![]() |
Simaan Maraton Santri Pesantren SEHATI Passeno, Bukti Nyata Sidrap Menuju Lumbung Penghafal Al-Qur'an |
NARASIRAKYAT – Komitmen Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) untuk menjadi daerah unggulan dalam pendidikan Al-Qur'an kembali mendapat dukungan nyata dari lembaga pendidikan Islam. Menutup Tahun Ajaran 2025-2026, Pesantren SEHATI Desa Passeno menggelar kegiatan Simaan Maraton Hafalan Al-Qur'an yang diikuti oleh lima santri dan santriwati sebagai bentuk evaluasi sekaligus syiar Al-Qur'an di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa karena dilaksanakan saat usia pesantren yang relatif masih muda. Meski baru sekitar satu tahun beroperasi, Pesantren SEHATI telah menunjukkan kontribusi nyata dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur'an dan mendukung visi besar menjadikan Sidrap sebagai salah satu pusat pendidikan tahfiz Al-Qur'an di Sulawesi Selatan.
Di hadapan para guru, orang tua, dan jamaah yang hadir, para santri memperdengarkan hafalan mereka secara berkesinambungan dalam suasana yang penuh kekhusyukan. Setiap ayat yang dilantunkan bukan hanya menjadi bukti keberhasilan proses pembelajaran, tetapi juga menjadi saksi perjalanan spiritual para santri dalam menjaga kalamullah di dalam hati mereka.
Simaan, Tradisi Ilmiah yang Mengakar dalam Pendidikan Al-Qur'an
Dalam tradisi pendidikan Islam, simaan bukan sekadar ujian hafalan. Simaan merupakan proses memperdengarkan hafalan Al-Qur'an kepada guru atau jamaah untuk memastikan ketepatan bacaan sekaligus menjaga kualitas hafalan yang telah dimiliki.
Lebih dari itu, simaan merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat Al-Qur'an yang telah Allah titipkan kepada para penghafalnya.
Para ulama menjelaskan bahwa menjaga hafalan Al-Qur'an membutuhkan proses murojaah atau pengulangan yang terus-menerus. Melalui simaan, para santri dilatih untuk mempertahankan hafalan mereka agar tetap kuat dan terjaga dari kelupaan.
Karena itu, kegiatan simaan memiliki nilai pendidikan yang sangat tinggi. Selain melatih keberanian tampil di hadapan publik, kegiatan ini juga menanamkan tanggung jawab moral kepada para santri untuk terus menjaga hafalan mereka sepanjang hayat.
Setahun Berdiri, Pesantren SEHATI Tunjukkan Hasil Nyata
Keberhasilan lima santri dan santriwati mengikuti simaan maraton menjadi capaian yang membanggakan bagi Pesantren SEHATI.
Di usia yang baru menginjak tahun pertama operasionalnya, lembaga pendidikan ini telah menunjukkan bahwa dengan sistem pembinaan yang terarah, lingkungan yang kondusif, serta dukungan masyarakat, lahirnya generasi penghafal Al-Qur'an bukanlah sesuatu yang mustahil.
Pencapaian tersebut sekaligus menjadi indikator bahwa Pesantren SEHATI tidak hanya fokus pada pembangunan fisik lembaga, tetapi juga serius membangun kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an.
Dukungan untuk Sidrap sebagai Lumbung Tahfiz Al-Qur'an
Pimpinan Pesantren SEHATI, Dr. Wahidin Ar Rafany, menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mendukung terwujudnya Sidrap sebagai lumbung penghafal Al-Qur'an sekaligus pusat pendidikan unggul yang berdaya saing.
Menurutnya, investasi terbesar sebuah daerah bukan hanya pembangunan infrastruktur, melainkan pembangunan generasi yang memiliki akhlak, ilmu, dan kedekatan dengan Al-Qur'an.
Melalui pendidikan tahfiz yang berkelanjutan, Pesantren SEHATI berharap dapat melahirkan generasi Qur'ani yang tidak hanya mampu menghafal ayat-ayat Allah, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran pesantren ini di Desa Passeno menjadi bagian dari gerakan besar membangun masyarakat yang religius, berkarakter, dan berorientasi pada kemajuan pendidikan.
Lima Fakta Menarik Simaan Maraton Pesantren SEHATI
1. Menjadi Penutup Tahun Ajaran 2025-2026
Simaan maraton digelar sebagai puncak evaluasi sekaligus bentuk syukur atas proses pembelajaran selama satu tahun penuh.
2. Diikuti Lima Santri dan Santriwati
Lima peserta tampil memperdengarkan hafalan Al-Qur'an mereka di hadapan guru, orang tua, dan jamaah.
3. Bukti Keberhasilan Pesantren yang Baru Berdiri
Meski baru beroperasi sekitar satu tahun, Pesantren SEHATI telah menunjukkan hasil nyata dalam pembinaan tahfiz Al-Qur'an.
4. Menghidupkan Tradisi Murojaah Al-Qur'an
Simaan menjadi sarana penting untuk memperkuat hafalan sekaligus menjaga kualitas bacaan para santri.
5. Mendukung Visi Sidrap sebagai Lumbung Tahfiz
Kegiatan ini sejalan dengan upaya berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat pendidikan Al-Qur'an di Kabupaten Sidrap.
Al-Qur'an yang Dijaga Akan Menjaga Pemiliknya
Bagi para penghafal Al-Qur'an, perjalanan tidak berhenti ketika hafalan selesai disetorkan. Justru tantangan terbesar dimulai saat mereka harus menjaga hafalan tersebut agar tetap hidup di dalam hati dan lisan.
Simaan menjadi pengingat bahwa Al-Qur'an tidak boleh menjadi tamu sesaat dalam kehidupan seorang muslim. Ia harus terus dibaca, diulang, dipahami, dan diamalkan.
Melalui lantunan ayat-ayat suci yang menggema di Pesantren SEHATI, masyarakat diingatkan kembali bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari lahirnya generasi yang mencintai Al-Qur'an.
Di Desa Passeno, harapan itu kini mulai tumbuh. Dari lima santri yang tampil dalam simaan maraton, tersimpan cita-cita besar untuk melahirkan lebih banyak generasi Qur'ani yang kelak menjadi kebanggaan Sidrap, Sulawesi Selatan, bahkan Indonesia. Karena sejatinya, ketika Al-Qur'an dijaga dengan penuh cinta, maka Al-Qur'an pula yang akan menjaga kehidupan para penghafalnya.














