![]() |
Lorong Piala Dunia 2026 Homebase PML Kadidi Disulap Jadi Kampung Sepak Bola, Puluhan Bendera Negara Hiasi Jalanan |
NARASIRAKYAT – Demam Piala Dunia 2026 mulai terasa hingga ke pelosok kampung. Di Kelurahan Kadidi, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang, semangat menyambut pesta sepak bola terbesar di dunia itu diwujudkan dengan cara yang unik dan penuh kebersamaan.
Lorong Homebase PML (Pemuda Masa Lalu) atau yang dikenal masyarakat sebagai eks Coki Lay, yang berada di samping Kantor Lurah Kadidi, kini berubah menjadi "Kampung Piala Dunia". Sepanjang lorong dipenuhi aneka bendera negara peserta dan negara favorit warga yang akan berlaga pada ajang sepak bola empat tahunan tersebut.
Pemandangan berwarna-warni itu menjadi daya tarik tersendiri. Bendera negara-negara dari Benua Asia, Eropa, Amerika hingga Afrika berkibar menghiasi jalanan, menciptakan atmosfer layaknya miniatur Piala Dunia di tengah permukiman warga.
Kreativitas masyarakat ini menjadi bukti bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan ruang sosial yang mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang usia, profesi, maupun latar belakang.
Dari Lorong Kampung Menuju Semangat Persatuan
Bagi warga Kadidi, Piala Dunia bukan hanya soal pertandingan dan skor akhir. Momentum ini menjadi ruang untuk membangun kebersamaan serta mempererat hubungan sosial antarwarga.
Sejak pemasangan bendera dimulai, suasana lorong menjadi lebih hidup. Warga yang melintas kerap berhenti untuk berfoto, berdiskusi tentang tim favorit, hingga memprediksi siapa yang akan menjadi juara dunia.
Kehadiran bendera berbagai negara juga menjadi simbol toleransi dalam mendukung tim masing-masing. Meski berbeda pilihan, seluruh warga tetap berkumpul dalam satu semangat yang sama, yakni menikmati kemeriahan pesta sepak bola dunia.
PML Kadidi Siapkan Nobar Piala Dunia 2026
Tidak berhenti pada dekorasi lorong, komunitas Pemuda Masa Lalu (PML) Kadidi juga telah menyiapkan agenda nonton bareng (nobar) selama berlangsungnya Piala Dunia 2026.
Salah seorang tokoh pemuda Kelurahan Kadidi, Muh. Ilham Laombing, menjelaskan bahwa kegiatan nobar yang digagas PML bukan sekadar menonton pertandingan bersama.
"Nonton bareng bukan semata datang, duduk, diam lalu pulang. Tetapi nobar lebih dari itu. Ini menjadi momentum untuk menjalin dan merekatkan tali silaturahmi, membangun komunikasi, serta menguatkan kebersamaan di antara pecinta sepak bola yang mendukung tim jagoannya masing-masing," ujarnya.
Menurutnya, sepak bola memiliki kekuatan luar biasa dalam menyatukan masyarakat. Karena itu, PML ingin menjadikan momentum Piala Dunia sebagai ruang positif yang memperkuat hubungan sosial di lingkungan Kelurahan Kadidi.
Semangat Global dari Lorong Sederhana
Fenomena yang terjadi di Lorong Homebase PML menunjukkan bahwa semangat Piala Dunia tidak hanya hidup di stadion-stadion megah dunia, tetapi juga tumbuh di lorong-lorong kampung yang penuh kehangatan.
Kreativitas warga menghias lingkungan dengan bendera negara-negara peserta menjadi bentuk partisipasi sederhana yang memiliki makna besar. Selain memperindah kawasan, kegiatan tersebut juga membangkitkan rasa kebersamaan dan optimisme masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan kehidupan sehari-hari, sepak bola kembali membuktikan dirinya sebagai bahasa universal yang mampu menghadirkan kegembiraan kolektif.
5 Fakta Menarik Lorong Homebase PML Piala Dunia 2026
1. Lorong Kampung Berubah Jadi Kampung Piala Dunia
Sepanjang jalan dihiasi berbagai bendera negara peserta dan negara favorit warga sehingga menciptakan suasana layaknya festival sepak bola internasional.
2. Diinisiasi Komunitas Pemuda Masa Lalu (PML)
Kegiatan ini digagas oleh komunitas pemuda setempat sebagai bentuk kreativitas positif menyambut Piala Dunia 2026.
3. Ada Bendera dari Empat Benua
Warga memasang bendera negara-negara dari Asia, Eropa, Amerika, hingga Afrika sebagai simbol keberagaman dukungan.
4. Nobar Jadi Agenda Utama
PML telah menyiapkan kegiatan nonton bareng yang akan menjadi pusat berkumpulnya masyarakat selama turnamen berlangsung.
5. Lokasi Strategis dan Mudah Dijangkau
Lorong Homebase PML berada tepat di samping Kantor Lurah Kadidi sehingga mudah ditemukan oleh masyarakat yang ingin merasakan atmosfer Piala Dunia.
Piala Dunia memang berlangsung jauh dari Sidrap, tetapi semangatnya hadir begitu dekat di hati masyarakat Kadidi. Dari lorong sederhana yang dipenuhi bendera berbagai negara, lahir pesan penting bahwa sepak bola bukan hanya tentang kemenangan dan trofi, melainkan tentang persaudaraan, kebersamaan, dan harapan.
Ketika warga berkumpul tanpa mempersoalkan perbedaan pilihan tim, ketika pemuda bergerak menciptakan ruang silaturahmi yang positif, dan ketika sebuah lorong kampung mampu menghadirkan atmosfer dunia, maka sepak bola telah menjalankan fungsi terbaiknya: menyatukan manusia dalam kegembiraan yang sama.
Mari bergabung dan rasakan kemeriahan Road to Piala Dunia 2026 hanya di Lorong Homebase PML, samping Kantor Lurah Kadidi. Karena di sana, sepak bola bukan sekadar pertandingan, melainkan perayaan persaudaraan.














.jpeg)
