-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    SDIT At-Tauhid Sidrap Salurkan 40 Paket Sembako untuk Korban Kebakaran

    Satry Polang
    Kamis, 03 September 2026, September 03, 2026 WIB Last Updated 2026-09-04T05:24:07Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    SDIT At-Tauhid Sidrap Salurkan 40 Paket Sembako untuk Korban Kebakaran


    SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Kepedulian tidak selalu lahir dari sesuatu yang besar. Kadang, sebuah paket sembako, langkah kecil seorang anak, dan keikhlasan orang tua dapat menghadirkan senyum bagi mereka yang tengah menghadapi ujian.

    Semangat itulah yang diwujudkan keluarga besar SDIT At-Tauhid Sidrap melalui program “Jum’at Berkah Berbagi”, Jumat, 4 September 2026.


    Program sosial yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan berbagi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran karakter bagi para murid.

    Pada pelaksanaan kali ini, giliran murid Kelas 1 Arif yang terlibat sebagai pelaksana kegiatan. Dukungan orang tua murid membuat aksi sosial tersebut semakin bermakna.


    Dari kolaborasi murid, guru, dan orang tua, terkumpul 40 paket sembako yang kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak musibah kebakaran di Desa Cipotakari dan Desa Teteaji, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).


    Ketika Anak-Anak Belajar Arti Kepedulian

    Ada pengalaman yang tidak cukup hanya diajarkan melalui buku pelajaran.

    Empati, kepedulian, dan keikhlasan merupakan nilai yang akan lebih membekas ketika anak-anak melihat dan mengalaminya secara langsung.


    Itulah yang menjadi salah satu pesan penting dari pelaksanaan Jum’at Berkah Berbagi kali ini.

    Para murid tidak hanya mengumpulkan bantuan, tetapi ikut hadir bersama guru pembina untuk menyerahkan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak kebakaran.


    Untuk memudahkan penyaluran, rombongan dibagi menjadi dua tim yang bergerak menuju dua lokasi berbeda.

    Bagi anak-anak, perjalanan tersebut menjadi pengalaman sederhana tetapi penuh makna: bahwa ada saudara di sekitar mereka yang sedang membutuhkan perhatian dan bantuan.


    Dukungan Orang Tua Jadi Kekuatan Utama

    Kegiatan sosial tersebut tidak hanya melibatkan murid dan guru.

    Para orang tua murid juga mengambil bagian secara langsung. Bahkan, sejumlah orang tua mendampingi guru dan murid dalam proses pengantaran bantuan.


    Sebanyak lima mobil turut digunakan untuk membawa rombongan dan donasi menuju lokasi penyaluran.

    Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas.


    Sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat menjadi satu kesatuan dalam memberikan pengalaman pendidikan yang nyata kepada anak-anak.

    Semangat gotong royong inilah yang membuat Jum’at Berkah Berbagi memiliki nilai lebih dari sekadar kegiatan sosial rutin.


    Bersama WIZ Sidrap dan Humas Pemkab Sidrap

    Penyaluran bantuan juga mendapatkan pendampingan dari Ketua WIZ (Wahdah Inspirasi Zakat) Sidrap serta unsur Humas Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang.

    Kehadiran berbagai unsur tersebut memberikan dukungan terhadap proses penyaluran bantuan agar dapat diterima langsung oleh masyarakat yang terdampak.


    Bagi keluarga besar SDIT At-Tauhid, keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dari semangat kolaborasi dalam menghadirkan kepedulian kepada masyarakat.


    Kepala Sekolah: Bukan Soal Banyaknya Bantuan

    Kepala SDIT At-Tauhid Sidrap, Abdul Azis Husaini, S.H., Gr., M.Pd., menegaskan bahwa inti kegiatan bukan sekadar jumlah bantuan yang berhasil dikumpulkan.


    Menurutnya, ada nilai pendidikan yang jauh lebih penting, yakni bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman untuk memahami arti empati dan kepedulian.

    “Mungkin ini adalah sesuatu yang sederhana bagi kita, tetapi bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban kebakaran dan sedang sangat membutuhkan, bantuan ini bisa menjadi sesuatu yang luar biasa.”

     

    Ia mengatakan, pengalaman tersebut diharapkan menjadi pembelajaran yang melekat dalam diri para murid.

    “Yang paling utama, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi murid karena mereka belajar tentang empati secara langsung, bukan hanya melalui teori, tetapi dengan hadir dan menyerahkan sendiri paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.”

     

    Pesan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berbagi di lingkungan sekolah dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter yang konkret.


    Senyum Korban Menjadi Kebahagiaan Tersendiri

    Suasana haru terasa ketika bantuan diserahkan kepada masyarakat terdampak.

    Senyum dan rasa bahagia yang terpancar dari wajah penerima manfaat menjadi pengalaman yang berkesan bagi para murid maupun orang tua yang hadir.


    Bagi anak-anak, momen tersebut memberikan pelajaran sederhana: bahwa sebuah kebaikan yang mungkin terlihat kecil dari sisi pemberi dapat memiliki arti besar bagi orang yang sedang membutuhkan.

    Di titik inilah kegiatan sosial berubah menjadi pengalaman pendidikan.


    Anak-anak belajar bahwa berbagi bukan tentang seberapa banyak sesuatu yang dimiliki, melainkan tentang kemauan untuk peduli ketika melihat orang lain sedang mengalami kesulitan.


    Lima Fakta Menarik di Balik Jum’at Berkah Berbagi

    1. Sebanyak 40 paket sembako berhasil dikumpulkan.
    Bantuan tersebut berasal dari kolaborasi murid Kelas 1 Arif bersama orang tua dan keluarga besar SDIT At-Tauhid Sidrap.

    2. Bantuan disalurkan ke dua lokasi korban kebakaran.
    Sasaran penyaluran berada di Desa Cipotakari dan Desa Teteaji.

    3. Murid ikut hadir dalam proses penyaluran.
    Anak-anak tidak hanya menjadi pengumpul bantuan, tetapi turut melihat secara langsung proses berbagi kepada masyarakat terdampak.

    4. Lima mobil digunakan untuk mendukung kegiatan.
    Para orang tua ikut mendampingi proses pengantaran bantuan bersama guru dan murid.

    5. Program ini merupakan kegiatan rutin bulanan.
    Jum’at Berkah Berbagi dirancang sebagai ruang bagi murid untuk belajar berbagi, membangun empati, dan menumbuhkan kepedulian sosial sejak dini.


    Pendidikan Karakter yang Turun dari Kelas ke Masyarakat

    Apa yang dilakukan SDIT At-Tauhid Sidrap menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak selalu membutuhkan metode yang rumit.

    Kadang, pelajaran terbaik justru hadir ketika seorang anak diajak melihat kehidupan dari dekat.


    Melihat keluarga yang kehilangan tempat tinggal atau harta akibat kebakaran, kemudian hadir membawa bantuan, dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kehidupan sosial membutuhkan kepedulian dan solidaritas.

    Di sisi lain, keterlibatan orang tua memperkuat pesan bahwa pembentukan karakter anak merupakan tanggung jawab bersama.


    Sekolah memberikan ruang, orang tua memberikan dukungan, dan masyarakat menjadi tempat anak-anak belajar mengamalkan nilai yang mereka dapatkan.


    Menanam Kebaikan Sejak Dini

    Bagi SDIT At-Tauhid Sidrap, Jum’at Berkah Berbagi bukan sekadar agenda rutin.

    Ia adalah investasi karakter.

    Hari ini anak-anak mungkin hanya membawa satu paket sembako. Namun, pengalaman sederhana itu dapat menjadi benih yang tumbuh menjadi kepedulian ketika mereka dewasa.


    Sekolah berharap anak-anak tumbuh menjadi generasi yang peduli, gemar berbagi, dermawan, sukses, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

    Keluarga besar SDIT At-Tauhid Sidrap juga menyampaikan apresiasi dan ucapan syukron wa jazaakumullahu khairan kepada seluruh orang tua murid, pembina, WIZ Sidrap, Humas Pemkab Sidrap, serta semua pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.


    Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi pemberi maupun penerimanya.

    Komentar

    Tampilkan