![]() |
Konflik Timur Tengah Memanas! Mahasiswa DEMA FUF UINAM Bahas Dampak ke BBM dan Kamtibmas |
NARASIRAKYAT, 21 April 2026 — Dinamika geopolitik global kembali menjadi perhatian kalangan akademisi dan mahasiswa. Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar menggelar Focus Group Discussion (FGD) kolaboratif bersama Jelajah Jarak dan Green Diplomacy Network.
Bertempat di Red Corner Cafe, kegiatan ini mengangkat tema strategis: “Dampak Gangguan Kamtibmas Akibat Kelangkaan Sumber Daya Energi (BBM, Gas, dan LPG) Pasca Konflik Timur Tengah”. Diskusi ini menjadi ruang intelektual dalam merespons eskalasi konflik global, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat–Israel dan Iran yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi dunia.
Dari Konflik Global ke Stabilitas Lokal
FGD ini menegaskan bahwa konflik di Timur Tengah bukan sekadar isu internasional, tetapi memiliki implikasi langsung terhadap kehidupan masyarakat Indonesia, terutama dalam sektor energi. Gangguan distribusi minyak dunia dapat memicu lonjakan harga, kelangkaan pasokan, hingga berujung pada potensi gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Narasumber pertama, Achmad Abdi Amsri, mengurai anatomi konflik geopolitik global serta dampaknya terhadap stabilitas ekonomi nasional.
“Gangguan jalur distribusi energi internasional akan berdampak pada harga domestik. Jika tidak diantisipasi, ini bisa memicu gejolak sosial,” jelasnya.
Senada, Aspin Nur Arifin Rivai menyoroti dimensi sosial dan keamanan. Ia menekankan bahwa kelangkaan BBM dan LPG dapat menjadi pemicu konflik horizontal jika distribusi tidak dikelola secara adil.
Sementara itu, Direktur Eksekutif GDN, Muh. Zulhamdi Suhafid, mengangkat urgensi transisi energi dan peran generasi muda.
“Konflik global hari ini bukan sekadar berita, tapi ancaman nyata bagi ketersediaan energi di masyarakat. Mahasiswa harus hadir memberi solusi strategis,” tegasnya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif mahasiswa dan aktivis lingkungan yang mengajukan berbagai perspektif kritis terkait mitigasi krisis energi dan stabilitas sosial di Sulawesi Selatan.
Lima Fakta Menarik FGD Energi dan Kamtibmas
Mengangkat Isu Global yang Berdampak Lokal
Konflik Timur Tengah dikaji dari perspektif dampaknya terhadap Indonesia.Kolaborasi Multi Elemen
Melibatkan mahasiswa, akademisi, dan organisasi lingkungan.Bahas Energi dan Keamanan Sekaligus
Diskusi tidak hanya fokus pada ekonomi, tetapi juga Kamtibmas.Dorong Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan
Mahasiswa didorong aktif dalam advokasi kebijakan energi.Hasilkan Rekomendasi Strategis
Termasuk pengawasan distribusi energi dan pencegahan penimbunan.
FGD ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika global, tetapi juga aktor intelektual yang mampu membaca, menganalisis, dan merumuskan solusi atas berbagai tantangan zaman.
Di tengah ketidakpastian dunia, kolaborasi antara kampus, organisasi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas nasional. Dari ruang diskusi sederhana di Makassar, lahir gagasan besar untuk menjaga kedaulatan energi dan ketahanan sosial Indonesia.


















