-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Bupati Sidrap Dorong Revolusi Pertanian Modern

    Satry Polang
    Sabtu, 09 Mei 2026, Mei 09, 2026 WIB Last Updated 2026-05-09T10:54:34Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Bupati Sidrap Dorong Revolusi Pertanian Modern



    NARASIRAKYAT.ID — Komitmen mewujudkan pertanian modern dan produktif kembali ditegaskan Syaharuddin Alrif saat menghadiri peluncuran herbisida Pirazo produksi PT Excel Meg Indo di Kelurahan Majjeling Wattang, Sabtu (9/5/2026).


    Di hadapan ratusan petani, penyuluh pertanian, dan tokoh masyarakat, Bupati Sidrap menegaskan bahwa masa depan pertanian tidak lagi hanya bergantung pada cara tradisional, melainkan pada kolaborasi antara teknologi pertanian, mekanisasi modern, pengalaman petani, dan pendampingan pemerintah.


    Menurutnya, transformasi pertanian menuju sistem modern menjadi langkah penting agar petani mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks.


    Teknologi dan Mekanisasi Jadi Jalan Menuju Petani Modern

    Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif menekankan bahwa kemajuan pertanian hanya bisa tercapai jika seluruh unsur bergerak bersama.


    Ia menyebut empat pilar utama pembangunan pertanian modern yakni pengalaman petani, ilmu dari penyuluh pertanian, dukungan pemerintah, serta inovasi teknologi dari perusahaan produsen pertanian.


    “Hari ini kita mempraktikkan sekaligus meluncurkan produk Pirazo. Jika ada teknologi baru seperti ini, maka petani harus mendengarkan dan mempraktikkannya,” ujar Syaharuddin.


    Peluncuran herbisida Pirazo disebut sebagai salah satu langkah konkret mendukung efisiensi kerja petani, khususnya dalam pengendalian gulma yang selama ini menjadi tantangan utama di lahan persawahan.


    Herbisida Pirazo Dinilai Mampu Tingkatkan Efisiensi

    Bupati menjelaskan, penggunaan herbisida Pirazo sebagai solusi pratumbuh dan purnatumbuh dinilai mampu membantu petani menghemat tenaga dan waktu kerja di sawah.


    Dengan pengendalian gulma yang lebih efektif, unsur hara dari pupuk dapat terserap maksimal oleh tanaman padi tanpa terganggu pertumbuhan rumput liar.


    Ia optimistis penerapan teknologi pertanian seperti ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan hasil panen petani Sidrap.


    Selain itu, penggunaan teknologi pengendalian gulma juga dinilai mampu mengurangi beban biaya operasional yang selama ini cukup tinggi dalam proses budidaya padi.


    Rice Transplanter Jadi Simbol Modernisasi Pertanian Sidrap

    Tak hanya mendorong penggunaan herbisida modern, Syaharuddin juga mengajak petani mulai beralih dari metode tanam tradisional menuju mekanisasi menggunakan mesin tanam padi atau rice transplanter.


    Menurutnya, kombinasi antara penggunaan herbisida Pirazo dan sistem mekanisasi pertanian akan mempercepat proses tanam serta meningkatkan efisiensi lahan pertanian.


    “Kalau teknologi dan mekanisasi berjalan bersama, kita optimistis produktivitas sawah di Sidrap bisa mencapai 10 ton lebih per hektare,” tegasnya.


    Pada kegiatan tersebut, Bupati Sidrap turut melakukan penanaman padi menggunakan rice transplanter bersama para pejabat daerah dan petani setempat.


    Harga Gabah Tinggi Bawa Angin Segar untuk Petani

    Dalam kesempatan itu, Bupati juga memberikan perhatian terhadap kondisi harga gabah yang saat ini mencapai sekitar Rp7.300 per kilogram.


    Menurutnya, harga tersebut menjadi kabar baik bagi petani karena mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat sektor pertanian.


    Ia berharap momentum harga gabah yang positif dapat dimanfaatkan petani untuk semakin semangat meningkatkan kualitas dan produktivitas pertanian.


    PT Excel Meg Indo Siap Dampingi Petani

    Perwakilan PT Excel Meg Indo, Ode Khalik, menjelaskan bahwa Pirazo hadir sebagai solusi atas persoalan gulma yang sering menghambat produktivitas pertanian di Sulawesi Selatan.


    Produk tersebut dirancang untuk mengendalikan berbagai jenis gulma, mulai dari rumput berdaun lebar, teki, hingga gulma endemik yang umum ditemukan pada sistem tabela maupun tanam pindah.


    “Kami akan selalu mendampingi petani untuk memberikan informasi teknologi terkait penggunaan Pirazo agar pengendalian gulma lebih efektif dan hasil panen maksimal,” jelas Ode Khalik.


    Pendampingan teknologi kepada petani dinilai menjadi faktor penting agar penggunaan produk pertanian berjalan tepat sasaran dan memberikan hasil optimal.


    Dihadiri Pejabat dan Tokoh Pertanian Sidrap

    Kegiatan peluncuran tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh pertanian Sidrap, di antaranya:

    • Ibrahim

    • Fajrin Salman

    • Firman

    • Abdul Samad

    • Kapolsek Maritengngae

    • Tokoh masyarakat dan pelajar setempat


    Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung transformasi pertanian modern di Kabupaten Sidenreng Rappang.


    Lima Fakta Menarik Peluncuran Pirazo di Sidrap

    1. Bupati Sidrap Dorong Pertanian Modern

    Syaharuddin Alrif menegaskan teknologi dan mekanisasi adalah kunci masa depan pertanian.

    2. Pirazo Diklaim Efektif Lawan Gulma

    Herbisida ini dirancang untuk mengendalikan rumput liar yang mengganggu pertumbuhan padi.

    3. Rice Transplanter Mulai Didorong di Sidrap

    Petani diajak beralih dari metode tradisional ke mekanisasi modern.

    4. Produktivitas Ditargetkan Tembus 10 Ton per Hektare

    Kombinasi teknologi dan mesin pertanian diyakini mampu meningkatkan hasil panen.

    5. Harga Gabah Rp7.300 Jadi Kabar Baik

    Kondisi harga saat ini dinilai membantu meningkatkan kesejahteraan petani.


    Sidrap Menuju Pusat Pertanian Modern Sulawesi Selatan

    Peluncuran teknologi pertanian modern di Majjeling Wattang menjadi gambaran nyata transformasi pertanian Sidrap menuju sistem yang lebih maju, efisien, dan berbasis inovasi.


    Dengan dukungan pemerintah, penyuluh, perusahaan teknologi pertanian, serta semangat petani, Kabupaten Sidrap terus memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan.


    Di tengah perubahan zaman, petani modern bukan lagi sekadar cita-cita, tetapi perlahan menjadi kenyataan yang tumbuh dari sawah-sawah Sidrap.

    Komentar

    Tampilkan