literasi dapat menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan. Dari halaman-halaman buku, lahir kesadaran baru bahwa sejarah bukan sekadar cerita, melainkan identitas yang harus dijaga dan diwariskan.
Di tangan generasi muda, nilai-nilai lokal Sidenreng Rappang memiliki peluang besar untuk tetap hidup dan berkembang. Dari ruang diskusi sederhana, tumbuh harapan besar: generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bangga akan akar budayanya.

















.jpeg)
