-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Zulkifli Mangaru Mahasiswa UNISAN Sidrap Arsitektur Hadirkan Konsep Desain Universitas Masa Depan Bernuansa Kearifan Bugis

    Satry Polang
    Senin, 15 Juni 2026, Juni 15, 2026 WIB Last Updated 2026-06-15T13:15:09Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Zulkifli Mangaru Mahasiswa Arsitektur Hadirkan Konsep Desain Universitas Masa Depan Bernuansa Kearifan Bugis



    NARASIRAKYAT  – Dunia pendidikan tinggi tidak hanya berperan dalam mencetak lulusan akademik, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan inovatif yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.


    Hal tersebut tercermin dalam karya tugas akhir mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap), Zulkifli Mangaru, yang mempresentasikan rancangan berjudul “Perancangan Kampus Universitas Ichsan Sidenreng Rappang dengan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular.”


    Karya tersebut dipresentasikan dalam ujian akhir sarjana sebagai salah satu tahapan akademik wajib sebelum mahasiswa memperoleh gelar Sarjana Arsitektur (S.Ars). Lebih dari sekadar tugas akademik, rancangan ini menawarkan visi pengembangan kampus masa depan yang modern, berkelanjutan, dan tetap berakar pada identitas budaya lokal Bugis.


    Kampus sebagai Simbol Identitas dan Kemajuan Daerah

    Rancangan yang disusun Zulkifli Mangaru berangkat dari gagasan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi juga representasi identitas sebuah institusi pendidikan dan daerah.


    Dalam konteks Universitas Ichsan Sidenreng Rappang, pengembangan kampus diharapkan mampu mencerminkan karakter lokal Kabupaten Sidenreng Rappang sekaligus menghadirkan suasana akademik yang modern, nyaman, dan berdaya saing.


    Melalui pendekatan Arsitektur Neo Vernakular, desain kampus ini menggabungkan nilai-nilai arsitektur tradisional Bugis dengan konsep arsitektur kontemporer yang lebih fungsional dan adaptif terhadap kebutuhan pendidikan tinggi saat ini.


    Transformasi Arsitektur Bugis dalam Wujud Modern

    Salah satu kekuatan utama dalam rancangan ini adalah upaya menginterpretasikan kembali elemen arsitektur tradisional Bugis ke dalam bentuk yang lebih modern tanpa menghilangkan makna filosofisnya.


    Hal tersebut terlihat pada bentuk atap bangunan yang terinspirasi dari rumah adat Bugis, pola penataan massa bangunan yang terstruktur, serta pemanfaatan ruang terbuka sebagai elemen penting dalam mendukung interaksi akademik dan sosial di lingkungan kampus.


    Pendekatan ini menjadikan kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang pendidikan, tetapi juga sebagai ruang budaya yang hidup dan merepresentasikan nilai-nilai lokal yang terus berkembang di tengah modernisasi.


    Kawasan Kampus Terpadu dan Fungsional

    Dalam perancangannya, Zulkifli Mangaru menyusun kawasan kampus secara terpadu dengan mempertimbangkan kebutuhan akademik dan non-akademik secara menyeluruh.


    Berbagai fasilitas dirancang untuk mendukung kegiatan pendidikan tinggi, mulai dari gedung perkuliahan, ruang administrasi, perpustakaan, fasilitas kemahasiswaan, area olahraga, ruang terbuka hijau, hingga area parkir yang memadai.


    Penataan kawasan dilakukan dengan memperhatikan aspek kenyamanan, kemudahan akses, serta efisiensi sirkulasi bagi mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas akademika.


    Dengan konsep tersebut, kampus diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang produktif, inklusif, dan mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara optimal.


    Arsitektur Berkelanjutan untuk Masa Depan Pendidikan

    Selain mengedepankan aspek budaya dan fungsi, rancangan ini juga memberikan perhatian besar terhadap prinsip keberlanjutan lingkungan.


    Optimalisasi pencahayaan alami menjadi salah satu strategi utama untuk menciptakan ruang yang sehat sekaligus hemat energi.


    Sistem penghawaan silang diterapkan guna meningkatkan kenyamanan termal di dalam bangunan tanpa ketergantungan berlebih pada energi buatan.


    Sementara itu, ruang terbuka hijau dirancang sebagai elemen penting yang tidak hanya memperindah kawasan kampus, tetapi juga berfungsi meningkatkan kualitas udara dan keseimbangan ekosistem lingkungan pendidikan.


    Pendekatan ini sejalan dengan prinsip arsitektur berkelanjutan yang semakin menjadi kebutuhan dalam perancangan fasilitas pendidikan modern.


    Apresiasi Akademik atas Inovasi Desain Kampus

    Dalam proses ujian akhir sarjana, hasil rancangan Zulkifli Mangaru mendapat apresiasi dari tim penguji.

    Karya tersebut dinilai mampu mengintegrasikan berbagai aspek penting dalam satu kesatuan desain, mulai dari fungsi pendidikan, estetika arsitektur, keberlanjutan lingkungan, hingga pelestarian nilai budaya lokal.


    Lebih dari itu, rancangan ini dianggap memiliki potensi untuk menjadi referensi pengembangan kampus masa depan yang tidak hanya modern, tetapi juga memiliki identitas khas daerah.


    Lima Fakta Menarik Karya Tugas Akhir Zulkifli Mangaru

    1. Mengangkat Visi Pengembangan Kampus Masa Depan

    Rancangan ini menghadirkan konsep kampus modern yang tetap berakar pada nilai budaya lokal Bugis.

    2. Menggunakan Pendekatan Neo Vernakular

    Desain menggabungkan arsitektur tradisional dengan konsep modern yang fungsional.

    3. Menekankan Integrasi Ruang Terbuka

    Ruang terbuka hijau menjadi elemen penting dalam mendukung interaksi akademik dan sosial.

    4. Dirancang sebagai Kawasan Kampus Terpadu

    Seluruh fasilitas pendidikan dirancang dalam satu sistem kawasan yang saling terhubung.

    5. Mengusung Prinsip Arsitektur Berkelanjutan

    Efisiensi energi, pencahayaan alami, dan sirkulasi udara menjadi fokus utama desain.


    Dari Tugas Akhir Menuju Visi Kampus Berkarakter

    Karya tugas akhir Zulkifli Mangaru menjadi bukti bahwa dunia akademik memiliki peran penting dalam melahirkan gagasan yang dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.


    Melalui rancangan kampus Neo Vernakular ini, lahir sebuah visi tentang bagaimana institusi pendidikan dapat berkembang tanpa kehilangan identitas budaya yang menjadi akar sejarahnya.


    Dari ruang ujian di Fakultas Teknik UNISAN Sidrap, sebuah gagasan besar tentang kampus masa depan hadir—kampus yang tidak hanya modern dan fungsional, tetapi juga memiliki jiwa budaya, keberlanjutan, dan karakter lokal yang kuat.


    Karya ini menjadi pengingat bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang membangun peradaban dan identitas daerah untuk generasi yang akan datang.

    Komentar

    Tampilkan