-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Persiapan Matang Menuju Tanah Suci Melalui Manasik Umrah Perdana Travel Raudhatul Jannah di Baranti

    Satry Polang
    Minggu, 13 September 2026, September 13, 2026 WIB Last Updated 2026-09-13T09:52:33Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Persiapan Matang Menuju Tanah Suci Melalui Manasik Umrah Perdana Travel Raudhatul Jannah di Baranti


    BARANTI, NARASIRAKYAT.ID — Perjalanan menuju Tanah Suci sejatinya tidak dimulai ketika pesawat meninggalkan landasan. Ia bermula jauh sebelumnya—dari niat yang diluruskan, ilmu yang dipelajari, hingga kesiapan hati untuk menjadi tamu Allah SWT.

    Semangat itulah yang terasa dalam kegiatan Manasik Umrah Perdana Travel Raudhatul Jannah yang digelar di Masjid Al Khaerat Baranti, Ahad, 13 September 2026.


    Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WITA tersebut diawali dengan Sholat Ashar berjamaah, sebelum para calon jamaah mengikuti rangkaian pembekalan manasik. Suasana masjid pun berubah menjadi ruang pembelajaran spiritual. Para calon jamaah menyimak materi dengan penuh perhatian, membawa satu tujuan yang sama: mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum berangkat ke Baitullah.


    Bagi mereka, manasik bukan sekadar agenda administratif sebelum keberangkatan. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memahami bagaimana menjalankan ibadah umrah secara benar, tertib, dan penuh kesadaran.


    Bukan Sekadar Perjalanan, tetapi Persiapan Menjadi Tamu Allah

    Pimpinan Travel Raudhatul Jannah, Ust. H. Azhar Burhanuddin, memimpin langsung sesi inti manasik.

    Materi yang disampaikan mencakup pemahaman mengenai rangkaian pelaksanaan ibadah umrah, termasuk rukun, wajib, serta hal-hal yang perlu diperhatikan jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.


    Namun, ada pesan yang lebih dalam dari sekadar pemahaman teknis.

    Ust. H. Azhar Burhanuddin mengingatkan jamaah bahwa perjalanan umrah membutuhkan kesiapan yang menyeluruh. Kesiapan fisik penting, tetapi kesiapan ilmu dan hati juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan.

    “Ibadah umrah bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan panggilan hati untuk bertamu ke Baitullah. Persiapan ilmu manasik adalah kunci agar ibadah yang ditunaikan kelak bernilai sempurna dan mabrur.”

     

    Pesan tersebut menjadi salah satu inti pembekalan. Jamaah tidak hanya diarahkan untuk mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga memahami mengapa setiap rangkaian ibadah tersebut dilakukan.

    Dengan pemahaman itu, jamaah diharapkan tidak sekadar mengikuti rombongan, tetapi mampu menjalankan ibadah dengan kesadaran dan keyakinan.


    Dari Baranti Menuju Baitullah

    Bagi sebagian calon jamaah, perjalanan umrah merupakan pengalaman spiritual yang telah lama dinantikan.

    Ada yang mungkin telah menabung dalam waktu panjang. Ada pula yang menjadikan umrah sebagai bentuk rasa syukur setelah melewati berbagai perjalanan kehidupan.

    Karena itu, setiap tahap persiapan memiliki makna tersendiri.


    Manasik yang digelar Travel Raudhatul Jannah menjadi salah satu titik penting sebelum perjalanan tersebut benar-benar dimulai. Di tempat ini, calon jamaah dipertemukan dengan ilmu, arahan, sekaligus motivasi agar lebih siap menghadapi perjalanan ibadah.

    Antusiasme jamaah terlihat dari keseriusan mereka mengikuti materi. Pertanyaan, perhatian, dan keheningan saat pemaparan berlangsung menjadi gambaran bahwa para calon tamu Allah ingin memastikan setiap tahapan ibadah dapat dijalankan dengan baik.


    Komitmen Pendampingan hingga Tanah Suci

    Travel Raudhatul Jannah menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan kepada jamaah, bukan hanya ketika berada di Indonesia, tetapi juga dalam rangkaian perjalanan menuju dan selama berada di Tanah Suci.

    Pembekalan melalui manasik menjadi bagian penting dari komitmen tersebut.


    Pendampingan yang baik diharapkan dapat membantu jamaah memahami kondisi perjalanan, mengenali tahapan ibadah, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai situasi yang mungkin ditemui selama berada di Makkah dan Madinah.

    Dengan demikian, jamaah tidak hanya mengandalkan pendamping, tetapi secara bertahap memiliki kemampuan untuk menjalankan ibadah secara mandiri, tertib, dan sesuai tuntunan.


    Lima Fakta Menarik di Balik Manasik Umrah Perdana Raudhatul Jannah

    1. Perjalanan dimulai dari masjid.
    Manasik perdana digelar di Masjid Al Khaerat Baranti dan diawali dengan Sholat Ashar berjamaah. Nuansa ibadah menjadi bagian dari awal perjalanan spiritual jamaah.

    2. Manasik tidak hanya membahas teknis ibadah.
    Selain rukun dan wajib umrah, pembekalan juga menekankan pentingnya niat, keikhlasan, kesiapan mental, dan pemahaman terhadap makna perjalanan ke Baitullah.

    3. Pimpinan travel turun langsung memberikan pembekalan.
    Ust. H. Azhar Burhanuddin memimpin langsung sesi inti manasik, menunjukkan perhatian terhadap kesiapan calon jamaah.

    4. Jamaah dipersiapkan untuk lebih mandiri.
    Tujuan pembekalan bukan sekadar membuat jamaah mengetahui urutan ibadah, tetapi membantu mereka mampu menjalankan rangkaian umrah secara tertib dan sesuai tuntunan.

    5. Manasik menjadi awal dari perjalanan panjang.
    Bagi calon jamaah, kegiatan 13 September 2026 bukan sekadar sebuah acara. Ini merupakan salah satu langkah awal menuju perjalanan yang telah lama dinantikan—menjadi tamu Allah di Tanah Suci.


    Ketika Perjalanan Dimulai dari Sebuah Niat

    Umrah pada akhirnya bukan hanya tentang jarak ribuan kilometer dari Baranti menuju Makkah dan Madinah.

    Ada perjalanan batin yang juga harus ditempuh.

    Perjalanan untuk belajar lebih sabar. Perjalanan untuk memperbaiki niat. Perjalanan untuk meninggalkan sejenak rutinitas dunia dan menghadapkan hati sepenuhnya kepada Allah SWT.


    Karena itu, manasik menjadi begitu penting. Sebab sebelum kaki melangkah menuju Baitullah, hati dan pikiran terlebih dahulu perlu dipersiapkan.

    Dari Masjid Al Khaerat Baranti, perjalanan spiritual itu kini telah dimulai.


    Travel Raudhatul Jannah berharap seluruh calon jamaah dapat mengikuti setiap tahapan persiapan dengan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan, memperdalam ilmu, dan meluruskan niat.

    Sebab ketika suatu hari nanti mereka berdiri di hadapan Ka'bah, yang paling berharga bukan hanya cerita tentang perjalanan yang telah ditempuh, tetapi bagaimana seluruh perjalanan itu mampu mendekatkan diri kepada Allah SWT.


    Semoga langkah yang dimulai dari Baranti ini menjadi perjalanan yang penuh keberkahan, dimudahkan hingga Tanah Suci, dan berujung pada ibadah umrah yang diterima serta menjadi jalan menuju kemabruran.

    Komentar

    Tampilkan