-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Suparta Wakili RSUD Dua Pitue Pimpin Upacara 17 September 2026, Ini pesan Inspiratifnya

    Satry Polang
    Rabu, 16 September 2026, September 16, 2026 WIB Last Updated 2026-09-17T03:03:06Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Suparta Wakili RSUD Dua Pitue Pimpin Upacara 17 September 2026, Ini pesan Inspiratifnya


    DUA PITUE, NARASIRAKYAT.ID — Upacara bendera tanggal 17 bukan sekadar rutinitas yang mempertemukan aparatur pemerintah dalam barisan. Di balik prosesi yang berlangsung tertib dan khidmat, terdapat pesan penting tentang kedisiplinan, integritas, pelayanan publik, dan tanggung jawab sebagai abdi negara.

    Pesan tersebut mengemuka dalam Upacara Integrasi 17 September 2026 yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Rabu (17/9/2026).


    Pada kesempatan tersebut, RSUD Dua Pitue bertindak sebagai pelaksana kegiatan. Direktur RSUD Dua Pitue, dr. Ratna, diwakili Plt. Kasubag Administrasi Umum dan Keuangan, Suparta, selaku Inspektur Upacara.

    Upacara diikuti unsur Forkopimcam Dua Pitue, pemerintah desa dan kelurahan, instansi terkait, tenaga kesehatan, guru, ASN, TNI-Polri, serta para siswa.


    Dalam amanatnya, Suparta menyampaikan bahwa momentum upacara 17-an perlu dimanfaatkan untuk kembali memperkuat semangat kedisiplinan dan pengabdian kepada masyarakat.


    Disiplin Bukan Hanya Soal Datang Tepat Waktu

    Di hadapan peserta upacara, Suparta mengingatkan bahwa disiplin sebagai aparatur negara memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar hadir tepat waktu.

    Disiplin, kata dia, juga tercermin dari kesungguhan menjalankan tanggung jawab, menyelesaikan pekerjaan, memenuhi kewajiban administrasi, hingga memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


    Termasuk di dalamnya kedisiplinan dalam pengelolaan kinerja ASN melalui MY ASN dan E-Kinerja.

    “Upacara 17 September bukan sekadar seremonial rutin setiap bulan. Ini adalah momen untuk kita merefresh kembali semangat kedisiplinan, jiwa korsa ASN, dan cinta tanah air.”

     

    Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kinerja aparatur pemerintah tidak hanya diukur dari kehadiran secara fisik, tetapi juga dari tanggung jawab dan hasil pekerjaan yang diberikan.

    Bagi pelayanan publik, kedisiplinan tersebut menjadi semakin penting karena masyarakat membutuhkan kepastian dan pelayanan yang dapat diandalkan.


    Di Dua Pitue, Pemerintah Hadir Melalui Pelayanan

    Salah satu bagian penting dalam amanat tersebut adalah penekanan terhadap posisi aparatur pemerintah sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat di tingkat kecamatan.

    Masyarakat, menurut Suparta, tidak selalu melihat pemerintah berdasarkan batas organisasi atau nama instansi.


    Masyarakat melihat semuanya sebagai satu kesatuan: pemerintah.

    Karena itu, kualitas pelayanan seorang aparatur di satu tempat dapat ikut membentuk persepsi masyarakat terhadap pemerintah secara keseluruhan.

    Ia memberikan gambaran sederhana.


    Seorang perawat yang ramah ketika melayani pasien di RSUD Dua Pitue, guru yang menjalankan tugas dengan ikhlas di desa, maupun staf kecamatan yang memberikan pelayanan administrasi secara cepat, semuanya memiliki kontribusi terhadap wajah pelayanan pemerintah.

    “Masyarakat tidak melihat kita sebagai Dinas A atau Dinas B, mereka melihat kita sebagai PEMERINTAH.”

     

    Karena itu, seluruh aparatur diajak untuk memperkuat empati dalam menjalankan tugas.

    “Layani masyarakat seperti melayani keluarga sendiri.”

     

    Pesan tersebut relevan dengan karakter pelayanan publik yang tidak hanya membutuhkan kecepatan, tetapi juga keramahan, komunikasi, kepastian, dan kepedulian.


    Pemetaan Talenta ASN Bukan untuk Menghukum

    Dalam amanatnya, Suparta juga menyinggung perkembangan pengelolaan talenta aparatur sipil negara.

    Ia mengingatkan ASN agar tidak menjadikan hasil pemetaan talenta sebagai sesuatu yang harus ditakuti.


    Adanya kategori atau box dalam pemetaan talenta, menurutnya, harus dipandang sebagai bagian dari proses pembinaan dan pengembangan kompetensi.

    “Jangan takut nilai rendah, yang penting ada kemauan untuk memperbaiki.”

     

    Karena itu, ASN didorong untuk aktif memperkuat rekam jejak kompetensi masing-masing.

    Mulai dari melengkapi SK Tim Kerja, mengunggah sertifikat pelatihan, hingga mengikuti asesmen kompetensi.


    Semangat yang dibangun bukan sekadar mengejar angka, tetapi menjadikan evaluasi sebagai dasar untuk memperbaiki kualitas diri dan kinerja.

    Dengan demikian, pengembangan kompetensi ASN diharapkan tidak berhenti pada dokumen administratif, melainkan benar-benar berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


    Integritas Dimulai dari Pilihan Sehari-hari

    Bagian lain yang mendapat perhatian adalah pentingnya menjaga integritas dan moralitas aparatur.

    Suparta mengingatkan seluruh peserta upacara untuk menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak kehidupan pribadi maupun profesional, termasuk narkoba, judi online, dan pinjaman online yang berpotensi menimbulkan persoalan finansial.


    Pesannya sederhana, tetapi memiliki makna besar: menjadi ASN bukan hanya tentang mengenakan seragam dan menjalankan pekerjaan.

    Ada kepercayaan masyarakat yang melekat di balik seragam tersebut.

    “Seragam yang kita pakai ini adalah amanah rakyat.”

    Kalimat itu menjadi salah satu pesan utama dalam amanat upacara.


    Integritas pada akhirnya bukan hanya sesuatu yang tertulis dalam aturan. Integritas tercermin dari pilihan seseorang ketika menjalankan tugas, menggunakan kewenangan, melayani masyarakat, dan menjaga nama baik institusinya.


    Lima Fakta Menarik Upacara Integrasi 17 September 2026

    1. RSUD Dua Pitue menjadi pelaksana upacara
    Upacara Integrasi 17 September 2026 di Kantor Kecamatan Dua Pitue dilaksanakan oleh RSUD Dua Pitue.

    2. Direktur RSUD Dua Pitue diwakili Suparta
    Direktur RSUD Dua Pitue, dr. Ratna, diwakili Plt. Kasubag Administrasi Umum dan Keuangan, Suparta, yang menyampaikan amanat dalam upacara.

    3. Pesan pelayanan menyentuh berbagai sektor
    Amanat tidak hanya berbicara tentang rumah sakit, tetapi juga menggambarkan peran guru, staf kecamatan, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan aparatur lainnya dalam membangun citra pelayanan pemerintah.

    4. ASN didorong memanfaatkan evaluasi untuk berkembang
    Pemetaan talenta dan penilaian kompetensi diposisikan sebagai bagian dari proses pembinaan agar ASN mengetahui ruang perbaikan dan dapat meningkatkan kapasitasnya.

    5. Integritas menjadi bagian penting pengabdian
    Peserta diingatkan menjauhi narkoba, judi online, serta perilaku yang dapat merusak kehidupan pribadi dan profesional aparatur.


    Dari Upacara Menuju Pengabdian Nyata

    Upacara mungkin hanya berlangsung dalam hitungan waktu. Namun, pesan yang disampaikan di dalamnya seharusnya dibawa kembali ke ruang kerja dan tempat pelayanan masing-masing.

    Setelah barisan dibubarkan, ASN kembali ke kantor. Tenaga kesehatan kembali ke ruang pelayanan. Guru kembali ke sekolah. Aparatur desa kembali menemui masyarakat.


    Di sanalah nilai-nilai yang disampaikan dalam amanat tersebut diuji dalam tindakan nyata.

    Disiplin terlihat dari pekerjaan yang diselesaikan.

    Integritas terlihat dari keputusan yang diambil.

    Empati terlihat dari cara masyarakat dilayani.


    Dan pengabdian terlihat dari kesediaan memberikan yang terbaik meskipun tidak selalu disaksikan banyak orang.

    Upacara Integrasi 17 September 2026 di Kecamatan Dua Pitue pun menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa pemerintahan yang kuat tidak hanya dibangun oleh kebijakan besar, tetapi juga oleh aparatur yang menjalankan tugas dengan konsisten.


    Sebab, bagi masyarakat, wajah pemerintah sering kali hadir bukan dalam bentuk gedung atau slogan, melainkan melalui sosok aparatur yang mereka temui ketika membutuhkan pelayanan.

    Dari Dua Pitue, pesan itu kembali ditegaskan: bekerja dengan disiplin, melayani dengan empati, menjaga integritas, dan mengabdi dengan hati untuk masyarakat, Kabupaten Sidrap, dan Indonesia.

    Komentar

    Tampilkan