![]() |
Bentengi Generasi dari Bullying, KKN 78 UIN Alauddin Makassar Edukasi Siswa SD di Kelurahan Panreng |
NARASIRAKYAT.ID — Upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari perundungan terus digencarkan mahasiswa UIN Alauddin Makassar melalui program pengabdian masyarakat.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 78 Posko 6 Kelurahan Panreng menggelar sosialisasi anti-bullying di SD 4 Benteng dan SD 5 Benteng sebagai langkah preventif dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif perundungan di lingkungan sekolah.
Kegiatan edukatif tersebut menjadi bagian dari komitmen mahasiswa KKN dalam menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan penguatan karakter anak usia dini.
Bullying Dinilai Jadi Ancaman Serius bagi Anak
Mahasiswa KKN menilai praktik bullying di lingkungan sekolah masih sering dianggap sebagai hal biasa, padahal dampaknya dapat memengaruhi perkembangan sosial, emosional, hingga psikologis anak.
Karena itu, pendekatan edukasi sejak dini dinilai penting agar siswa mampu memahami bentuk-bentuk perundungan sekaligus membangun sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.
Materi sosialisasi mencakup pengertian bullying, bentuk-bentuknya mulai dari verbal, fisik, hingga sosial, serta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap korban.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi, simulasi, dan permainan edukatif agar siswa lebih mudah memahami pesan yang disampaikan.
Tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, mahasiswa KKN juga mengajak siswa untuk mengembangkan empati, keberanian menolak tindakan bullying, serta kesadaran menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan saling mendukung.
Mahasiswa KKN Hadirkan Edukasi yang Menyenangkan
Koordinator Posko 6 Kelurahan Panreng, Muh. Iqra Ramadhan Jamal, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sosial di lingkungan pendidikan.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin menegaskan bahwa bullying bukan hal yang dapat dianggap biasa. Diperlukan pemahaman dan peran bersama untuk mencegahnya sejak dini,” ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif mengikuti sesi diskusi dan simulasi yang dikemas dengan pendekatan edukatif dan menyenangkan.
Pihak sekolah pun memberikan respons positif terhadap program tersebut karena dinilai relevan dengan kebutuhan lingkungan pendidikan saat ini.
Edukasi anti-bullying dianggap penting untuk membantu sekolah membangun budaya belajar yang lebih aman, inklusif, dan nyaman bagi seluruh siswa.
Bangun Karakter dan Kesadaran Sosial Sejak Dini
Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda pengabdian mahasiswa, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam membangun karakter generasi muda yang peduli, berempati, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi sosial.
Mahasiswa KKN berharap program tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menanamkan kesadaran bahwa setiap anak memiliki hak untuk belajar dan berkembang tanpa rasa takut atau tekanan dari lingkungan sekitarnya.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental anak dan keamanan lingkungan sekolah, kegiatan edukasi seperti ini dinilai memiliki dampak positif jangka panjang bagi pembentukan karakter siswa.
Lima Fakta Menarik Sosialisasi Anti-Bullying KKN 78 UIN Alauddin Makassar
1. Digelar di Dua Sekolah Dasar
Kegiatan dilaksanakan di SD 4 Benteng dan SD 5 Benteng Kelurahan Panreng.
2. Fokus pada Pencegahan Bullying Sejak Dini
Mahasiswa KKN memberikan edukasi tentang bahaya bullying bagi perkembangan anak.
3. Materi Disampaikan Secara Interaktif
Sosialisasi dikemas melalui diskusi, simulasi, dan permainan edukatif agar mudah dipahami siswa.
4. Dorong Siswa Bangun Empati
Anak-anak diajak memahami pentingnya saling menghargai dan menolak tindakan perundungan.
5. Dapat Dukungan Positif dari Sekolah
Program mendapat apresiasi dari pihak sekolah karena dinilai relevan dan dibutuhkan siswa.
Mahasiswa Jadi Agen Perubahan Sosial di Tengah Masyarakat
Program yang dijalankan KKN 78 UIN Alauddin Makassar Posko 6 Kelurahan Panreng menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta pengabdian, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang membawa nilai edukatif bagi masyarakat.
Melalui pendekatan yang humanis dan edukatif, mahasiswa berupaya menanamkan budaya saling menghargai dan membangun lingkungan sekolah yang sehat bagi generasi muda.
Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sebagai program sesaat, tetapi mampu menjadi pemicu lahirnya budaya sekolah yang lebih aman, inklusif, dan bebas dari praktik bullying di masa mendatang.
Penulis: Ninis Karlina








