![]() |
| Festival Ceria Budaya Sidrap di TK Qur’ani Al-Ikhlash Rappang, Tanamkan Cinta Budaya Sejak Usia Dini |
RAPPANG, NARASIRAKYAT.ID — Mengenalkan budaya daerah kepada anak-anak tidak selalu harus dilakukan melalui buku dan penjelasan di dalam kelas. Budaya dapat diperkenalkan melalui pengalaman langsung—menulis aksara Lontara, bermain permainan tradisional, hingga mengenal dan membuat kue tradisional Bugis.
Semangat itulah yang dihadirkan TK Qur’ani Al-Ikhlash Rappang melalui Festival Ceria Budaya Sidrap, yang berlangsung pada Rabu–Kamis, 16–17 September 2026, di lingkungan TK Qur’ani Al-Ikhlash Rappang.
Mengusung tema “Melestarikan Budaya, Membangun Generasi Hebat”, kegiatan tersebut menjadi ruang belajar yang memadukan pendidikan anak usia dini dengan pengenalan budaya lokal Sidrap dan Bugis secara menyenangkan.
Anak-anak tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga diajak mengalami secara langsung berbagai aktivitas budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Rangkaian kegiatan meliputi kreasi aksara Lontara, permainan tradisional, praktik pembuatan kue tradisional Bugis, serta pameran kue tradisional Bugis yang melibatkan peserta didik dan orang tua.
Dibuka Bersama Orang Tua
Pada hari pertama, Rabu (16/9/2026), kegiatan diawali dengan kedatangan anak dan orang tua sejak pukul 07.00 WITA.
Selanjutnya, anak-anak mengikuti kegiatan kreasi aksara Lontara di kelas mulai pukul 07.30 hingga 09.00 WITA.
Setelah istirahat, para orang tua turut mengambil bagian dalam persiapan pameran. Keterlibatan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan dukungan keluarga.
Acara kemudian dibuka secara resmi pada pukul 10.00 WITA dan dilanjutkan dengan pameran Festival Budaya.
Sejumlah tokoh dan unsur pemerintah turut hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Pembukaan dihadiri Camat Panca Rijang Faradillah Bakri, Kabid Pendidikan Nonformal dan TK PAUD Disdikbud Sidrap Rahmat Hambaling, serta Kasi Sarpras TK PAUD Disdikbud Sidrap Muh. Tahir dan Pengawas Disdikbud Panca Rijang.
Turut hadir Ketua Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah Sidrap Ustaz Lukman Ambo Tuo, Kepsek SD Qur'ani Al Ikhlash Rappang, Ust. Abd. Malik, Ketua Komite Jumiati Tahir, serta Kepala TK Qur’ani Al-Ikhlash Rappang Ustazah Ummu Maryam.
Camat Panca Rijang Dukung Pendidikan Berbasis Budaya
Camat Panca Rijang Faradillah Bakri menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Festival Ceria Budaya Sidrap.
Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki nilai penting dalam mendukung terwujudnya pendidikan yang unggul di Kabupaten Sidrap, khususnya melalui pengenalan budaya kepada anak sejak usia dini.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga karakter, kreativitas, serta kecintaan terhadap lingkungan budaya.
Sementara itu, Rahmat Hambaling, Kabid Pendidikan Nonformal dan TK PAUD Disdikbud Sidrap, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang digagas TK Qur’ani Al-Ikhlash Rappang.
Ia menyatakan dukungan terhadap kegiatan yang memberikan pengalaman belajar langsung kepada anak sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah.
Dari Lontara hingga Kue Tradisional Bugis
Hari kedua, dijadwalkan Kamis (17/9/2026), kegiatan kembali berlanjut dengan suasana yang lebih interaktif.
Mulai pukul 07.30 hingga 09.00 WITA, anak-anak mengikuti praktik pembuatan kue tradisional Bugis.
Kegiatan ini menjadi pengalaman yang berbeda bagi peserta didik. Mereka diperkenalkan pada proses pengolahan makanan tradisional yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bugis.
Dari dapur sederhana, anak-anak dapat belajar bahwa sebuah kue tradisional bukan hanya makanan. Di dalamnya terdapat pengetahuan tentang bahan, proses, kebiasaan, kreativitas, serta warisan budaya yang diteruskan dari generasi ke generasi.
Setelah istirahat, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan permainan tradisional hingga menjelang siang.
Permainan tersebut menjadi sarana bagi anak-anak untuk bergerak, berinteraksi, bekerja sama, sekaligus mengenal kembali bentuk permainan yang menjadi bagian dari budaya masyarakat.
Orang Tua Jadi Bagian Penting
Ketua Komite TK Qur’ani Al-Ikhlash Rappang, Jumiati Tahir, memberikan apresiasi terhadap partisipasi para orang tua siswa.
Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi salah satu kekuatan yang membuat kegiatan Festival Ceria Budaya Sidrap dapat terlaksana dengan baik.
Kolaborasi antara sekolah dan keluarga tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan anak usia dini membutuhkan lingkungan belajar yang saling mendukung.
Hal senada disampaikan Kepala TK Qur’ani Al-Ikhlash Rappang, Ustazah Yuyun Ernawati Samad.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan orang tua atas partisipasi mereka sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung sukses dan lancar.
Sementara itu, Ustaz Lukman Ambo Tuo, Ketua Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah Sidrap, dalam sambutannya turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Menurutnya, pengenalan budaya kepada anak merupakan bagian dari proses pendidikan yang penting untuk membangun generasi yang memiliki identitas dan kecintaan terhadap lingkungan sosial serta budayanya.
Lima Fakta Menarik Festival Ceria Budaya Sidrap
1. Anak belajar aksara Lontara secara kreatif
Aksara Lontara diperkenalkan melalui aktivitas kreasi sehingga anak-anak dapat mengenal warisan tulisan masyarakat Bugis dengan cara yang lebih menyenangkan.
2. Orang tua terlibat langsung dalam pameran
Festival tidak hanya melibatkan guru dan peserta didik. Orang tua turut mengambil bagian dalam persiapan dan pelaksanaan pameran budaya.
3. Kue tradisional menjadi media belajar
Praktik membuat kue tradisional Bugis menjadikan proses belajar lebih konkret. Anak dapat melihat, mengenal bahan, dan memahami proses pembuatan makanan warisan budaya.
4. Permainan tradisional kembali hadir di tengah anak-anak
Permainan tradisional menjadi bagian dari aktivitas yang mendorong interaksi, gerak tubuh, kerja sama, dan kegembiraan anak.
5. Budaya diperkenalkan melalui pengalaman, bukan sekadar teori
Festival ini menunjukkan pendekatan pembelajaran yang menghubungkan anak secara langsung dengan budaya di sekitarnya.
Menanamkan Cinta Budaya Sejak Dini
Festival Ceria Budaya Sidrap pada akhirnya bukan sekadar agenda sekolah.
Di balik kegiatan menulis Lontara, membuat kue, melihat pameran, dan bermain permainan tradisional, terdapat pesan pendidikan yang lebih panjang: budaya perlu dikenalkan sebelum perlahan dilupakan.
Anak-anak hari ini adalah generasi yang kelak akan menentukan bagaimana budaya daerah tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Karena itu, memperkenalkan budaya sejak usia dini bukan hanya tentang mengajarkan nama-nama tradisi. Lebih dari itu, anak diajak merasakan bahwa budaya merupakan bagian dari identitas dan kehidupan mereka.
Ketika sekolah, orang tua, yayasan, dan pemerintah bergerak bersama, ruang belajar anak pun menjadi lebih luas.
Dari kelas mereka mengenal ilmu. Dari budaya mereka mengenal identitas. Dari keluarga mereka belajar nilai. Dan dari pengalaman mereka tumbuh menjadi generasi yang lebih percaya diri terhadap akar budayanya.
Festival Ceria Budaya Sidrap menjadi pengingat sederhana bahwa menjaga budaya dapat dimulai dari hal-hal kecil—dari tangan anak yang belajar menulis Lontara, dari permainan yang dimainkan bersama, hingga sepotong kue tradisional yang dibuat dengan penuh kegembiraan.
Budaya kita, kebanggaan kita, masa depan kita.















