-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Tiga Tahun Dipercaya Jadi Narasumber LDKS SMAN 1 Sidrap, Tutor Bola Sumange Hadirkan Materi Retorika

    Satry Polang
    Kamis, 03 September 2026, September 03, 2026 WIB Last Updated 2026-09-04T05:28:42Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Tiga Tahun Dipercaya Jadi Narasumber LDKS SMAN 1 Sidrap, Tutor Bola Sumange Hadirkan Materi Retorika


    SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Kemampuan berbicara di depan umum bukan sekadar perkara berani tampil dan menyampaikan kata-kata. Di balik kemampuan retorika, terdapat tanggung jawab untuk memilih bahasa, menyusun pesan, memahami lawan bicara, dan memastikan apa yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

    Pesan itulah yang mengemuka dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) SMAN 1 Sidrap, yang berlangsung pada 29–30 Agustus 2026.


    Dalam kegiatan tersebut, tutor dari LKP Bola Sumange kembali dipercaya menjadi narasumber. Kepercayaan tersebut menjadi catatan tersendiri karena memasuki tahun ketiga keterlibatan tutor Bola Sumange dalam memberikan materi kepada siswa SMAN 1 Sidrap.

    Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah retorika, yang disampaikan oleh Anugrah YudaPratama, S.Pd., C.PS., bersama Amalia, S.Pd., C.PS.


    Retorika Bukan Sekadar Berani Bicara

    Suasana pembelajaran dalam LDKS tidak berhenti pada penyampaian materi satu arah.

    Para siswa menunjukkan keingintahuan dan aktif berdiskusi mengenai bagaimana sebenarnya proses retorika bekerja dalam komunikasi di depan umum.


    Bagi Anugrah YudaPratama, pengalaman berdiskusi dengan para siswa tersebut menjadi bagian yang paling berkesan.

    Ia mengaku senang dapat berbagi pengetahuan sekaligus berdiskusi dengan para pelajar SMAN 1 Sidrap yang menunjukkan rasa ingin tahu terhadap proses retorika.


    Namun, satu pertanyaan dari seorang siswa kemudian menjadi refleksi yang lebih dalam.

    “Saat orang memiliki percaya diri dalam berbicara di depan umum namun menggunakan bahasa yang tidak semestinya, apakah ini disebut dengan retorika?”

     

    Pertanyaan sederhana tersebut membuka ruang diskusi yang lebih luas.

    Sebab, kemampuan berbicara di depan umum tidak hanya membutuhkan keberanian, tetapi juga membutuhkan kemampuan menggunakan bahasa secara tepat dan bertanggung jawab.


    Ketika Pertanyaan Siswa Menjadi Pelajaran

    Pertanyaan tersebut memperlihatkan bahwa para siswa tidak hanya menerima materi secara pasif.

    Mereka mulai menguji konsep yang dipelajari dengan situasi nyata.

    Di sinilah proses pendidikan menjadi lebih hidup.


    Retorika pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana seseorang membuat orang lain memperhatikan dirinya ketika berbicara. Retorika juga berkaitan dengan bagaimana pesan dibangun, bahasa digunakan, dan gagasan disampaikan secara efektif kepada audiens.

    Kepercayaan diri merupakan modal penting.


    Namun, kepercayaan diri tanpa etika komunikasi dapat menimbulkan persoalan lain.

    Karena itu, kemampuan berbicara perlu berjalan bersama dengan kemampuan memilih kata, menghormati orang lain, memahami konteks, dan menyampaikan gagasan secara proporsional.


    Tahun Ketiga, Bola Sumange Terus Berbagi

    Keterlibatan tutor LKP Bola Sumange dalam LDKS SMAN 1 Sidrap selama tiga tahun menjadi bagian dari komitmen untuk ikut mendukung pengembangan kapasitas pelajar.

    Kegiatan semacam ini memberikan ruang bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar pembelajaran akademik.


    Kepemimpinan, komunikasi, kepercayaan diri, kemampuan menyampaikan gagasan, hingga kemampuan bekerja bersama merupakan keterampilan yang semakin penting bagi generasi muda.

    Melalui materi retorika, siswa didorong untuk memahami bahwa kemampuan berbicara merupakan keterampilan yang dapat dipelajari dan terus dikembangkan.


    Direktur LKP Bola Sumange Beri Apresiasi

    Direktur LKP Bola Sumange, Alim Akkas, turut memberikan apresiasi dan dukungan terhadap proses pembelajaran yang berlangsung dalam kegiatan tersebut.

    Menurutnya, pertanyaan kritis yang muncul dari peserta menjadi indikasi bahwa kegiatan LDKS dapat menjadi ruang yang baik untuk membangun keberanian siswa dalam berpikir dan menyampaikan pendapat.


    Dukungan tersebut sekaligus mempertegas posisi LKP Bola Sumange dalam mendorong kegiatan pengembangan keterampilan generasi muda, khususnya pada aspek komunikasi dan kepemimpinan.


    Lima Fakta Menarik dari LDKS SMAN 1 Sidrap

    1. LKP Bola Sumange memasuki tahun ketiga sebagai narasumber.
    Keterlibatan tutor Bola Sumange dalam kegiatan LDKS SMAN 1 Sidrap telah berlangsung selama tiga tahun.

    2. Kegiatan berlangsung selama dua hari.
    LDKS dilaksanakan pada 29–30 Agustus 2026.

    3. Materi retorika menjadi salah satu pembahasan penting.
    Siswa mendapatkan ruang untuk memahami kemampuan berbicara di depan umum dan proses membangun komunikasi yang efektif.

    4. Siswa aktif mengajukan pertanyaan kritis.
    Pertanyaan mengenai hubungan antara kepercayaan diri, penggunaan bahasa, dan retorika menjadi salah satu refleksi menarik dalam proses pembelajaran.

    5. Pembelajaran diarahkan pada keterampilan nyata.
    LDKS tidak hanya menjadi ruang teori kepemimpinan, tetapi juga memberi kesempatan kepada siswa mengembangkan kemampuan komunikasi yang dapat digunakan dalam kehidupan organisasi maupun kehidupan sehari-hari.


    Dari LDKS untuk Generasi yang Berani dan Beretika

    Kegiatan LDKS SMAN 1 Sidrap memberikan satu pesan penting: menjadi pemimpin bukan hanya tentang berani berdiri di depan.

    Seorang pemimpin juga harus mampu menyampaikan gagasan dengan bahasa yang baik, mendengarkan orang lain, memahami situasi, dan bertanggung jawab terhadap pesan yang disampaikan.


    Pertanyaan siswa tentang retorika justru menjadi bukti bahwa proses belajar terbaik terkadang muncul dari rasa ingin tahu yang sederhana.

    Dari sebuah pertanyaan, lahir diskusi.

    Dari diskusi, tumbuh pemahaman.

    Dan dari pemahaman, diharapkan lahir keberanian yang tidak hanya percaya diri, tetapi juga memiliki etika.


    Bagi generasi muda Sidrap, kemampuan seperti itu merupakan modal penting untuk menghadapi dunia yang semakin terbuka, di mana setiap orang memiliki kesempatan untuk berbicara, tetapi tidak semua orang mampu menyampaikan gagasan dengan bijak.

    LDKS akhirnya bukan sekadar agenda tahunan.


    Ia dapat menjadi ruang untuk menanamkan satu kesadaran bahwa suara yang kuat bukan hanya suara yang terdengar paling keras, melainkan suara yang mampu menyampaikan kebenaran, gagasan, dan pesan dengan cara yang baik serta bertanggung jawab.


    Dan ketika keberanian berbicara bertemu dengan etika, dari sanalah kepemimpinan yang sesungguhnya mulai tumbuh. 

    Komentar

    Tampilkan