![]() |
UNISAN SIDRAP Dukung Budaya Publikasi Ilmiah, Dr. Fakhruddin Kurnia Dekan FEB Jadi Narasumber Seminar Nasional di STIE Indonesia Makassar |
NARASIRAKYAT.ID — Komitmen dalam membangun budaya akademik dan publikasi ilmiah terus diperkuat dunia perguruan tinggi di Sulawesi Selatan. Salah satu langkah nyata terlihat dalam kegiatan Seminar Penulisan dan Penerbitan Jurnal yang digelar STIE Indonesia Makassar pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus STIE Indonesia Makassar Lantai 2 Table itu mengangkat tema “Strategi Menulis, Publikasi Berkualitas, dan Meningkatkan Sitasi” serta menghadirkan akademisi dan praktisi publikasi ilmiah sebagai narasumber utama.
Menariknya, salah satu pemateri utama dalam seminar nasional tersebut adalah Fakhruddin Kurnia yang merupakan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ichsan Sidenreng Rappang sekaligus Direktur Lajagoe Pustaka.
Kehadiran akademisi UNISAN SIDRAP sebagai narasumber dalam forum ilmiah tersebut menjadi bukti kontribusi aktif kampus dalam pengembangan literasi akademik dan budaya riset di tingkat regional maupun nasional.
Dorong Mahasiswa Aktif Menulis dan Publikasi
Seminar diselenggarakan oleh LP3M STIE Indonesia Makassar bersama Jurnal STIKMEN sebagai bagian dari upaya mendorong mahasiswa agar mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas dan layak dipublikasikan pada jurnal akademik.
Ketua panitia kegiatan, C. Nurhadi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun budaya riset di lingkungan perguruan tinggi.
“Melalui seminar ini kami ingin memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa karya ilmiah memiliki nilai besar ketika dipublikasikan. Skripsi yang selama ini hanya tersimpan di perpustakaan kampus diharapkan dapat diolah menjadi artikel jurnal yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua STIE Indonesia Makassar, Syamsul Bahri.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kemampuan menulis dan mempublikasikan karya ilmiah kini menjadi indikator penting kualitas akademik mahasiswa maupun institusi pendidikan tinggi.
“Perguruan tinggi saat ini dituntut menghasilkan lulusan yang tidak hanya mampu menyelesaikan studi, tetapi juga aktif menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat dan dunia akademik,” ungkapnya.
Akademisi UNISAN SIDRAP Bagikan Strategi Publikasi Ilmiah
Dalam sesi utama seminar, Dr. Fakhruddin Kurnia membawakan materi mendalam mengenai strategi menulis artikel ilmiah yang menarik dan memiliki peluang besar diterbitkan pada jurnal nasional maupun internasional.
Ia menjelaskan bahwa banyak mahasiswa gagal mempublikasikan karya ilmiah karena belum memahami standar penulisan jurnal akademik yang baik.
Menurutnya, publikasi ilmiah membutuhkan ketelitian, konsistensi, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara sistematis dan berbasis data valid.
“Artikel ilmiah yang baik harus memiliki kebaruan, relevansi, serta didukung data penelitian yang valid. Selain itu, penulis juga harus memahami karakter jurnal tujuan agar artikel yang dikirim sesuai dengan ruang lingkup dan template yang ditentukan,” terangnya.
Tidak hanya membahas teori, Dr. Fakhruddin juga membagikan berbagai tips praktis kepada peserta, mulai dari teknik memilih jurnal kredibel, strategi meningkatkan sitasi artikel, hingga cara menghadapi revisi dari reviewer jurnal ilmiah.
“Revisi adalah hal biasa dalam publikasi ilmiah. Jangan langsung menyerah ketika artikel mendapat masukan dari reviewer. Justru dari situlah kualitas tulisan akan semakin baik,” tambahnya.
Pemaparan tersebut mendapat respons positif dari peserta seminar yang tampak antusias mengikuti sesi diskusi hingga akhir kegiatan.
Bangun Generasi Akademik yang Produktif dan Kompetitif
Wakil Ketua I Bidang Akademik STIE Indonesia Makassar, Aryanti Inayah, dalam pengantar akademiknya menegaskan bahwa keterampilan menulis ilmiah harus mulai dibangun sejak dini di kalangan mahasiswa.
Ia menilai banyak mahasiswa sebenarnya memiliki hasil penelitian yang baik, namun belum mampu mengemasnya dalam format artikel jurnal sesuai standar akademik.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika akademik, termasuk menghindari plagiarisme dan menggunakan referensi ilmiah yang berkualitas.
Seminar berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan dari peserta terkait teknik publikasi, penggunaan aplikasi manajemen referensi, hingga cara menghindari jurnal predator.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang motivasi bagi mahasiswa agar lebih percaya diri dalam menghasilkan karya tulis ilmiah yang berkualitas dan kompetitif.
Lima Fakta Menarik Seminar Publikasi Ilmiah STIE Indonesia Makassar
1. Hadirkan Dekan FEB UNISAN SIDRAP sebagai Narasumber
Dr. Fakhruddin Kurnia dipercaya menjadi pemateri utama dalam seminar nasional publikasi ilmiah.
2. Fokus pada Strategi Publikasi dan Sitasi
Seminar membahas teknik menulis jurnal berkualitas hingga strategi meningkatkan sitasi artikel ilmiah.
3. Dorong Skripsi Jadi Artikel Jurnal
Mahasiswa diajak mengembangkan hasil skripsi menjadi publikasi ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat.
4. Bahas Cara Hindari Jurnal Predator
Peserta mendapatkan edukasi penting tentang memilih jurnal kredibel dan menjaga integritas akademik.
5. Perkuat Budaya Akademik Kampus
Kegiatan menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi membangun budaya riset dan literasi ilmiah yang kuat.
UNISAN SIDRAP Perkuat Peran Akademik di Tingkat Regional dan Nasional
Keterlibatan akademisi UNISAN SIDRAP dalam seminar ilmiah nasional menunjukkan semakin kuatnya kontribusi kampus dalam pengembangan pendidikan tinggi dan budaya penelitian di Indonesia.
Di era persaingan global dan transformasi digital, kemampuan menulis serta mempublikasikan karya ilmiah menjadi salah satu kompetensi penting bagi mahasiswa dan dosen.
Melalui kolaborasi akademik seperti ini, diharapkan lahir generasi intelektual muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat.
Seminar tersebut menjadi langkah nyata dalam membangun budaya publikasi ilmiah yang produktif, inovatif, dan berdaya saing di lingkungan perguruan tinggi.








