![]() |
Bacceriani Mahasiswa UNISAN SIDRAP Ciptakan Pestisida Ramah Lingkungan untuk Kendalikan Ulat Grayak pada Tanaman Sawi |
NARASIRAKYAT — Inovasi di bidang pertanian kembali lahir dari kalangan mahasiswa. Bacceriani, mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Sidenreng Rappang, berhasil menghadirkan penelitian tentang pestisida ramah lingkungan untuk mengendalikan hama ulat grayak pada tanaman sawi.
Penelitian tersebut dipresentasikan dalam Ujian Seminar Hasil yang berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026, di ruang ujian Fakultas Pertanian UNISAN SIDRAP.
Kegiatan seminar berlangsung lancar dan dihadiri dosen pembimbing serta tim penguji dari Fakultas Pertanian yang memberikan apresiasi terhadap hasil penelitian tersebut.
Dalam presentasinya, Bacceriani memaparkan penelitian berjudul “Pengendalian Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura L.) Menggunakan Pestisida Ramah Lingkungan pada Tanaman Sawi (Brassica juncea L.)”.
Penelitian ini dilakukan sebagai upaya menghadirkan solusi pengendalian hama yang lebih aman bagi lingkungan, kesehatan petani, serta keberlanjutan sektor pertanian modern.
Hama ulat grayak sendiri dikenal sebagai salah satu ancaman serius bagi tanaman hortikultura, khususnya tanaman sawi, karena mampu merusak daun dan menurunkan hasil produksi secara signifikan.
Melalui penelitian tersebut, Bacceriani membuktikan bahwa penggunaan pestisida ramah lingkungan mampu menekan intensitas serangan hama ulat grayak tanpa merusak kondisi pertumbuhan tanaman.
Hasil penelitian menunjukkan tanaman sawi tetap tumbuh dengan baik dan memiliki potensi produksi yang optimal meski menggunakan metode pengendalian yang lebih alami dan minim bahan kimia.
Seminar hasil itu turut dihadiri tim penguji yang terdiri atas Jumardi selaku ketua penguji, serta Hardi, Naeilul Chaeriyah, Rasidin, dan Munawarah.
Dalam arahannya, dosen pembimbing menegaskan bahwa penelitian mengenai pestisida ramah lingkungan sangat penting untuk terus dikembangkan, terutama di tengah meningkatnya kesadaran terhadap pertanian berkelanjutan.
Penggunaan pestisida nabati maupun bahan ramah lingkungan dinilai menjadi salah satu solusi masa depan untuk mengurangi dampak negatif penggunaan pestisida kimia berlebihan terhadap tanah, air, dan kesehatan manusia.
Tim penguji juga memberikan apresiasi terhadap penelitian yang dilakukan Bacceriani karena dinilai relevan dengan tantangan pertanian modern saat ini.
Selain fokus pada efektivitas pengendalian hama, penelitian tersebut juga dinilai memiliki nilai keberlanjutan yang tinggi karena mendukung praktik pertanian yang lebih sehat dan ekologis.
Lima Fakta Menarik dari Penelitian Bacceriani
1. Fokus pada Hama Berbahaya Tanaman Sawi
Penelitian ini membahas ulat grayak (Spodoptera litura L.), salah satu hama utama yang sering merusak tanaman hortikultura.
2. Menggunakan Pestisida Ramah Lingkungan
Metode pengendalian yang digunakan lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan petani dibanding pestisida kimia.
3. Tanaman Tetap Tumbuh Optimal
Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan tanaman sawi tetap baik meski menggunakan pengendalian alami.
4. Mendukung Pertanian Berkelanjutan
Penelitian ini sejalan dengan konsep sustainable agriculture atau pertanian berkelanjutan yang kini semakin dikembangkan.
5. Berpotensi Jadi Solusi bagi Petani Sayuran
Hasil penelitian diharapkan dapat diterapkan langsung oleh petani sebagai teknik pengendalian hama yang aman, ekonomis, dan efektif.
Inovasi Mahasiswa untuk Masa Depan Pertanian yang Lebih Sehat
Penelitian yang dilakukan Bacceriani menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan pertanian di lapangan.
Di tengah tantangan meningkatnya serangan hama dan ketergantungan terhadap pestisida kimia, inovasi berbasis ramah lingkungan menjadi harapan baru bagi dunia pertanian Indonesia.
Melalui riset seperti ini, mahasiswa tidak hanya menyelesaikan tugas akademik, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian dan kesehatan masyarakat.
Semangat inovasi yang ditunjukkan mahasiswa Fakultas Pertanian UNISAN SIDRAP diharapkan mampu menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus menghadirkan penelitian yang bermanfaat, aplikatif, dan berdampak langsung bagi kehidupan petani serta keberlanjutan lingkungan di masa depan.








