![]() |
Putri Ramadhani Mahasiswi UMS Rappang Buktikan Cerita Rakyat Efektif Tanamkan Nilai Karakter |
NARASIRAKYAT – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan sosial yang memengaruhi perilaku generasi muda, pendidikan karakter menjadi salah satu isu yang semakin mendapat perhatian dalam dunia pendidikan. Sekolah tidak hanya dituntut menghasilkan siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlak, dan menghargai nilai-nilai budaya.
Berangkat dari realitas tersebut, mahasiswi Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Putri Ramadhani Mustari, menghadirkan sebuah penelitian yang mengangkat kekayaan budaya lokal sebagai sarana pembentukan karakter peserta didik.
Penelitian tersebut dipresentasikan dalam ujian skripsi yang berlangsung di Ruang Ujian FKIP UMS Rappang, Sabtu (6/6/2026), dengan judul “Cerita Rakyat sebagai Media Penanaman Karakter dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas V UPT SD Negeri 04 Benteng.”
Penelitian ini tidak hanya membahas pembelajaran Bahasa Indonesia dari aspek kebahasaan, tetapi juga mengkaji bagaimana cerita rakyat dapat menjadi media efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa sekolah dasar.
Ketika Cerita Rakyat Menjadi Guru Kehidupan
Di balik setiap cerita rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi, tersimpan berbagai pesan moral yang menjadi pedoman hidup masyarakat.
Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, disiplin, gotong royong, serta sikap menghormati sesama sering kali hadir dalam alur cerita yang sederhana namun sarat makna.
Menurut Putri Ramadhani, potensi inilah yang membuat cerita rakyat layak dijadikan media pembelajaran karakter di sekolah.
Dalam presentasinya di hadapan tim penguji, ia menjelaskan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia tidak seharusnya hanya berorientasi pada kemampuan membaca, menulis, berbicara, dan menyimak semata.
Lebih dari itu, pembelajaran bahasa dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan yang bermanfaat bagi perkembangan kepribadian siswa.
“Cerita rakyat memiliki potensi besar sebagai sarana pendidikan karakter karena di dalamnya terdapat pesan-pesan moral yang mudah dipahami siswa. Melalui pembelajaran yang tepat, siswa tidak hanya belajar memahami teks, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai positif yang terkandung dalam cerita,” jelas Putri.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi penting karena siswa sekolah dasar berada pada fase pembentukan karakter yang sangat menentukan perkembangan mereka di masa depan.
Menghidupkan Kearifan Lokal di Ruang Kelas
Salah satu keunggulan penelitian ini adalah kemampuannya menghubungkan pembelajaran modern dengan warisan budaya lokal.
Di era globalisasi, banyak cerita rakyat yang mulai terlupakan oleh generasi muda karena kalah bersaing dengan berbagai bentuk hiburan digital.
Padahal, cerita rakyat merupakan bagian penting dari identitas budaya yang mengandung nilai-nilai luhur yang relevan hingga saat ini.
Melalui penelitian tersebut, Putri menunjukkan bahwa cerita rakyat tidak hanya berfungsi sebagai bahan bacaan, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
Ketika siswa membaca dan mendiskusikan cerita rakyat, mereka tidak hanya memahami isi cerita, tetapi juga belajar mengenali konsekuensi dari perilaku baik maupun buruk yang ditampilkan oleh tokoh-tokoh di dalamnya.
Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih hidup karena siswa mampu menghubungkan pesan cerita dengan pengalaman mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Mendapat Apresiasi dari Tim Penguji
Ujian skripsi tersebut dihadiri oleh tim penguji yang terdiri atas:
Suleha, S.Pd., M.Pd. (Ketua Penguji)
Dr. Jumiati Lanta, S.Pd., M.Pd. (Sekretaris Penguji)
Nurlaelah, S.Pd., M.Pd. (Anggota Penguji)
Dr. Suhartini Khalik, S.Pd., M.Pd. (Anggota Penguji)
Suardi Zain, S.Pd., M.Pd. (Anggota Penguji)
Ketua Penguji, Suleha, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi terhadap tema penelitian yang diangkat karena dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.
Menurutnya, penelitian tersebut tidak hanya berkontribusi pada pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia, tetapi juga mendukung program penguatan pendidikan karakter yang menjadi perhatian nasional.
“Penelitian ini sangat menarik karena mengangkat kearifan lokal melalui cerita rakyat sebagai media pembelajaran. Selain melestarikan budaya daerah, penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap upaya penanaman karakter kepada siswa,” ujarnya.
Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi referensi bagi guru Bahasa Indonesia dalam mengembangkan model pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Pendidikan Karakter yang Berakar pada Budaya
Penelitian Putri Ramadhani memperlihatkan bahwa pendidikan karakter tidak selalu harus dilakukan melalui metode yang rumit.
Sering kali, nilai-nilai kehidupan yang paling kuat justru hadir melalui cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Cerita rakyat memiliki kelebihan karena menyampaikan pesan moral secara alami tanpa terkesan menggurui.
Melalui tokoh, konflik, dan penyelesaian cerita, siswa dapat memahami pentingnya bersikap jujur, bertanggung jawab, dan menghormati orang lain.
Pendekatan seperti ini dinilai lebih efektif karena siswa belajar melalui pengalaman emosional dan refleksi yang muncul selama proses membaca dan berdiskusi.
Lima Fakta Menarik Penelitian Putri Ramadhani
1. Mengangkat Kearifan Lokal sebagai Media Pembelajaran
Penelitian memanfaatkan cerita rakyat sebagai sarana pendidikan karakter di sekolah dasar.
2. Fokus pada Siswa Kelas V SD
Penelitian dilakukan pada siswa kelas V UPT SD Negeri 04 Benteng yang berada pada fase penting pembentukan karakter.
3. Mengintegrasikan Bahasa dan Karakter
Pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya mengembangkan kemampuan berbahasa, tetapi juga nilai-nilai moral.
4. Mendukung Pelestarian Budaya
Cerita rakyat digunakan sebagai media pembelajaran sekaligus upaya menjaga warisan budaya daerah.
5. Mendapat Apresiasi Tim Penguji
Penelitian dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan modern yang menekankan penguatan karakter peserta didik.
Dari Cerita Lama untuk Generasi Masa Depan
Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, cerita rakyat mungkin tampak sebagai peninggalan masa lalu.
Namun penelitian ini membuktikan bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap relevan untuk menjawab tantangan pendidikan masa kini.
Cerita rakyat mengajarkan bahwa pendidikan terbaik tidak hanya mengisi pikiran dengan pengetahuan, tetapi juga membentuk hati dan karakter.
Melalui penelitian yang dilakukan Putri Ramadhani, muncul sebuah pesan penting bahwa warisan budaya bukan sekadar kenangan yang disimpan dalam buku, melainkan sumber pembelajaran yang dapat membentuk generasi yang lebih berkarakter, berbudaya, dan berintegritas.
Karena pada akhirnya, bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang maju dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga bangsa yang mampu menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulunya.
Dan dari ruang ujian skripsi di FKIP UMS Rappang, sebuah gagasan sederhana kembali mengingatkan bahwa cerita rakyat masih memiliki kekuatan untuk mendidik, menginspirasi, dan membentuk masa depan.















