![]() |
Nabilah Bunga Hamzah Mahasiswa UNISAN Sidrap Temukan Konsep Ekowisata Danau Sidenreng yang Ramah Lingkungan dan Edukatif |
NARASIRAKYAT – Potensi besar Danau Sidenreng sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Sidenreng Rappang kembali mendapat sorotan melalui gagasan akademik yang lahir dari dunia pendidikan tinggi.
Mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap), Nabilah Bunga Hamzah, berhasil mempresentasikan karya tugas akhirnya berjudul “Pengembangan Wisata Danau Sidenreng dengan Penerapan Konsep Ekowisata melalui Pendekatan Kontekstual.”
Karya tersebut dipresentasikan dalam Ujian Akhir Sarjana sebagai bentuk kontribusi akademik terhadap pengembangan potensi wisata daerah yang tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan lingkungan serta pelestarian nilai-nilai lokal.
Danau Sidenreng dan Potensi Wisata Berkelanjutan
Danau Sidenreng dikenal sebagai salah satu lanskap alam yang memiliki daya tarik tinggi di Sulawesi Selatan. Keindahan panorama air, suasana tenang, serta kehidupan masyarakat di sekitarnya menjadikan kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan berbasis ekowisata.
Melihat potensi tersebut, Nabilah Bunga Hamzah menghadirkan gagasan pengembangan kawasan wisata yang tidak hanya fokus pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata dan kelestarian ekosistem danau.
Pendekatan ini menjadi penting di tengah meningkatnya kesadaran global akan pentingnya pariwisata berkelanjutan yang tidak merusak lingkungan alam.
Konsep Ekowisata: Menyatukan Alam, Edukasi, dan Masyarakat
Dalam rancangan yang dipresentasikan, konsep ekowisata menjadi fondasi utama pengembangan kawasan Danau Sidenreng.
Pendekatan ini mengedepankan prinsip keseimbangan antara aktivitas wisata, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Berbagai fasilitas dirancang untuk mendukung pengalaman wisata yang edukatif dan rekreatif, di antaranya area rekreasi, plaza publik, gazebo, jalur pedestrian, dermaga wisata, ruang terbuka hijau, hingga area edukasi lingkungan.
Fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana rekreasi, tetapi juga sebagai media pembelajaran bagi pengunjung untuk lebih memahami pentingnya menjaga kelestarian ekosistem danau.
Dengan demikian, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga pulang dengan kesadaran lingkungan yang lebih tinggi.
Pendekatan Kontekstual: Menyatu dengan Alam dan Budaya Lokal
Selain konsep ekowisata, Nabilah juga menerapkan pendekatan kontekstual dalam desain kawasan wisata tersebut.
Pendekatan ini menekankan pentingnya keselarasan antara desain arsitektur dengan kondisi lingkungan alam, karakter geografis kawasan danau, serta nilai-nilai budaya masyarakat sekitar.
Hal ini diwujudkan melalui desain bangunan yang menyatu dengan lanskap alami, penggunaan elemen ruang terbuka, serta penataan kawasan yang mempertahankan karakter asli lingkungan Danau Sidenreng.
Dengan pendekatan tersebut, kawasan wisata tidak terasa terpisah dari alam, melainkan menjadi bagian yang harmonis dari ekosistem yang sudah ada.
Desain Berkelanjutan untuk Masa Depan Wisata Sidrap
Aspek keberlanjutan menjadi perhatian utama dalam keseluruhan rancangan.
Nabilah Bunga Hamzah merancang kawasan wisata dengan memperhatikan ruang terbuka hijau yang luas, sistem sirkulasi pejalan kaki yang efisien, serta optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami.
Selain itu, penataan kawasan juga diarahkan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman wisata bagi pengunjung.
Pendekatan ini mencerminkan prinsip arsitektur berkelanjutan yang tidak hanya memperhatikan aspek visual, tetapi juga dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan masyarakat.
Apresiasi Akademik atas Inovasi Perancangan
Dalam proses ujian akhir sarjana, hasil perancangan Nabilah Bunga Hamzah mendapatkan apresiasi dari tim penguji.
Karya tersebut dinilai mampu mengintegrasikan berbagai aspek penting dalam satu kesatuan desain, mulai dari pariwisata, konservasi lingkungan, hingga nilai-nilai kearifan lokal.
Lebih dari itu, rancangan ini dianggap relevan dengan kebutuhan pengembangan kawasan wisata Danau Sidenreng sebagai destinasi unggulan yang berkelanjutan dan berkarakter.
Lima Fakta Menarik Karya Tugas Akhir Nabilah Bunga Hamzah
1. Mengangkat Potensi Strategis Danau Sidenreng
Danau Sidenreng dirancang menjadi destinasi ekowisata unggulan berbasis konservasi dan edukasi.
2. Mengusung Konsep Ekowisata Berkelanjutan
Seluruh desain berfokus pada keseimbangan antara wisata, lingkungan, dan masyarakat.
3. Menghadirkan Area Edukasi Lingkungan
Wisatawan tidak hanya berekreasi, tetapi juga mendapatkan edukasi tentang ekosistem danau.
4. Menggunakan Pendekatan Kontekstual
Desain menyatu dengan kondisi alam dan karakter budaya masyarakat sekitar danau.
5. Mendukung Pengembangan Wisata Daerah
Rancangan ini berpotensi menjadi referensi pengembangan wisata berkelanjutan di Sidrap.
Dari Kampus untuk Masa Depan Danau Sidenreng
Karya tugas akhir ini menunjukkan bahwa arsitektur bukan hanya tentang membangun ruang fisik, tetapi juga tentang merancang masa depan yang lebih berkelanjutan.
Melalui gagasan pengembangan ekowisata Danau Sidenreng berbasis kontekstual, Nabilah Bunga Hamzah menghadirkan sebuah konsep yang menggabungkan keindahan alam, kekuatan budaya lokal, dan kesadaran lingkungan dalam satu kesatuan desain yang harmonis.
Di tengah tantangan pembangunan pariwisata modern, gagasan ini menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi kreatif dan berkelanjutan bagi daerahnya.
Dari ruang akademik di UNISAN Sidrap, lahir sebuah ide yang tidak hanya mempercantik kawasan wisata, tetapi juga menjaga warisan alam dan budaya untuk generasi mendatang.















.jpeg)
