![]() |
| STOP Narasi Negatif Sidrap, Koboy Dari Timur Tegaskan Wajah Sidrap Sesungguhnya Penuh Karya dan Prestasi |
SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Sebuah daerah tidak seharusnya dinilai hanya dari satu sisi.
Di tengah derasnya pemberitaan mengenai sejumlah persoalan yang belakangan menyeret nama Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) ke ruang publik, muncul ajakan untuk melihat daerah ini secara lebih utuh.
Pesan tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Sidrap dari Fraksi NasDem, Andi Tenri Sangka, SE, yang menyerukan agar masyarakat tidak membiarkan narasi negatif menutupi berbagai potensi, prestasi, dan kontribusi positif masyarakat Sidrap.
Menurutnya, Sidrap memiliki identitas yang jauh lebih luas daripada sekadar pemberitaan negatif yang sedang ramai diperbincangkan.
“Jangan biarkan satu hal yang keliru menutup ribuan kebaikan yang kita bangun bersama selama ini.”
Pesan tersebut menjadi inti dari seruan Andi Tenri Sangka untuk mengajak masyarakat menjaga citra daerah sekaligus terus melakukan pembenahan.
Sidrap Bukan Hanya Tentang Satu Berita
Menurut Andi Tenri Sangka, masyarakat Sidrap tidak semestinya ikut menerima stigma akibat tindakan segelintir orang.
Sidrap dihuni masyarakat dengan latar belakang dan profesi yang beragam.
Ada petani yang mengolah sawah, peternak yang mengembangkan usaha, nelayan dan pelaku perikanan, pelaku UMKM, guru, santri, mahasiswa, tenaga kesehatan, aparatur pemerintahan, pekerja, hingga generasi muda yang terus berkarya.
Mereka menjalani kehidupan sehari-hari dan memberikan kontribusi dengan caranya masing-masing.
Karena itu, menurutnya, sebuah persoalan yang dilakukan individu tidak dapat dijadikan representasi terhadap seluruh masyarakat Kabupaten Sidrap.
Satu kesalahan tidak boleh menghapus ribuan kebaikan.
Namun, ajakan membangun citra positif tersebut juga tidak berarti menutup mata terhadap persoalan yang memang membutuhkan perhatian.
Justru, kritik dan pembenahan tetap diperlukan agar berbagai persoalan dapat diselesaikan secara serius.
Lumbung Padi dan Potensi Ekonomi Sidrap
Salah satu identitas kuat Sidrap adalah sektor pertanian.
Kabupaten ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil beras di Sulawesi Selatan.
Sawah dan aktivitas pertanian menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus menopang perekonomian daerah.
Selain pertanian, Sidrap juga memiliki potensi peternakan yang terus berkembang.
Sektor perikanan, perkebunan, serta berbagai komoditas hortikultura turut menjadi bagian dari potensi ekonomi masyarakat.
Kopi, durian, alpukat, langsat dan berbagai komoditas lainnya merupakan potensi yang dapat dikembangkan sebagai produk unggulan sekaligus sumber penghasilan masyarakat.
Semua itu merupakan cerita yang menurut Andi Tenri Sangka perlu lebih sering diperkenalkan kepada publik.
Sebab, semakin banyak sisi positif sebuah daerah yang diketahui masyarakat luas, semakin utuh pula gambaran mengenai daerah tersebut.
Sidrap dan Identitas Kota Santri
Selain potensi ekonomi, Sidrap juga memiliki kehidupan sosial-keagamaan yang kuat.
Identitas sebagai kota santri dan kota penghafal Al-Qur'an menjadi bagian dari narasi positif yang ingin terus dibangun.
Pendidikan keagamaan, pesantren, majelis taklim, rumah tahfiz, serta berbagai aktivitas keislaman menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Nilai agama dan pendidikan diharapkan berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi.
Dengan demikian, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas manusia dan karakter masyarakatnya.
Mengapresiasi Pembangunan dan Kepemimpinan Daerah
Andi Tenri Sangka juga menyoroti berbagai upaya pembangunan yang berlangsung di bawah kepemimpinan Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Hj. Nurkanaah.
Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan kerja bersama.
Pemerintah daerah, DPRD, masyarakat, dunia usaha, pemuda, tokoh agama, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat memiliki peran masing-masing.
Ia menilai kepemimpinan daerah perlu terus didukung sekaligus diawasi agar pembangunan berjalan sesuai kepentingan masyarakat.
Dukungan tidak berarti menghilangkan fungsi kontrol.
Sebaliknya, kritik yang konstruktif dapat menjadi bagian dari proses memperbaiki pelayanan dan pembangunan.
Generasi Muda Punya Peran Besar
Seruan menjaga citra Sidrap juga diarahkan kepada generasi muda.
Pelajar dan mahasiswa Sidrap yang berada di dalam maupun luar daerah dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkenalkan wajah daerah.
Prestasi akademik, olahraga, seni, kewirausahaan, organisasi, penelitian, teknologi, maupun kegiatan sosial dapat menjadi cara paling efektif untuk memperkenalkan Sidrap melalui karya.
Bukan dengan membantah semua kritik, tetapi dengan menunjukkan fakta melalui prestasi.
Bukan dengan menutupi persoalan, tetapi dengan memperbaikinya.
Dan bukan dengan saling menyalahkan, tetapi dengan membangun daerah bersama-sama.
Lima Fakta Menarik tentang Seruan “Stop Narasi Negatif Sidrap”
1. Seruan datang dari anggota DPRD Sidrap
Andi Tenri Sangka, SE dari Fraksi NasDem mengajak masyarakat tidak membiarkan pemberitaan negatif menghapus citra positif daerah.
2. Kritik terhadap persoalan tetap diperlukan
Seruan menjaga nama baik Sidrap tidak dimaksudkan untuk menutup mata terhadap masalah. Persoalan yang ada tetap harus dibenahi.
3. Sidrap memiliki basis ekonomi yang beragam
Pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dan berbagai komoditas menjadi bagian dari potensi ekonomi masyarakat.
4. Pendidikan dan kehidupan keagamaan menjadi bagian dari identitas daerah
Sidrap memiliki berbagai aktivitas pendidikan keagamaan dan kehidupan masyarakat yang kuat.
5. Generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun citra daerah
Prestasi dan karya pelajar serta mahasiswa dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan wajah positif Sidrap kepada masyarakat luas.
Bukan Menutupi Masalah, tetapi Menunjukkan Wajah yang Lebih Utuh
Ada perbedaan antara membela daerah dan menutupi persoalan.
Membela daerah berarti tidak membiarkan seluruh masyarakat dihukum oleh stigma akibat tindakan segelintir orang.
Sementara menutupi persoalan berarti mengabaikan kesalahan yang seharusnya diperbaiki.
Sidrap membutuhkan yang pertama tanpa melakukan yang kedua.
Jika ada pelanggaran hukum, proses hukum harus berjalan.
Jika ada pelayanan yang perlu diperbaiki, pemerintah harus melakukan evaluasi.
Jika ada masalah sosial, masyarakat harus ikut mencari solusi.
Namun ketika semua itu berjalan, jangan lupa bahwa Sidrap juga memiliki ribuan cerita tentang orang-orang yang bekerja keras dan memberikan kontribusi setiap hari.
Dari Kritik Menuju Karya
Narasi tentang Sidrap tidak harus berhenti pada perdebatan mengenai label.
Masyarakat dapat mengubah cara daerah dikenal melalui karya.
Petani melalui produktivitas.
Pelajar melalui prestasi.
Mahasiswa melalui inovasi.
Pelaku UMKM melalui kreativitas.
Pemuda melalui aktivitas positif.
Tokoh agama melalui pendidikan dan keteladanan.
Sementara pemerintah dan DPRD menjalankan tugasnya melalui kebijakan dan pelayanan publik.
Jika seluruh elemen tersebut bergerak bersama, maka identitas Sidrap akan terbentuk dari sesuatu yang jauh lebih kuat daripada sebuah pemberitaan viral.
Yakni karya nyata masyarakatnya.
Sidrap Bangkit dengan Identitasnya Sendiri
Pada akhirnya, Kabupaten Sidenreng Rappang bukan sekadar nama yang muncul dalam pemberitaan.
Sidrap adalah rumah bagi masyarakat yang bekerja dan berjuang setiap hari.
Daerah ini memiliki sawah, peternakan, perkebunan, kehidupan keagamaan, lembaga pendidikan, generasi muda, pelaku usaha, serta berbagai potensi yang masih dapat dikembangkan.
Karena itu, momentum munculnya narasi negatif seharusnya menjadi kesempatan untuk melakukan dua hal sekaligus:
berani mengakui apa yang harus diperbaiki dan berani menunjukkan apa yang sudah baik.
Keduanya bukan hal yang bertentangan.
Justru dari sana sebuah daerah dapat tumbuh menjadi lebih dewasa.
Sidrap tidak perlu membuktikan dirinya dengan kata-kata semata. Biarkan kerja, prestasi, akhlak, dan kontribusi masyarakat menjadi jawaban.
Dari Bumi Nene Mallomo, mari bangun cerita yang lebih besar: Sidrap sebagai daerah yang produktif, berprestasi, berakhlak, dan terus bergerak maju.
Sidrap Bangkit. Sidrap Maju. Sidrap Berkarya.















