![]() |
Inovasi Program PAMMASE UPT SDN 10 Benteng Baranti Jadi Contoh Pendidikan Toleransi di Indonesia |
NARASIRAKYAT — UPT SD Negeri 10 Benteng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, menghadirkan terobosan pendidikan berbasis nilai melalui program PAMMASE (Penerapan Moderasi Beragama pada Peserta Didik). Diluncurkan sejak 2024, program ini menjadi langkah konkret dalam membangun budaya toleransi, inklusivitas, dan harmoni di lingkungan sekolah dasar.
Program ini digagas langsung oleh Kepala Sekolah, Zulkifli, sebagai respons terhadap keberagaman latar belakang peserta didik, khususnya antara pemeluk agama Islam dan komunitas Hindu Towani Tolotang. Alih-alih menjadi potensi konflik, keberagaman tersebut justru diolah menjadi kekuatan pendidikan karakter yang progresif.
Pendekatan Nyata, Dampak Terasa
PAMMASE tidak sekadar konsep, melainkan praktik nyata yang terintegrasi dalam aktivitas belajar dan budaya sekolah sehari-hari. Nilai-nilai moderasi beragama ditanamkan melalui:
Pembiasaan sikap saling menghormati
Kegiatan lintas agama yang edukatif
Penguatan peran guru sebagai teladan
Pelibatan aktif orang tua dalam pembinaan karakter
“Program ini menjadi solusi dalam menciptakan interaksi sosial yang sehat di lingkungan sekolah. Kami ingin peserta didik mampu hidup rukun dalam perbedaan,” ungkap Zulkifli.
Disusun Sistematis, Dijalankan Berkelanjutan
Keunggulan PAMMASE terletak pada pendekatannya yang terstruktur dan berkelanjutan. Program ini dirancang melalui tiga tahapan utama:
Perencanaan – Identifikasi kebutuhan dan kondisi sosial siswa
Pelaksanaan – Integrasi dalam pembelajaran dan kegiatan sekolah
Evaluasi Berkala – Monitoring perkembangan sikap dan perilaku siswa
Selain itu, sekolah juga aktif menggelar sosialisasi keberagaman, pelatihan guru, serta forum komunikasi dengan orang tua untuk memastikan nilai toleransi tertanam secara konsisten.
5 Fakta Menarik Program PAMMASE
Berbasis Keberagaman Nyata – Mengakomodasi siswa dari dua latar agama berbeda sejak usia dini
Bukan Sekadar Teori – Langsung diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari siswa
Melibatkan Orang Tua – Pendidikan toleransi tidak hanya di sekolah, tapi juga di rumah
Berjalan Sejak 2024 – Sudah menunjukkan dampak positif dalam interaksi sosial siswa
Berpotensi Jadi Role Model – Dapat menjadi contoh bagi sekolah lain di Indonesia
Dari Sekolah, Untuk Masa Depan Bangsa
PAMMASE membuktikan bahwa pendidikan dasar memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara sosial dan emosional. Di tengah tantangan intoleransi yang masih menjadi isu nasional, langkah kecil dari UPT SD Negeri 10 Benteng ini justru menghadirkan harapan besar.
Dengan pendekatan sederhana namun berdampak, PAMMASE telah menjadi budaya sekolah yang hidup—bukan sekadar program sesaat.
Di ruang-ruang kelas sederhana di Baranti, nilai-nilai besar tentang kemanusiaan sedang ditanamkan. Anak-anak belajar bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpisah, melainkan jembatan untuk saling memahami.
Jika toleransi bisa tumbuh sejak dini, maka masa depan Indonesia bukan hanya damai—tetapi juga kuat dalam keberagaman.

















.jpeg)
