![]() |
Ratusan Jamaah Antusias! Tablig Akbar Zulhijjah Wahdah Islamiyah Sidrap Kupas Keteladanan Nabi Ibrahim |
NARASIRAKYAT.ID — Menyambut datangnya bulan suci Zulhijjah 1447 Hijriah, DPD Wahdah Islamiyah Sidenreng Rappang sukses menggelar kegiatan keagamaan bertajuk Tablig Akbar Zulhijjah 1447 H yang berlangsung penuh khidmat dan antusiasme jamaah.
Kegiatan yang digelar di Masjid Abu Ayyub Al-Anshari, kawasan Pondok Pesantren Al-Iman Ulu Ale, pada Sabtu, 16 Mei 2026 tersebut mengangkat tema besar:
“Keteladanan Nabi Ibrahim sebagai Rasul, Suami, dan Ayah.”
Acara juga disiarkan secara semi-daring melalui kanal resmi Wahdah Islamiyah Sidrap sehingga dapat diikuti oleh jamaah dari berbagai wilayah.
Hadir sebagai pembicara utama, Ustaz Jahada Mangka menyampaikan tausiyah mendalam tentang keteladanan Nabi Ibrahim Alaihissalam yang diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai Uswatun Hasanah atau teladan terbaik bagi umat manusia.
Zulhijjah Bukan Sekadar Ritual Kurban
Dalam ceramahnya, Ustaz Jahada Mangka menekankan bahwa bulan Zulhijjah bukan sekadar momentum ibadah kurban tahunan, melainkan ruang refleksi spiritual untuk mengukur kualitas iman dan ketaatan kepada Allah SWT.
Ia menjelaskan bagaimana Nabi Ibrahim menjadi simbol manusia bertauhid yang teguh dalam memperjuangkan kebenaran, bahkan ketika harus menghadapi tekanan dari kaumnya dan Raja Namrud yang menolak dakwah tauhid.
“Kisah Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa keimanan harus menjadi jangkar kehidupan. Keteguhan beliau dalam memperjuangkan tauhid adalah pelajaran besar bagi umat Islam hari ini,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Materi tausiyah yang disampaikan tidak hanya mengupas sejarah, tetapi juga relevan dengan tantangan kehidupan modern yang dihadapi umat Islam saat ini.
Keteladanan Ayah dan Kekuatan Keluarga
Salah satu bagian yang paling menyentuh dalam tablig akbar tersebut adalah pembahasan tentang hubungan Nabi Ibrahim dengan keluarganya.
Ustaz Jahada Mangka menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim menunjukkan teladan luar biasa dalam membangun komunikasi yang lembut, demokratis, dan penuh kasih sayang kepada istri dan anaknya.
Dialog antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ketika menerima perintah penyembelihan menjadi gambaran ideal pendidikan karakter dalam Islam.
Menurutnya, ketahanan keluarga menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun generasi saleh di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Fatherhood dalam Islam dicontohkan langsung oleh Nabi Ibrahim. Beliau tidak otoriter, tetapi membangun komunikasi yang penuh hikmah dan kasih sayang,” jelasnya.
Mengajak Umat Perkuat Ukhuwah dan Kepedulian Sosial
Selain membahas nilai keimanan dan keluarga, tausiyah juga mengajak umat Islam memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kepedulian sosial melalui ibadah kurban.
Momentum Zulhijjah dinilai sebagai waktu terbaik untuk memperkuat solidaritas, membantu sesama, dan membangun persatuan umat.
DPD Wahdah Islamiyah Sidenreng Rappang berharap kegiatan ini mampu menjadi pengingat bagi masyarakat agar menjadikan spirit pengorbanan Nabi Ibrahim sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme jamaah terlihat sepanjang acara berlangsung. Banyak peserta mengikuti kajian hingga selesai, baik secara langsung di lokasi maupun melalui siaran daring.
Kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan penuh semangat ukhuwah Islamiyah.
Dakwah yang Menyentuh Kehidupan Nyata
Tablig akbar ini menjadi bukti bahwa dakwah Islam tidak hanya membahas aspek ibadah ritual, tetapi juga menyentuh persoalan kehidupan keluarga, sosial, hingga tantangan moral masyarakat modern.
Melalui pendekatan yang relevan dan aplikatif, pesan-pesan keteladanan Nabi Ibrahim mampu diterima dengan baik oleh jamaah lintas usia.
Kegiatan seperti ini juga memperkuat peran masjid dan lembaga dakwah sebagai pusat pembinaan umat dan pendidikan karakter masyarakat.
Lima Fakta Menarik Tablig Akbar Zulhijjah 1447 H di Sidrap
1. Angkat Tema Keteladanan Nabi Ibrahim
Kajian fokus membahas Nabi Ibrahim sebagai Rasul, suami, dan ayah teladan.
2. Digelar di Masjid Abu Ayyub Al-Anshari
Acara berlangsung di kawasan Pondok Pesantren Al-Iman Ulu Ale.
3. Dibawakan oleh Ustaz Jahada Mangka
Ustaz Jahada Mangka menyampaikan tausiyah penuh hikmah dan refleksi kehidupan.
4. Jamaah Sangat Antusias
Peserta mengikuti kegiatan secara langsung maupun melalui siaran daring resmi Wahdah Islamiyah Sidrap.
5. Bahas Ketahanan Keluarga dan Ukhuwah
Kajian menyoroti pentingnya komunikasi keluarga, kepedulian sosial, dan persatuan umat.
Meneladani Ibrahim, Menguatkan Umat
Kisah Nabi Ibrahim Alaihissalam bukan hanya cerita sejarah, tetapi sumber pelajaran abadi tentang keimanan, pengorbanan, ketulusan, dan kekuatan keluarga.
Melalui Tablig Akbar Zulhijjah 1447 H ini, DPD Wahdah Islamiyah Sidenreng Rappang mengajak umat Islam untuk kembali memperkuat fondasi tauhid dan membangun kehidupan yang lebih bermakna.
Di tengah tantangan zaman modern, nilai-nilai keteladanan Nabi Ibrahim tetap relevan untuk dijadikan pedoman dalam membangun keluarga, menjaga persatuan, dan memperkuat kepedulian sosial.
Karena sejatinya, umat yang kuat bukan hanya umat yang maju secara materi, tetapi umat yang memiliki iman kokoh, keluarga yang harmonis, dan hati yang peduli terhadap sesama.








