![]() |
Viral di Sidrap! UTS Mahasiswa Kuliner UMS Rappang Disulap Jadi Breakfast Buffet Profesional |
NARASIRAKYAT — Kreativitas mahasiswa kembali ditunjukkan oleh Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang melalui pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah Kontinental yang dikemas berbeda dari biasanya.
Tidak hanya sekadar memasak di laboratorium praktik, mahasiswa Semester II menghadirkan konsep breakfast buffet ala hotel berbintang dengan menangani langsung pesanan acara syukuran salah satu dosen di lingkungan kampus.
Konsep pembelajaran berbasis produksi (production based education) tersebut menjadi pengalaman nyata bagi mahasiswa untuk merasakan langsung dinamika dunia industri kuliner dan hospitality.
Mulai dari perencanaan menu, pengolahan makanan, penataan buffet, hingga pelayanan kepada tamu dilakukan secara profesional oleh mahasiswa. Suasana praktik pun tampak layaknya layanan sarapan hotel modern dengan sajian tertata elegan dan pelayanan yang terorganisir.
Aneka roti dan pastry, telur olahan, salad segar, sosis, minuman hangat dan dingin, hingga berbagai menu pelengkap lainnya disajikan dengan tampilan estetik yang menggugah selera.
Tidak hanya mengandalkan cita rasa, mahasiswa juga dituntut menerapkan standar kebersihan, manajemen waktu, estetika penyajian, hingga kemampuan komunikasi dan kerja sama tim selama kegiatan berlangsung.
Dosen pengampu mata kuliah Kontinental, Damayanti Trisnasari, menegaskan bahwa pembelajaran berbasis praktik nyata menjadi metode efektif dalam membangun kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja.
“Mahasiswa belajar secara langsung bagaimana menghadapi kebutuhan konsumen, menjaga kualitas produk, serta memberikan pelayanan profesional dalam sebuah kegiatan nyata,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman seperti ini memberikan nilai lebih dibanding sekadar pembelajaran teori di kelas karena mahasiswa mampu memahami standar industri secara langsung.
Atmosfer kegiatan berlangsung penuh semangat dan kreativitas. Para mahasiswa terlihat aktif membagi tugas mulai dari area dapur, pengaturan buffet, hingga pelayanan kepada tamu yang hadir dalam acara syukuran tersebut.
Pendekatan pembelajaran aplikatif yang diterapkan Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang menjadi bukti komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia industri kuliner dan perhotelan.
Melalui praktik seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar memasak, tetapi juga membangun mental profesional, kemampuan pelayanan, dan standar kerja industri yang dibutuhkan di era kompetisi global saat ini.
Lima Fakta Menarik dari UTS Kuliner UMS Rappang
1. UTS Dikemas Seperti Hotel Berbintang
Mahasiswa menghadirkan konsep breakfast buffet modern lengkap dengan penataan makanan profesional ala hospitality industry.
2. Menangani Pesanan Acara Nyata
Praktik kuliah tidak hanya simulasi, tetapi langsung menangani acara syukuran dosen di lingkungan kampus.
3. Mahasiswa Belajar Jadi Tim Profesional
Setiap mahasiswa memiliki peran berbeda mulai dari kitchen staff, plating, buffet arrangement, hingga pelayanan tamu.
4. Fokus pada Standar Industri
Mahasiswa dilatih menerapkan kebersihan, estetika penyajian, kualitas rasa, dan pelayanan prima secara langsung.
5. Pembelajaran Berbasis Produksi
Model production based education membuat mahasiswa memperoleh pengalaman riil sebelum memasuki dunia kerja.
Pembelajaran yang Mendekatkan Mahasiswa dengan Dunia Industri
Kegiatan ini menjadi gambaran bagaimana pendidikan vokasi kini semakin diarahkan pada pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan industri kerja modern.
Dengan metode pembelajaran seperti ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori kuliner, tetapi juga terbiasa menghadapi tekanan kerja, kebutuhan konsumen, serta standar pelayanan profesional yang menjadi tuntutan utama industri hospitality.
Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang pun terus menunjukkan komitmennya menghadirkan pembelajaran inovatif, adaptif, dan berbasis pengalaman nyata.
Ke depan, diharapkan lahir lulusan-lulusan muda yang tidak hanya ahli dalam bidang kuliner, tetapi juga mampu menjadi tenaga profesional yang siap bersaing di industri perhotelan, restoran, hingga usaha kuliner kreatif di tingkat nasional maupun internasional.














