-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Inovasi Program PAMMASE UPT SDN 10 Benteng Baranti Jadi Contoh Pendidikan Toleransi di Indonesia

    Satry Polang
    Jumat, 24 April 2026, April 24, 2026 WIB Last Updated 2026-04-24T18:37:28Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Inovasi Program PAMMASE UPT SDN 10 Benteng Baranti Jadi Contoh Pendidikan Toleransi di Indonesia



    NARASIRAKYAT  — UPT SD Negeri 10 Benteng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, menghadirkan terobosan pendidikan berbasis nilai melalui program PAMMASE (Penerapan Moderasi Beragama pada Peserta Didik). Diluncurkan sejak 2024, program ini menjadi langkah konkret dalam membangun budaya toleransi, inklusivitas, dan harmoni di lingkungan sekolah dasar.


    Program ini digagas langsung oleh Kepala Sekolah, Zulkifli, sebagai respons terhadap keberagaman latar belakang peserta didik, khususnya antara pemeluk agama Islam dan komunitas Hindu Towani Tolotang. Alih-alih menjadi potensi konflik, keberagaman tersebut justru diolah menjadi kekuatan pendidikan karakter yang progresif.


    Pendekatan Nyata, Dampak Terasa

    PAMMASE tidak sekadar konsep, melainkan praktik nyata yang terintegrasi dalam aktivitas belajar dan budaya sekolah sehari-hari. Nilai-nilai moderasi beragama ditanamkan melalui:

    • Pembiasaan sikap saling menghormati

    • Kegiatan lintas agama yang edukatif

    • Penguatan peran guru sebagai teladan

    • Pelibatan aktif orang tua dalam pembinaan karakter


    “Program ini menjadi solusi dalam menciptakan interaksi sosial yang sehat di lingkungan sekolah. Kami ingin peserta didik mampu hidup rukun dalam perbedaan,” ungkap Zulkifli.


    Disusun Sistematis, Dijalankan Berkelanjutan

    Keunggulan PAMMASE terletak pada pendekatannya yang terstruktur dan berkelanjutan. Program ini dirancang melalui tiga tahapan utama:

    1. Perencanaan – Identifikasi kebutuhan dan kondisi sosial siswa

    2. Pelaksanaan – Integrasi dalam pembelajaran dan kegiatan sekolah

    3. Evaluasi Berkala – Monitoring perkembangan sikap dan perilaku siswa


    Selain itu, sekolah juga aktif menggelar sosialisasi keberagaman, pelatihan guru, serta forum komunikasi dengan orang tua untuk memastikan nilai toleransi tertanam secara konsisten.


    5 Fakta Menarik Program PAMMASE

    1. Berbasis Keberagaman Nyata – Mengakomodasi siswa dari dua latar agama berbeda sejak usia dini

    2. Bukan Sekadar Teori – Langsung diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari siswa

    3. Melibatkan Orang Tua – Pendidikan toleransi tidak hanya di sekolah, tapi juga di rumah

    4. Berjalan Sejak 2024 – Sudah menunjukkan dampak positif dalam interaksi sosial siswa

    5. Berpotensi Jadi Role Model – Dapat menjadi contoh bagi sekolah lain di Indonesia


    Dari Sekolah, Untuk Masa Depan Bangsa

    PAMMASE membuktikan bahwa pendidikan dasar memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara sosial dan emosional. Di tengah tantangan intoleransi yang masih menjadi isu nasional, langkah kecil dari UPT SD Negeri 10 Benteng ini justru menghadirkan harapan besar.


    Dengan pendekatan sederhana namun berdampak, PAMMASE telah menjadi budaya sekolah yang hidup—bukan sekadar program sesaat.


    Di ruang-ruang kelas sederhana di Baranti, nilai-nilai besar tentang kemanusiaan sedang ditanamkan. Anak-anak belajar bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpisah, melainkan jembatan untuk saling memahami.


    Jika toleransi bisa tumbuh sejak dini, maka masa depan Indonesia bukan hanya damai—tetapi juga kuat dalam keberagaman.

    Komentar

    Tampilkan