![]() |
Dari Gelap Menuju Terang: Semangat Kartini Hidup di SRMP 30 Sidenreng Rappang |
NARASIRAKYAT — Peringatan Hari Kartini di SRMP 30 Sidenreng Rappang berlangsung meriah, inspiratif, dan sarat makna. Mengusung semangat perjuangan R.A. Kartini, kegiatan ini menjadi ruang edukatif bagi peserta didik untuk memahami nilai emansipasi, kesetaraan, dan keberanian dalam meraih masa depan.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sidenreng Rappang, Firman, serta perwakilan Dinas Pendidikan melalui Kasi GTK, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Pendidikan Karakter yang Hidup dan Kontekstual
Tidak sekadar seremoni, peringatan Hari Kartini di SRMP 30 dikemas secara kreatif melalui berbagai lomba edukatif yang mengangkat nilai budaya, kreativitas, serta peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menghadirkan suasana belajar yang kontekstual—di mana siswa tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga merasakan relevansinya dalam kehidupan modern.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. Siswa dan siswi tampil percaya diri, menunjukkan bakat, serta berani mengekspresikan diri. Hal ini menjadi cerminan bahwa nilai-nilai Kartini tidak hanya dikenang, tetapi juga dihidupkan dalam praktik nyata di lingkungan sekolah.
Dalam sambutannya, Firman memberikan apresiasi tinggi terhadap konsep kegiatan yang dinilai inovatif dan berdampak positif.
“Kegiatan ini sangat luar biasa karena tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga dikemas dengan berbagai perlombaan yang unik dan bermakna. Ini menjadi contoh bagaimana nilai-nilai perjuangan Kartini dapat ditanamkan secara kreatif kepada generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Humas SRMP 30, Nur Alim, menegaskan bahwa Hari Kartini merupakan momentum reflektif yang harus dimaknai secara mendalam.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi mengandung nilai emansipasi dan teladan perjuangan yang harus dipelajari bersama. Ini adalah momentum untuk menyadarkan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan refleksi inspiratif terkait peran Sekolah Rakyat sebagai ruang harapan:
“Di Sekolah Rakyat, istilah ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ benar-benar kita wujudkan. Anak-anak yang mungkin pernah berada dalam keterbatasan, di sini kita bimbing untuk bangkit dan menjemput masa depan yang lebih cerah,” tambahnya.
Lima Fakta Menarik Peringatan Hari Kartini di SRMP 30
Konsep Kreatif dan Edukatif
Kegiatan dirancang tidak hanya seremonial, tetapi juga sebagai pembelajaran kontekstual.Dukungan Pemerintah Daerah
Kehadiran Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan memperkuat legitimasi kegiatan.Partisipasi Aktif Siswa
Siswa dan siswi tampil percaya diri melalui berbagai lomba dan pertunjukan.Penanaman Nilai Emansipasi
Kegiatan menekankan kesetaraan gender dan peran perempuan dalam pembangunan.Sekolah sebagai Ruang Harapan
SRMP 30 menjadi simbol transformasi dari keterbatasan menuju masa depan yang lebih baik.
Peringatan Hari Kartini di SRMP 30 Sidenreng Rappang bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menghadirkan semangat perubahan dalam kehidupan nyata. Dari ruang sederhana Sekolah Rakyat, cahaya harapan terus dinyalakan—membuktikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk bangkit, berkembang, dan meraih cita-cita.
Semangat Kartini hari ini hidup dalam keberanian siswa untuk bermimpi, dalam kepercayaan diri untuk tampil, dan dalam tekad untuk melangkah menuju masa depan yang lebih terang.

















.jpeg)
