-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    PAMMASE DI UPT SDN 10 BENTENG, NILAI TOLERANSI TEMBUS 87 DI RAPOR PENDIDIKAN

    Satry Polang
    Jumat, 24 April 2026, April 24, 2026 WIB Last Updated 2026-04-24T18:34:04Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    PAMMASE DI UPT SDN 10 BENTENG, NILAI TOLERANSI TEMBUS 87 DI RAPOR PENDIDIKAN



    NARASIRAKYAT — Komitmen UPT SD Negeri 10 Benteng, Kecamatan Baranti, dalam menanamkan nilai toleransi sejak dini membuahkan hasil nyata. Melalui program inovatif PAMMASE (Penerapan Moderasi Beragama pada Peserta Didik), sekolah ini berhasil meningkatkan skor toleransi antaragama dalam Rapor Pendidikan secara signifikan, hingga mencapai angka 87 pada tahun 2025.


    Data menunjukkan tren peningkatan yang konsisten: dari 63,24 pada 2023, naik menjadi 66,40 di 2024, hingga melonjak tajam pada 2025. Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa pendekatan pendidikan karakter berbasis moderasi beragama mampu memberikan dampak terukur.


    Transformasi Nyata dari Ruang Kelas

    Program PAMMASE tidak hanya menjadi simbol kebijakan, tetapi telah menjelma sebagai budaya hidup di lingkungan sekolah. Berbagai kegiatan lintas agama, pembiasaan sikap saling menghormati, serta interaksi sosial yang inklusif menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter peserta didik.


    Lingkungan belajar pun berubah menjadi lebih nyaman dan kondusif. Siswa tidak hanya belajar bersama, tetapi juga tumbuh dalam suasana yang menghargai perbedaan. Dampaknya, tidak hanya terasa pada aspek sosial, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan prestasi akademik dan non-akademik.


    “Alhamdulillah, perubahan yang terjadi sangat terasa. Peserta didik kini lebih terbuka, saling menghargai, dan mampu bekerja sama tanpa melihat perbedaan,” ujar Kepala Sekolah, Zulkifli.


    Kunci Keberhasilan: Konsistensi dan Kolaborasi

    Keberhasilan PAMMASE tidak terjadi secara instan. Program ini dibangun melalui konsistensi pelaksanaan dan kolaborasi berbagai pihak:

    • Guru sebagai teladan utama dalam sikap moderat

    • Orang tua sebagai penguat nilai di lingkungan keluarga

    • Sekolah sebagai ruang praktik toleransi

    • Masyarakat sebagai ekosistem pendukung


    Sinergi ini menciptakan ekosistem pendidikan yang utuh, di mana nilai-nilai toleransi tidak hanya diajarkan, tetapi juga dipraktikkan secara berkelanjutan.


    5 Fakta Menarik tentang PAMMASE

    1. Lonjakan Signifikan – Nilai toleransi meningkat drastis hingga mencapai 87 dalam dua tahun

    2. Berbasis Data Nyata – Mengacu pada Rapor Pendidikan sebagai indikator resmi

    3. Diterapkan Sejak Dini – Menyasar siswa sekolah dasar sebagai fondasi karakter

    4. Dampak Multidimensi – Berpengaruh pada karakter, kenyamanan belajar, hingga prestasi siswa

    5. Potensi Nasional – Berpeluang menjadi model pendidikan toleransi di Indonesia


    Lebih dari Sekadar Program, Ini Gerakan Nilai

    PAMMASE kini tidak lagi sekadar inovasi lokal, tetapi telah berkembang menjadi gerakan nilai yang menghidupkan semangat kebersamaan di tengah perbedaan. Di saat isu intoleransi masih menjadi tantangan di berbagai daerah, UPT SDN 10 Benteng justru menunjukkan bahwa solusi bisa dimulai dari ruang kelas.


    Dari Baranti, sebuah pelajaran penting untuk Indonesia lahir: bahwa toleransi bukan hanya diajarkan, tetapi ditumbuhkan melalui kebiasaan dan keteladanan.


    Jika anak-anak sudah mampu menghargai perbedaan sejak dini, maka masa depan bangsa bukan hanya lebih damai—tetapi juga lebih beradab dan berkeadilan.

    Komentar

    Tampilkan