![]() |
| Seminar Proker KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 Edukasi Dampak Pernikahan Dini di Malino |
GOWA, NARASIRAKYAT.ID — Masa depan seorang anak tidak semestinya berhenti terlalu cepat. Sebelum memasuki kehidupan rumah tangga, anak membutuhkan kesempatan untuk belajar, tumbuh, mengenali potensi diri, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih matang.
Pesan itulah yang dibawa mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 melalui Seminar Program Kerja (Proker) di Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Kamis (10/9/2026).
Digelar di SD Inpres Tassa’la, kegiatan tersebut mengangkat salah satu isu yang dekat dengan masa depan generasi muda, yakni edukasi mengenai pernikahan dini dengan tema “Anak Butuh Masa Depan: Sekolah Dulu, Menikah Kemudian.”
Tema tersebut bukan sekadar slogan. Di baliknya terdapat pesan penting bahwa pendidikan merupakan salah satu fondasi yang perlu diperkuat sebelum seorang anak mengambil keputusan besar dalam kehidupannya.
Ketika Pendidikan Menjadi Pilihan Pertama
Bagi mahasiswa KKN, pengabdian kepada masyarakat bukan hanya tentang menjalankan program kerja. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk hadir di tengah masyarakat dan membicarakan persoalan yang berpengaruh terhadap masa depan generasi muda.
Pernikahan pada usia anak menjadi salah satu persoalan yang membutuhkan perhatian karena berkaitan dengan banyak aspek kehidupan.
Keputusan menikah terlalu dini dapat bersinggungan dengan keberlanjutan pendidikan, kesiapan mental dan emosional, kesehatan, kehidupan sosial, hingga kemampuan mempersiapkan kehidupan ekonomi keluarga.
Karena itu, melalui seminar tersebut, mahasiswa KKN berupaya membuka ruang diskusi agar peserta memahami bahwa anak membutuhkan waktu untuk berkembang sebelum memasuki fase kehidupan sebagai pasangan suami istri.
Pesan utamanya sederhana: beri anak kesempatan untuk sekolah, tumbuh, dan menyiapkan masa depan.
Menghadirkan Perspektif Agama dan Hukum
Untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif, mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 menghadirkan dua pemateri dengan latar belakang berbeda.
Pemateri dari Kantor Urusan Agama (KUA), Firman, S.Hi., memberikan perspektif keagamaan terkait persoalan pernikahan.
Sementara itu, pemateri dari LBH Batara Yodha Gowa memberikan sudut pandang hukum, khususnya yang berkaitan dengan pernikahan dini dan perlindungan terhadap anak.
Kehadiran kedua perspektif tersebut membuat pembahasan tidak berhenti pada persoalan boleh atau tidaknya seseorang menikah, tetapi diarahkan pada pertanyaan yang lebih mendasar: apakah seorang anak sudah memiliki kesiapan untuk menjalani kehidupan pernikahan dan membangun keluarga?
Pendekatan tersebut menjadi penting karena keputusan pernikahan menyangkut tanggung jawab jangka panjang. Anak perlu mendapatkan informasi yang memadai agar mampu memahami konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil.
KKN Hadir Membawa Edukasi yang Dekat dengan Masyarakat
Seminar program kerja ini sekaligus memperlihatkan bagaimana mahasiswa dapat mengambil peran dalam menyampaikan edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 tidak hanya hadir sebagai peserta akademik yang menjalankan kewajiban pengabdian, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut mendorong kesadaran mengenai pentingnya masa depan anak.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap kesadaran masyarakat semakin tumbuh untuk memberikan ruang yang cukup kepada anak dalam memperoleh pendidikan.
Pendidikan tidak hanya menjadi bekal untuk mendapatkan pekerjaan. Pendidikan juga membantu anak membangun cara berpikir, mengenali tanggung jawab, mengembangkan kemampuan mengambil keputusan, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan.
Dengan demikian, mendorong anak tetap bersekolah bukan berarti menunda masa depan. Justru sebaliknya, pendidikan adalah bagian dari proses mempersiapkan masa depan.
Malino dan Harapan untuk Generasi Muda
Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, menjadi ruang bagi mahasiswa KKN untuk menerjemahkan pengetahuan akademik ke dalam kegiatan yang menyentuh persoalan sosial.
Seminar ini diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sekitar.
Sebab, perlindungan terhadap masa depan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah. Keluarga dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung anak untuk belajar dan berkembang.
Ketika keluarga memberikan dukungan terhadap pendidikan, sekolah memberikan ruang untuk berkembang, dan masyarakat ikut menjaga anak dari keputusan yang belum siap mereka jalani, maka peluang generasi muda untuk memiliki masa depan yang lebih baik semakin terbuka.
Lima Fakta Menarik Seminar KKN UIN Alauddin Makassar di Malino
1. Digelar di lingkungan sekolah
Seminar dilaksanakan di SD Inpres Tassa’la, Kelurahan Malino, sehingga isu pendidikan dan masa depan anak dibahas dalam lingkungan yang dekat dengan dunia belajar.
2. Mengangkat isu pernikahan dini
Mahasiswa KKN mengangkat tema “Anak Butuh Masa Depan: Sekolah Dulu, Menikah Kemudian” sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat dan generasi muda.
3. Menghadirkan dua perspektif penting
Materi disampaikan oleh pemateri dari KUA dan LBH Batara Yodha Gowa, sehingga pembahasan mencakup perspektif keagamaan sekaligus hukum.
4. Pendidikan ditempatkan sebagai prioritas
Pesan utama kegiatan adalah mendorong anak agar menyelesaikan pendidikan dan mempersiapkan masa depan sebelum memasuki kehidupan pernikahan.
5. Menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa
Seminar merupakan bagian dari Program Kerja KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 di Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.
Sekolah Dulu, Menikah Kemudian
Ada masa ketika seorang anak seharusnya sibuk memikirkan pelajaran, cita-cita, persahabatan, dan bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik.
Ada masa ketika mereka perlu diberi kesempatan untuk mencoba, gagal, belajar kembali, dan menemukan jalan hidupnya.
Pernikahan adalah perjalanan besar yang membutuhkan kesiapan. Karena itu, memberi anak kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan bukan berarti menghalangi masa depannya.
Justru dari pendidikan itulah masa depan dipersiapkan.
Seminar KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 di Malino membawa satu pesan yang sederhana tetapi kuat: jangan buru-buru meminta anak menjalani kehidupan orang dewasa ketika mereka masih memiliki hak untuk menikmati proses tumbuh dan belajar.
Sebab, anak bukan sekadar bagian dari hari ini.
Mereka adalah pemilik masa depan. Dan masa depan yang baik membutuhkan pendidikan, kesempatan, keberanian, serta waktu untuk dipersiapkan.















