-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Sumartan Dekan UNISAN Sidrap Tuntaskan Magister Manajemen dengan Riset SDM Berbasis Investasi

    Satry Polang
    Jumat, 17 April 2026, April 17, 2026 WIB Last Updated 2026-04-17T19:30:06Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Sumartan Dekan UNISAN Sidrap Tuntaskan Magister Manajemen dengan Riset SDM Berbasis Investasi



    NARASIRAKYAT — Dunia akademik kembali mencatat capaian membanggakan. Dosen sekaligus Dekan Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap), Sumartan, S.E., M.P., resmi menyelesaikan studi pada Program Pascasarjana Magister Manajemen setelah mengikuti ujian tutup tesis di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar (STIEM Bongaya).


    Ujian tersebut dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026, bertempat di ruang Pascasarjana kampus, dengan menghadirkan dewan penguji yang terdiri dari para akademisi berpengalaman di bidang ekonomi dan manajemen.


    Ujian Tesis dan Kontribusi Akademik

    Dalam ujian tersebut, Sumartan mempresentasikan tesis berjudul:

    “Analisis Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia: Perspektif Human Investment Management (HIM), Human Resource Management (HRM), dan Human Capital Management (HCM)”


    Penelitian ini mengangkat isu strategis terkait pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam organisasi modern, khususnya dalam menghadapi tantangan globalisasi dan transformasi digital.


    Melalui pendekatan komprehensif, penelitian ini menekankan pentingnya integrasi antara HIM, HRM, dan HCM dalam menciptakan SDM yang unggul, adaptif, serta memiliki daya saing tinggi.


    Pandangan Strategis: SDM sebagai Investasi Utama

    Dalam keterangannya, Sumartan menegaskan bahwa paradigma pengelolaan SDM harus berubah secara fundamental.


    “Organisasi harus mulai memandang manusia sebagai investasi strategis, bukan sekadar sumber daya. Dengan pendekatan yang tepat, SDM dapat menjadi kunci utama dalam menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan,” ujarnya.

     

    Pandangan ini sejalan dengan perkembangan ilmu manajemen modern yang menempatkan manusia sebagai aset utama dalam pembangunan organisasi dan ekonomi.


    Apresiasi Akademik dan Relevansi Penelitian

    Pihak Pascasarjana STIEM Bongaya memberikan apresiasi atas kualitas penelitian yang dinilai relevan dan aplikatif terhadap kebutuhan organisasi masa kini.


    Kajian yang diangkat dinilai mampu menjawab tantangan pengembangan SDM di era yang semakin kompetitif, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi dunia akademik dan praktisi.


    Dampak bagi UNISAN Sidrap dan Daerah

    Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting, tidak hanya secara personal, tetapi juga bagi institusi Universitas Ichsan Sidenreng Rappang.


    Sebagai Dekan Fakultas Pertanian, capaian akademik ini diharapkan:

    • Memperkuat kapasitas kepemimpinan

    • Mendorong inovasi di lingkungan fakultas

    • Meningkatkan kualitas pendidikan tinggi

    • Berkontribusi pada pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Sidenreng Rappang


    Dengan latar belakang manajemen dan pertanian, integrasi keilmuan ini berpotensi menghadirkan pendekatan baru dalam pembangunan ekonomi berbasis agrikultur.


    5 Fakta Menarik Pencapaian Ini

    1. Dekan Aktif Raih Gelar Magister
      Sumartan menyelesaikan studi S2 di tengah kesibukan sebagai pimpinan fakultas.

    2. Tesis Angkat Tiga Pendekatan SDM
      Menggabungkan HIM, HRM, dan HCM dalam satu kerangka strategis.

    3. Relevan dengan Era Digital
      Fokus pada tantangan globalisasi dan transformasi organisasi.

    4. Diuji Akademisi Berpengalaman
      Melibatkan dewan penguji dari kalangan profesor dan doktor.

    5. Berdampak pada Sektor Pertanian
      Hasil riset diharapkan memperkuat pembangunan agrikultur daerah.


    Pencapaian ini menjadi bukti bahwa semangat belajar dan pengembangan diri tidak mengenal batas jabatan maupun kesibukan. Dari ruang akademik di Makassar, lahir gagasan besar tentang masa depan sumber daya manusia Indonesia.


    Dengan menjadikan manusia sebagai investasi utama, bukan sekadar pelengkap sistem, arah pembangunan ke depan akan lebih berkelanjutan dan berdaya saing. Dari Sidrap, inspirasi itu tumbuh—bahwa kemajuan daerah dimulai dari kualitas manusianya.


    Langkah Sumartan menjadi refleksi bahwa pendidikan adalah proses tanpa akhir, dan dari sanalah lahir pemimpin-pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata bagi masyarakat.

    Komentar

    Tampilkan