![]() |
| Sedekah Jumat SD Qurani Al Ikhlash Rappang Mengalir untuk Korban Kebakaran Cipotakari, Bentuk Kepedulian kepada Siswa |
SIDRAP — Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan keluarga besar SD Qurani Al Ikhlash Rappang. Melalui program rutin Sedekah Jumat, pihak sekolah menyerahkan donasi kepada keluarga Afif Rusman, siswa kelas 4D, yang terdampak musibah kebakaran di Cipotakari.
Penyerahan donasi tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sekolah terhadap siswa dan keluarga yang tengah menghadapi cobaan. Bantuan yang dihimpun melalui program Sedekah Jumat diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga korban setelah mengalami musibah kebakaran.
Kepala SD Qurani Al Ikhlash Rappang menyampaikan bahwa kepedulian terhadap kondisi siswa tidak berhenti pada proses pembelajaran di ruang kelas. Sekolah juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir ketika peserta didiknya dan keluarganya menghadapi situasi sulit.
“Ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap siswa yang terdampak bencana. Semoga keluarga diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini, serta Allah SWT menggantikan apa yang hilang dengan rezeki yang berlipat ganda,” ungkap Kepala SD Qurani Al Ikhlash Rappang.
Sedekah Jumat, Pendidikan yang Tidak Hanya Berhenti di Ruang Kelas
Program Sedekah Jumat yang dijalankan SD Qurani Al Ikhlash Rappang bukan sekadar kegiatan mengumpulkan donasi. Program tersebut menjadi bagian dari pembiasaan nilai-nilai kepedulian sosial dan keagamaan kepada warga sekolah.
Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada makna berbagi, empati, kepedulian, serta keikhlasan membantu orang lain yang sedang membutuhkan.
Dalam konteks pendidikan karakter, pengalaman berbagi secara langsung dapat menjadi pembelajaran yang dekat dengan kehidupan siswa. Mereka tidak hanya memahami nilai kebaikan melalui teori, tetapi juga melihat bagaimana nilai tersebut diwujudkan dalam tindakan nyata.
Musibah kebakaran yang menimpa keluarga Afif Rusman pun menjadi momentum bagi keluarga besar sekolah untuk menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan dapat menjadi ruang tumbuhnya solidaritas dan rasa kemanusiaan.
Hadir Saat Siswa Mengalami Musibah
Kehadiran sekolah dalam kondisi sulit yang dialami siswa memiliki makna tersendiri bagi keluarga korban. Bantuan yang diserahkan mungkin tidak dapat menggantikan seluruh kerugian akibat kebakaran, namun kepedulian tersebut menjadi pesan bahwa keluarga korban tidak menghadapi cobaan seorang diri.
Bagi siswa, perhatian dari guru dan teman-temannya juga dapat menjadi sumber kekuatan psikologis untuk kembali menjalani aktivitas pendidikan setelah mengalami musibah.
Semangat inilah yang ingin dibangun melalui budaya sekolah: saling peduli, saling menguatkan dan hadir ketika ada warga sekolah yang membutuhkan.
Lima Fakta Menarik dari Sedekah Jumat SD Qurani Al Ikhlash Rappang
1. Berasal dari program rutin sekolah
Donasi yang diserahkan merupakan bagian dari program Sedekah Jumat yang telah menjadi salah satu bentuk kegiatan sosial di SD Qurani Al Ikhlash Rappang.
2. Menyasar keluarga siswa terdampak bencana
Bantuan diberikan kepada keluarga Afif Rusman, siswa kelas 4D, yang terdampak kebakaran di Cipotakari.
3. Mengajarkan kepedulian sejak usia sekolah
Sedekah Jumat menjadi sarana pembelajaran karakter agar siswa terbiasa berbagi dan peduli terhadap kondisi orang lain.
4. Sekolah hadir di luar ruang pembelajaran
Kepedulian tersebut menunjukkan bahwa hubungan sekolah dengan siswa tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik, tetapi juga nilai kemanusiaan.
5. Menguatkan budaya gotong royong
Program sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan sekolah yang memiliki rasa kebersamaan dan kepedulian sosial.
Lebih dari Sekadar Donasi
Musibah kebakaran selalu meninggalkan cerita kehilangan. Namun, di tengah kesulitan itu, kepedulian dari orang-orang sekitar dapat menjadi energi untuk bangkit kembali.
Apa yang dilakukan SD Qurani Al Ikhlash Rappang memperlihatkan bahwa sebuah program sederhana dapat memiliki makna yang besar ketika dilakukan dengan ketulusan.
Sedekah Jumat bukan hanya tentang nominal bantuan yang terkumpul. Lebih dari itu, terdapat pesan pendidikan bahwa kebaikan perlu dibiasakan, kepedulian perlu diwariskan, dan solidaritas harus tumbuh sejak dini.
Bagi keluarga Afif Rusman, dukungan tersebut diharapkan menjadi penyemangat untuk melewati masa sulit dan kembali menata kehidupan setelah musibah.
Semoga setiap sedekah yang diberikan menjadi amal jariyah bagi seluruh keluarga besar SD Qurani Al Ikhlash Rappang. Dan semoga Allah SWT memberikan kesabaran, kekuatan serta mengganti setiap kehilangan yang dialami keluarga korban dengan rezeki, keberkahan dan kehidupan yang jauh lebih baik.
Karena pendidikan sejatinya bukan hanya tentang mencerdaskan pikiran, tetapi juga menumbuhkan hati yang peduli kepada sesama.















