-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Senam Literasi Keagamaan Lintas Budaya Karya UPT SD Negeri 11 Rappang Tampil di Kemah Akbar, Bersiap Diperkenalkan ke Panggung Internasional

    Satry Polang
    Sabtu, 05 September 2026, September 05, 2026 WIB Last Updated 2026-09-06T06:41:14Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Senam Literasi Keagamaan Lintas Budaya Karya UPT SD Negeri 11 Rappang Tampil di Kemah Akbar, Bersiap Diperkenalkan ke Panggung Internasional


    SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Minggu, 6 September 2026, menjadi hari istimewa bagi keluarga besar UPT SD Negeri 11 Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

    Di tengah semarak Kemah Akbar Perjusami Kwartir Panca Rijang, sebuah gagasan pendidikan yang memadukan gerak, literasi keagamaan, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya diperkenalkan kepada peserta.


    Gagasan itu adalah Senam Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB), sebuah karya program sekolah yang dirancang bukan sekadar sebagai aktivitas fisik, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang mengajak peserta didik mengenal nilai-nilai keagamaan sekaligus menghargai keberagaman budaya.

    Sosialisasi pada Ahad, 6 September 2026, disebut menjadi momentum sosialisasi pertama program tersebut di Indonesia.


    Kegiatan ini menjadi semakin istimewa karena Institut Leimena dari Jakarta dijadwalkan berkunjung ke UPT SD Negeri 11 Rappang untuk melakukan wawancara dan pengambilan gambar.

    Program LKLB dari sekolah tersebut direncanakan menjadi salah satu praktik baik yang akan ditampilkan dalam Konferensi Internasional 2026.


    Bagi sekolah, rencana tersebut bukan sekadar penghargaan. Ada pesan yang jauh lebih besar: praktik pendidikan yang lahir dari lingkungan sekolah di daerah dapat memiliki ruang untuk diperkenalkan pada forum yang lebih luas, bahkan ke tingkat internasional.


    Ketika Literasi Keagamaan Hadir Melalui Gerakan

    Selama ini, literasi keagamaan sering kali identik dengan kegiatan membaca, berdiskusi, atau pembelajaran di dalam kelas.

    Namun UPT SD Negeri 11 Rappang mencoba menghadirkan pendekatan berbeda.


    Nilai-nilai literasi keagamaan dikemas melalui gerakan senam yang lebih dekat dengan dunia anak. Peserta tidak hanya diajak bergerak, tetapi juga dikenalkan dengan pesan-pesan tentang keberagaman, toleransi, kebersamaan, dan penghormatan terhadap perbedaan.

    Pendekatan tersebut menjadikan kegiatan belajar lebih kontekstual.


    Anak-anak belajar bahwa keberagaman bukan sesuatu yang harus dijauhi, melainkan kenyataan sosial yang perlu dikenali dan dihargai.

    Di sinilah kekuatan program LKLB terlihat.


    Pendidikan tidak berhenti pada kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter dan kemampuan anak untuk hidup bersama dalam masyarakat yang beragam.


    Kepala Sekolah Beri Apresiasi dan Dukungan Penuh

    Kepala UPT SD Negeri 11 Rappang, Kartika Evalisa, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

    Ia menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan program Senam Literasi Keagamaan Lintas Budaya sebagai bagian dari inovasi pendidikan di sekolah.


    Dukungan pimpinan sekolah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sebuah inovasi.

    Sebab, sebuah program pendidikan tidak cukup hanya dengan gagasan kreatif. Ia membutuhkan komitmen, kolaborasi, konsistensi, serta keberanian untuk mencoba pendekatan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.


    Bagi UPT SD Negeri 11 Rappang, LKLB menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter.


    Dari Panca Rijang Menuju Panggung Internasional

    Sosialisasi di Kemah Akbar Perjusami Kwartir Panca Rijang menjadi titik penting perjalanan program tersebut.

    Dari sebuah kegiatan yang berlangsung di tengah masyarakat pendidikan Sidrap, LKLB kini mendapat kesempatan untuk diperkenalkan lebih luas.


    Rencana kunjungan Institut Leimena menjadi salah satu tahapan penting.

    Wawancara dengan pihak sekolah dan pengambilan gambar diharapkan dapat merekam pengalaman nyata bagaimana program tersebut diterapkan di lingkungan sekolah.


    Jika kemudian ditampilkan dalam Konferensi Internasional 2026, pengalaman UPT SD Negeri 11 Rappang akan menjadi bagian dari cerita yang lebih besar tentang praktik pendidikan di Indonesia.


    Sebuah cerita tentang bagaimana sekolah dasar di daerah dapat melahirkan inovasi sederhana, tetapi memiliki pesan universal.

    Pesannya adalah tentang hidup bersama, menghargai perbedaan, dan membangun generasi yang memiliki karakter.


    Lima Fakta Menarik tentang Senam Literasi Keagamaan Lintas Budaya

    1. Menggabungkan literasi dan aktivitas fisik
    LKLB tidak menempatkan literasi keagamaan hanya sebagai materi yang disampaikan secara verbal, tetapi mengemasnya dalam aktivitas yang melibatkan gerak tubuh dan partisipasi peserta.

    2. Membawa pesan keberagaman ke lingkungan sekolah
    Program ini mengangkat nilai-nilai lintas budaya sehingga peserta didik dapat mengenal pentingnya menghargai perbedaan.

    3. Diperkenalkan dalam Kemah Akbar Perjusami
    Sosialisasi pada 6 September 2026 menjadi momentum penting karena program tersebut diperkenalkan dalam kegiatan kepanduan yang melibatkan peserta dari lingkungan pendidikan di wilayah Panca Rijang.

    4. Mendapat perhatian Institut Leimena
    Institut Leimena dari Jakarta dijadwalkan datang ke UPT SD Negeri 11 Rappang untuk melakukan wawancara dan dokumentasi program.

    5. Berpeluang tampil dalam Konferensi Internasional 2026
    Program LKLB sekolah direncanakan menjadi salah satu praktik baik yang akan diperkenalkan dalam forum internasional tersebut.


    Wujud Pendidikan Unggul Sidrap

    Lebih dari sekadar sebuah senam, LKLB menunjukkan bahwa inovasi pendidikan dapat lahir dari ruang-ruang sederhana.

    Tidak selalu membutuhkan teknologi mahal atau fasilitas yang luar biasa.


    Terkadang, inovasi justru lahir dari keberanian guru dan sekolah membaca kebutuhan peserta didik, kemudian mengubahnya menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.

    Di UPT SD Negeri 11 Rappang, gerakan tubuh dipadukan dengan pesan literasi. Aktivitas bersama diarahkan untuk menanamkan nilai kebersamaan. Perbedaan budaya diperkenalkan sebagai kekayaan.


    Inilah wajah pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membangun manusia.

    Bagi Sidrap, kiprah tersebut menjadi bagian dari cerita tentang bagaimana sekolah-sekolah di daerah terus bergerak melahirkan praktik pendidikan yang kreatif dan relevan.


    Jika kelak LKLB benar-benar tampil dalam Konferensi Internasional 2026, maka yang dibawa bukan hanya nama sebuah sekolah.


    Yang dibawa adalah sebuah pesan dari Sidrap:

    bahwa pendidikan unggul dapat tumbuh dari daerah, berangkat dari kreativitas guru, mendapat dukungan sekolah, kemudian memberi inspirasi hingga ke panggung yang lebih luas.


    Dan semuanya bermula dari sebuah gerakan sederhana—gerakan yang mengajarkan anak-anak bahwa hidup bersama dalam keberagaman adalah bagian penting dari perjalanan pendidikan mereka.

    Komentar

    Tampilkan