-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     




     


     

     



     


     

     



     

    Iklan

    Peringati Hari Anak Nasional 2026 UPT SD Negeri 11 Rappang Wujudkan Aksi Nyata Literasi Keagamaan Lintas Budaya Melalui Dialog Lintas Agama

    Satry Polang
    Kamis, 23 Juli 2026, Juli 23, 2026 WIB Last Updated 2026-07-23T11:43:02Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Peringati Hari Anak Nasional 2026 UPT SD Negeri 11 Rappang Wujudkan Aksi Nyata Literasi Keagamaan Lintas Budaya Melalui Dialog Lintas Agama


    PAREPARE, NarasiRakyat.id – Momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dimaknai secara istimewa oleh UPT SD Negeri 11 Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang. Tidak hanya memperingati hari penting bagi anak Indonesia, sekolah tersebut menghadirkan pembelajaran yang menyentuh langsung kehidupan nyata melalui kegiatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) dengan mengunjungi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Kota Parepare, Kamis (23/7/2026).


    Di tengah meningkatnya kebutuhan akan pendidikan karakter yang mampu memperkuat persatuan bangsa, kegiatan ini menjadi contoh konkret bagaimana sekolah mengimplementasikan nilai toleransi, moderasi beragama, dan kemanusiaan dalam proses pembelajaran. Dialog edukatif dipandu langsung oleh Pendeta Pdt. Marlon Singkoh, S.Fil., yang membuka ruang diskusi mengenai pentingnya saling menghargai di tengah keberagaman.


    Kegiatan tersebut bukan sekadar kunjungan lintas agama, melainkan sebuah proses pembelajaran kontekstual yang mengajak peserta didik memahami bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh, tetapi modal sosial untuk membangun Indonesia yang damai dan harmonis.


    Pendidikan Karakter yang Hadir dalam Kehidupan Nyata

    Kepala UPT SD Negeri 11 Rappang, Kartika Evalisa, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa literasi keagamaan tidak cukup diajarkan melalui teori di ruang kelas.


    Menurutnya, peserta didik perlu merasakan pengalaman langsung agar mampu memahami makna toleransi secara utuh.


    "Momentum Hari Anak Nasional ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menanamkan fondasi karakter yang kuat pada anak-anak. Melalui integrasi berbagai mata pelajaran ini, siswa belajar secara holistik bahwa menghargai perbedaan, menyantuni anak yatim, serta membantu orang miskin adalah nilai kemanusiaan universal yang melampaui segala batasan," ungkap Kartika Evalisa.


    Pendekatan tersebut menjadi bagian dari implementasi pendidikan yang berorientasi pada pengalaman nyata (experiential learning), sehingga peserta didik tidak hanya mengetahui konsep toleransi, tetapi juga menyaksikan langsung praktik kehidupan masyarakat yang saling menghormati.


    Integrasi Pembelajaran Lintas Mata Pelajaran

    Keunggulan kegiatan ini terletak pada integrasi berbagai disiplin ilmu dalam satu pengalaman belajar.


    Dalam Pendidikan Agama Islam (PAI), siswa mempraktikkan nilai moderasi beragama (wasathiyah) serta pentingnya menjaga hubungan antarsesama manusia (hablum minannas).


    Melalui Pendidikan Pancasila, peserta didik mengimplementasikan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa sekaligus memperkuat semangat Persatuan Indonesia.


    Pada mata pelajaran IPAS, siswa mempelajari keberagaman sosial budaya masyarakat serta mengenal hubungan antarwilayah antara Kabupaten Sidrap dan Kota Parepare.


    Sementara dalam Matematika, siswa dilatih berpikir logis melalui perhitungan estimasi jarak perjalanan, waktu tempuh, hingga penyusunan kebutuhan logistik kegiatan secara nyata.


    Pendekatan lintas disiplin ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat diintegrasikan secara utuh ke dalam Kurikulum Merdeka melalui pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.


    Dialog Lintas Agama yang Mengikis Prasangka

    Dalam sesi dialog, Pdt. Marlon Singkoh, S.Fil. mengajak seluruh peserta memandang keberagaman sebagai kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama.


    Menurutnya, toleransi tidak lahir hanya dari slogan, tetapi dimulai dari kemampuan setiap individu membersihkan prasangka terhadap orang lain.


    "Menghargai perbedaan dimulai dari pikiran yang bersih. Ketika kita mampu menahan diri dari prasangka, kita sedang membuka pintu kerja sama untuk kebaikan yang lebih besar," ujar Pdt. Marlon.

     

    Pesan tersebut mendapat perhatian penuh dari peserta yang mengikuti dialog secara interaktif dalam suasana hangat dan penuh rasa saling menghormati.


    Komitmen Bersama Membangun Nilai Kemanusiaan

    Pertemuan lintas budaya tersebut juga menghasilkan kesepahaman mengenai pentingnya membangun kolaborasi dalam aksi-aksi kemanusiaan.


    Nilai yang ditekankan meliputi:

    • Berbuat baik kepada siapa pun tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun latar belakang.
    • Menyantuni anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.
    • Membantu masyarakat kurang mampu sebagai implementasi nilai kemanusiaan universal.

    Komitmen tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan toleransi bukan hanya berhenti pada dialog, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


    Dukungan Komite Sekolah dan Orang Tua

    Ketua Komite UPT SD Negeri 11 Rappang, H. Harlan Alamsyah, menyampaikan bahwa pengalaman hidupnya bekerja bersama berbagai kalangan dengan latar belakang agama berbeda menjadi bukti bahwa kerja sama lintas keyakinan mampu menghasilkan banyak kebaikan.


    "Kegiatan ini adalah langkah konkret untuk mempersiapkan Generasi Emas Indonesia yang menghargai perbedaan agama. Pengalaman hidup saya membuktikan bahwa kerja sama dalam perbedaan itu indah, dan nilai ini harus ditanamkan sejak dini," tegasnya.


    Apresiasi juga datang dari perwakilan orang tua siswa, Agustrisnawati, S.Pd.


    Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan inovasi pendidikan karakter yang sangat relevan dengan tantangan kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.


    "Ini adalah inovasi sekolah yang sangat baik dalam mengajarkan keberagaman yang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Sebagai orang tua, kami sangat mendukung anak-anak belajar toleransi langsung dari realitas kehidupan," ujarnya.


    Kehadiran orang tua dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter akan semakin kuat apabila dibangun melalui sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.


    Lima Fakta Menarik

    1. Diperingati Bertepatan Hari Anak Nasional 2026
    Momentum nasional dimanfaatkan sebagai sarana menanamkan karakter toleransi kepada peserta didik.

    2. Pembelajaran Berlangsung Langsung di Rumah Ibadah
    Siswa memperoleh pengalaman nyata melalui dialog edukatif di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Parepare.

    3. Mengintegrasikan Empat Mata Pelajaran Sekaligus
    PAI, Pendidikan Pancasila, IPAS, dan Matematika dipadukan dalam satu kegiatan pembelajaran kontekstual.

    4. Didukung Penuh Komite dan Orang Tua
    Program memperoleh dukungan aktif seluruh ekosistem pendidikan sehingga menjadi pembelajaran kolaboratif.

    5. Menjadi Praktik Baik Pendidikan Karakter
    Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana sekolah mampu mengimplementasikan moderasi beragama, nilai Pancasila, dan kepedulian sosial secara bersamaan.


    Di tengah tantangan keberagaman yang terus berkembang, UPT SD Negeri 11 Rappang menghadirkan sebuah teladan bahwa pendidikan terbaik bukan hanya mengajarkan peserta didik untuk menjadi cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk manusia yang mampu menghormati sesama.


    Melalui Literasi Keagamaan Lintas Budaya, sekolah membuktikan bahwa ruang kelas dapat diperluas hingga ke tengah masyarakat, menjadikan setiap pengalaman sebagai sumber pembelajaran yang memperkuat karakter, menumbuhkan empati, dan memperkokoh persatuan Indonesia.


    Langkah sederhana yang dilakukan pada Hari Anak Nasional 2026 ini menjadi pesan kuat bahwa masa depan Indonesia tidak hanya dibangun oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh generasi yang mampu hidup berdampingan dalam semangat toleransi, gotong royong, dan kemanusiaan. Sebuah ikhtiar nyata yang layak menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan di seluruh Nusantara.

    Komentar

    Tampilkan