![]() |
Market Day SMKN 3 Sidrap Raup Omzet Rp6,6 Juta, Cetak Wirausaha Muda Lewat Pembelajaran Nyata |
NARASIRAKYAT.ID — Semangat kewirausahaan dan kreativitas pelajar terlihat nyata dalam kegiatan Market Day yang digelar UPT SMKN 3 Sidenreng Rappang. Kegiatan ini bukan sekadar ajang jual beli, tetapi menjadi ruang pembelajaran langsung bagi siswa untuk memahami dunia usaha dari tahap perencanaan hingga evaluasi bisnis.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Projek Kokurikuler yang mengintegrasikan dua mata pelajaran, yakni IPAS untuk kelas X dan Kewirausahaan untuk kelas XI. Seluruh siswa dilibatkan aktif dalam proses penyusunan konsep usaha, menentukan produk, membeli bahan baku, mengolah produk, hingga menyusun strategi pemasaran.
Penanggung jawab mata pelajaran IPAS, Suhartina, S.Pd dan Suriyanti, S.Pd menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk karakter mandiri sekaligus melatih jiwa entrepreneur siswa sejak dini.
“Ini bukan sekadar soal jualan. Anak-anak belajar menemukan ide, membaca peluang usaha, membeli bahan sendiri, membuat produk sendiri, hingga menyusun perencanaan bisnis mereka,” ujarnya.
Berbagai produk kreatif ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Jurusan Pengelasan menghadirkan produk perabot rumah tangga hingga tempat sampah berbahan botol plastik yang relevan dengan program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait pengelolaan sampah plastik.
Sementara itu, jurusan Pertanian membuka pasar segar yang menyediakan cabai dan terong dengan harga lebih murah dibanding pasar umum maupun swalayan. Produk hasil praktik siswa tersebut langsung menarik perhatian pengunjung karena kualitasnya yang baik dan harga yang terjangkau.
Kepala UPT SMKN 3 Sidenreng Rappang, Rahmat Ahmad, S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat pendidikan vokasi berbasis praktik nyata.
Menurutnya, Market Day dapat menjadi agenda rutin sekolah karena memberikan dampak positif terhadap pengembangan keterampilan siswa, terutama dalam membangun mental usaha dan kreativitas.
“Program ini sangat sejalan dengan arah penguatan pendidikan vokasi dari Kemendikdasmen. Anak-anak belajar langsung dari pengalaman nyata, bukan hanya teori di kelas,” ungkap Rahmat Ahmad.
Ia juga mengungkapkan bahwa total transaksi dalam kegiatan tersebut mencapai Rp6.690.000 dengan estimasi keuntungan sekitar 40 persen. Capaian itu menjadi indikator bahwa produk siswa memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.
Tak hanya itu, SMKN 3 Sidrap juga mulai mengembangkan marketplace digital sebagai wadah promosi dan pemasaran produk siswa secara online melalui platform
Schoolpreneur SMKN 3 Sidrap
Platform tersebut masih dalam tahap pengembangan dan uji coba, namun diharapkan menjadi langkah besar sekolah dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan ekonomi digital.
Kegiatan Market Day semakin meriah dengan kehadiran Pengawas Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Dr. H. Ir. Syaripuddin, MM. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi program tersebut karena mampu membangun kreativitas, gotong royong, serta jiwa kewirausahaan siswa.
“Program seperti ini menjadi promosi nyata sekolah karena masyarakat bisa melihat langsung hasil karya dan kemampuan siswa,” katanya.
Di sela kegiatan, juga dilakukan penyerahan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi Fraksi PKS DPR RI kepada sejumlah siswa. Bantuan tersebut diserahkan oleh Ali Hafid yang juga merupakan alumni SMKN 3 Sidrap.
Momentum itu menjadi simbol kuat bahwa alumni sekolah tetap memiliki kepedulian terhadap perkembangan pendidikan dan generasi penerus di almamaternya.
Lima Fakta Menarik Market Day SMKN 3 Sidrap
1. Omzet Tembus Rp6,6 Juta
Transaksi penjualan siswa mencapai Rp6.690.000 hanya dalam satu kegiatan.
2. Siswa Belajar Bisnis dari Nol
Mulai dari mencari ide usaha, membeli bahan baku, produksi, hingga strategi pemasaran dilakukan langsung oleh siswa.
3. Produk Ramah Lingkungan Jadi Sorotan
Jurusan Pengelasan menghadirkan tempat sampah berbahan botol plastik yang mendukung program pengurangan sampah.
4. Pasar Segar Harga Murah
Jurusan Pertanian menjual hasil panen seperti cabai dan terong dengan harga lebih terjangkau dibanding pasar umum.
5. Sudah Punya Marketplace Digital
SMKN 3 Sidrap mulai mengembangkan pemasaran online melalui platform Schoolpreneur untuk memperluas jangkauan produk siswa.
Market Day SMKN 3 Sidenreng Rappang membuktikan bahwa pendidikan vokasi bukan hanya tentang teori dan praktik di ruang kelas, tetapi tentang menciptakan pengalaman nyata yang membentuk mental kreatif, mandiri, dan inovatif.
Melalui program seperti ini, siswa tidak hanya belajar menjadi pencari kerja, tetapi dipersiapkan menjadi pencipta lapangan kerja. Dari ruang sekolah di Sidrap, lahir semangat baru generasi muda yang siap bersaing di era ekonomi kreatif dan digital.








