![]() |
Mariadi Mahasiswa Peternakan UMS Rappang Buktikan Urin Sapi Bisa Tingkatkan Produksi Rumput Pakan Ternak |
NARASIRAKYAT – Di tengah meningkatnya harga pupuk kimia dan tuntutan pengembangan peternakan yang lebih berkelanjutan, mahasiswa Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi (FAST) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menghadirkan sebuah inovasi yang menarik perhatian.
Melalui Seminar Hasil yang digelar di Ruang Seminar FAST UMS Rappang, Kamis (11/6/2026), mahasiswa Prodi Peternakan, Mariadi, mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul "Respon Pertumbuhan Rumput Biograss (Pennisetum purpureum cv. Biograss) yang Dipupuk dengan Urin Sapi pada Level yang Berbeda."
Penelitian tersebut mengangkat pemanfaatan limbah peternakan yang selama ini sering dianggap tidak memiliki nilai ekonomi menjadi solusi alternatif yang berpotensi mendukung peningkatan produktivitas hijauan pakan ternak sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik.
Menjawab Tantangan Ketersediaan Pakan Berkualitas
Dalam dunia peternakan ruminansia, ketersediaan hijauan berkualitas merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan usaha ternak. Rumput Biograss dikenal sebagai salah satu jenis hijauan unggul yang memiliki produktivitas tinggi dan kandungan nutrisi yang baik bagi ternak.
Namun, untuk menghasilkan pertumbuhan optimal, tanaman ini membutuhkan ketersediaan unsur hara yang cukup. Di sinilah Mariadi melihat peluang untuk memanfaatkan urin sapi sebagai pupuk organik cair yang kaya nitrogen (N) dan berbagai unsur hara penting lainnya.
"Penelitian ini menguji beberapa level pemberian urin sapi untuk melihat pengaruhnya terhadap pertumbuhan rumput Biograss sebagai salah satu sumber hijauan pakan ternak," jelas Mariadi dalam presentasinya.
Penelitian dilakukan dengan mengamati sejumlah parameter penting, seperti tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang daun, berat segar tanaman, hingga rasio batang dan daun.
Melalui pengujian berbagai level pemberian urin sapi, penelitian ini bertujuan menemukan dosis paling efektif untuk menghasilkan pertumbuhan rumput yang optimal.
Limbah Ternak yang Bernilai Ekonomis
Salah satu nilai penting dari penelitian ini adalah upaya mengubah limbah peternakan menjadi sumber daya yang bernilai guna.
Selama ini, urin sapi sering kali belum dimanfaatkan secara maksimal oleh peternak. Padahal kandungan unsur haranya berpotensi mendukung pertumbuhan tanaman sekaligus menjadi alternatif pupuk yang lebih ramah lingkungan.
Jika hasil penelitian ini dapat diterapkan secara luas, peternak tidak hanya memperoleh manfaat berupa peningkatan produksi hijauan pakan, tetapi juga mampu menekan biaya produksi yang selama ini cukup besar untuk pembelian pupuk kimia.
Pendekatan ini sejalan dengan konsep pertanian dan peternakan berkelanjutan yang saat ini terus didorong untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Didukung Tim Akademik Berpengalaman
Seminar hasil tersebut dihadiri oleh tim penguji dan pembimbing yang memiliki kompetensi di bidang peternakan, yaitu:
Ketua Penguji: Dr. Musdalifa Mansur, S.Pt., M.Si.
Sekretaris: Armayani, M.Si.
Penelaah: Angga Nugraha, S.Pt., M.Pt.
Pembimbing I: Muh. Irwan, S.Pt., M.Si.
Pembimbing II: Dr. Nurul Purnomo, S.Pt., M.Si.
Kehadiran para akademisi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas ilmiah penelitian yang dilakukan mahasiswa.
Ketua Penguji, Dr. Musdalifa Mansur, S.Pt., M.Si., memberikan apresiasi terhadap penelitian yang dinilai relevan dengan kebutuhan peternak saat ini.
"Melalui penelitian ini, mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga menawarkan solusi yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat peternak. Kami berharap hasil penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan menjadi referensi bagi penelitian berikutnya," ujarnya.
Lima Fakta Menarik Penelitian Mariadi
1. Memanfaatkan Limbah yang Sering Terabaikan
Urin sapi yang selama ini kurang dimanfaatkan diteliti sebagai pupuk organik cair bernilai tinggi.
2. Fokus pada Rumput Biograss
Penelitian menggunakan rumput Biograss yang dikenal sebagai hijauan unggul untuk pakan ternak ruminansia.
3. Menguji Berbagai Dosis Pupuk
Penelitian dilakukan dengan beberapa level pemberian urin sapi untuk menemukan dosis paling efektif.
4. Berpotensi Menekan Biaya Produksi
Peternak dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik yang harganya semakin tinggi.
5. Mendukung Peternakan Berkelanjutan
Konsep penelitian sejalan dengan prinsip ramah lingkungan dan pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal.
Dari Kampus untuk Kemajuan Peternakan Indonesia
Penelitian yang dilakukan Mariadi menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus lahir dari teknologi mahal atau peralatan canggih. Terkadang solusi terbaik justru berasal dari pemanfaatan sumber daya yang ada di sekitar masyarakat.
Melalui penelitian ini, mahasiswa UMS Rappang membuktikan bahwa dunia akademik memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi nyata bagi sektor peternakan. Tidak hanya menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga menawarkan alternatif yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan peternak.
Di tengah tantangan meningkatnya biaya produksi dan kebutuhan akan sistem peternakan yang lebih berkelanjutan, pemanfaatan urin sapi sebagai pupuk organik membuka peluang baru yang menjanjikan.
Karena sesungguhnya, penelitian yang bernilai bukan hanya yang berhasil dipublikasikan, tetapi yang mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi bagian dari solusi untuk masa depan peternakan yang lebih maju, mandiri, dan ramah lingkungan.















